Menumbuhkan Kemampuan Menulis Puisi Anak
Menulis puisi? Duh rasanya hal tersebut sangat repot dan sulit! Puisi bagi sebagai besar orang adalah aspek bahasa yang sangat membingungkan hati. Bagaimana tidak jika dari serangkaian kata yang disusun ternyata memberikan arti yang berbeda. Tidak jarang kata-kata atau kalimat yang tertulis ternyata tidak sesuai dengan arti yang ada di kamus. Bahasa puisi yang khas. Untuk itulah, maka perlu menumbuhkan Kemampuan Menulis Puisi pada anak-anak.
Kemampuan menulis puisi tidak semua orang memilikinya. Jangankan menulis, membaca puisi saja merupakan sebuah kesulitan tersendiri bagi banyak orang. Apalagi jika mereka dituntut untuk mengapresiasi puisi. Kondisi ini bukan sesuatu yang aneh sebab terjadi pada setiap bagian masyarakat. Oleh karena itulah, tingkat perkembangan keterampilan bahasa ini sangat lambat, bahkan terkesan berjalan di tempat.
Berbagai langkah dilakukan untuk dapat menumbuhkan minat anak agar mempunyai kemauan menulis puisi. Berbagai lomba diselenggarakan untuk menumbuhkan kemampuan menulis puisi bagi anak-anak, khususnya anak sekolah. Tetapi, respon mereka sungguh sangat menrenyuhkan hati. Banyak lomba yang terpaksa tidak dapat mencapai target tujuannya karena mereka memasang ketentuan anak muda sebagai pesertanya.
Membiasakan Anak Dengan Puisi
Untuk meningkatkan minat anak terhadap dunia menulis puisi, setidaknya Anda harus dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada anak didik. Hal ini karena mereka terlanjur beranggapan bahwa puisi itu sesuatu yang sulit dipahami. Mereka tidak mampu memberikan apresiasi terhadap puisi. Mereka menjadikan hal tersebut sebagai salah satu alasan untuk tidak menulis puisi.
Oleh karena itulah, maka perlu rasanya mencari langkah efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan menulis pada anak-anak. Setidaknya, untuk langkah pertama Anda harus memperkenalkan puisi kepada anak – anak. Anda harus mengkondisikan anak-anak untuk berada pada sebuah lingkungan yang akrab dengan puisi. Anak-anak harus dibiasakan untuk hidup dengan puisi. Ini merupakan langkah untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada anak-anak.
Membiasakan anak hidup bersama puisi merupakan satu langkah konkrit untuk menjadikan puisi sebagai bagian integral dalam kehidupan anak. Artinya, jika anak-anak hidup bersama puisi, maka kemampuan menulis puisi mereka terpacu. Bukankah Anda telah lama mengenal satu slogan bahwa tak kenal, maka tak sayang. Bagaimana seseorang menyayangi puisi jika mereka tidak kenal dengan puisi itu sendiri?
Bahwa setiap kondisi dan kemampuan yang dimiliki seseorang sangat tergantung pada lingkungan dimana seseorang berada. Anda harus mengingat bahwa lingkungan mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses pembentukan diri seseorang.
Jika seseorang berada di lingkungan positif, maka dirinya akan menjadi sosok positif. Jika mereka hidup di lingkungan negatif, maka lingkungan akan membentuknya sebagai orang-orang negatif. Jika lingkungan tempat hidup anak-anak adalah lingkungan yang bercokolnya orang-orang yang suka puisi, maka ini merupakan power untuk mengembangkan kemampuan menulis puisi bagi anak-anak.
Begitu juga halnya dengan menulis puisi. Jika seseorang berada dalam lingkungan yang syarat dengan puisi dan proses kreatifnya, maka dalam waktu tidak lama, dia akan menjadi penulis puisi. Lingkungan memang sangat signifikan dalam memberikan pengaruh kepada setiap pribadi yang ada di tempat tersebut. Lingkungan yang kondusif dengan puisi, maka besar sekali kontribusinya dalam mengembangkan kemampuan menulis puisi pada anak-anaknya.
Oleh karena itulah, maka untuk dapat menumbuhkan kemampuan menulis puisi pada anak-anak, maka Anda harus mengkondisikan mereka dalam sebuah lingkungan yang kondusif untuk melakukan kegiatan menulis puisi. Anda jadi ingat perjuangan WS Rendra untuk meningkatkan eksistensi dirinya dalam dunia menulis puisi hingga terkenal sebagai puisi dunia.
Syair Lagu Adalah Puisi
Untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada anak-anak, maka Anda dapat memancing minat mereka dengan syair lagu. Anda harus menyadari bahwa sebenarnya syair lagu itu adalah puisi. Para pencipta lagu mencipta puisi, kemudian puisi tersebut dimusikalisasi sehingga jadilah lagu.
Anda harus menyadari bahwa mayoritas anak sangat akrab dengan syair lagu. Syair lagu bagi mereka sudah hapal di luar kepala. Jika ada sebuah lagu dinyanyikan, maka mereka dapat mengikuti lagu tersebut dengan bersenandung atau mengikuti suara sang penyanyi. Jika mereka mampu menyanyikan sebuah lagu, yang sebenarnya adalah sebuah puisi, mengapa mereka tidak mempunyai kemampuan menulis puisi?
Anak-anak dan lagu sudah bukan sesuatu yang aneh lagi. Bahkan anak-anak kecil pun begitu piawai dalam menyanyikan sebuah lagu. Maka, seharusnya Anda dapat menjadikan lagu sebagai media untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada anak-anak. Sebenarnya, puisi sudah sangat dekat dengan kehidupan anak-anak.
Anda berikan kepada anak-anak bahwa kemampuan menulis puisi telah mereka miliki dan dapat menjadikan syair lagu sebagai acuan untuk mengembangkan kreativitasnya dalam menulis puisi dan eksis dalam dunia sastra dunia.






