Kementerian Kehutanan Perlu Menata Konsep Baru
Ilustrasi kementerian kehutanan
Masih ingat bencana yang melanda Indonesia pada rentang waktu 2000-an? Bencana malah timbul, mulai tsunami Aceh, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, hingga bencana alam di kawasan paling timur Indonesia, Wasior. Yang paling dipojokkan ketika bencana alam terjadi adalah Kementerian Kehutanan.
Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami hingga mencapai triliunan rupiah. Bahkan, yang paling mengenaskan adalah banyaknya warga Indonesia yang meninggal sia-sia akibat bencana tersebut.
Yang paling diingat adalah program 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakilnya, Jusuf Kala, yang berjanji akan melakukan sesuatu untuk bangsa tercinta ini. Katanya, akan banyak perubahan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia waktu itu. Namun, apa yang terjadi ketika genap 100 hari adalah banyaknya bencana yang menimpa negeri Indonesia ini.
Pembalakan Liar Hutan Indonesia
Hutan merupakan kumpulan pohon-pohon dan hewan yang berada dalam suatu kawasan yang saling berinteraksi, mereka hidup di atas tanah yang hidup dalam keseimbangan.
Selain sebagai tempat bagi flora dan fauna, hutan memberi banyak kebaikan bagi kita. Bisa menahan terjadinya banjir, sebagai keindahan alam, menghambat kerusakan lapisan bumi, sumber kehidupan dari hasilnya, pertanda lingkungan asri dan sehat.
Negeri yang terkenal dengan kekayaan alam dan diandalkan menjadi paru-paru dunia ini sekarang sedang mengalami krisis. Banyak pembalakan liar yang terjadi di tempat yang diandalkan sebagai hutan penyangga dunia. Hutan rimba Kalimantan yang sangat terkenal hampir setiap hari kehilangan ratusan, bahkan ribuan pohon yang ada di tempat tersebut.
Hutan ini akan tetap lestari bila kita mau melestarikannya. Namun, apabila tidak dilestarikan, maka akan timbul kepunahan terhadap ekosistem hutan tersebut. Kepunahan atau kerusakan hutan ini salah satunya bisa disebabkan oleh penebangan hutan secara liar.
Hutan Kalimantan menyimpan berjuta-juta keindahan dan berjuta-juta spesies flora dan fauna. Sebagai hutan tropis terbesar, hutan Kalimantan tentu menjadi santapan yang empuk dan lezat bagi para pemburu hasil alam. Saat ini, hutan Kalimantan sudah banyak yang tercemar.
Pencemaran hutan ini disebabkan banyak pembalak liar yang mengeksploitasi hasil hutan Kalimantan untuk kebutuhan dagang, menimbun rupiah dengan serakah. Juga pelaksanaan peraturan yang kerap dilanggar karena adanya “kerja sama” antara oknum pegawai pemerintah dan pengembang industri menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak.
Hutan Kalimantan saja yang masih tergolong besar sudah mengalami penyempitan luas. Apalagi hutan-hutan kecil lainnya di Indonesia yang mungkin lambat laun hanya akan menjadi sebuah taman.
Sesungguhnya tak hanya hutan Kalimantan yang menjadi sasaran para perusak hutan, banyak hutan lain di Indonesia yang telah rusak karena ulah para perusak ini. Mereka melakukan pencemaran hutan yang berakibat pada rusaknya ekosistem hutan. Sebagai contoh, banjir bandang di Wasior, Papua, tidak hanya disebabkan faktor alami semata.
Secara rasionalnya, air hujan yang turun dengan sangat deras tidak akan menyebabkan banjir jika lingkungan di sekitarnya memang terpelihara dengan baik. Banyak pohon-pohon yang dapat menyerap air jika hujan datang, dan sungai yang tidak dangkal akan mampu menampung air dalam jumlah yang banyak.
Kerusakan hutan tidak hanya pada habisnya pohon-pohon di hutan saja. Namun, kotornya hutan bisa membawa bencana yang memang tidak dirasakan secara langsung dan dirasa tidak berdampak. Kotornya hutan menyebabkan terjadinya pencemaran hutan.
Dalam beberapa statistik dari dinas terkait, hampir setiap hari ada pembalakan liar yang dilakukan. Sangat menyedihkan memang. Sebuah negara yang telah menjadi paru-paru dunia dengan kekayaan hutan melimpah, kini menjadi salah satu negara terpopuler dalam perusakan hutan.
Keadaan ini lebih banyak dilakukan di hutan-hutan hujan tropis Indonesia. Di hutan-hutan lain, jarang terjadi karena sumber daya alam yang memang tidak terlalu banyak di hutan-hutan selain hutan hujan tropis.
Salah satu akibat dari penebangan hutan secara liar adalah banjir dan untuk mencegah banjir, tindakan penebangan hutan secara liar harus dihindari. Jika penebangan liar tersebut dibiarkan, bukan tidak mungkin banjir akan terus terjadi dan akan membawa korban lebih banyak lagi.
Ketika bencana banjir datang, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia sendiri. Justru orang yang melakukan penebangan liar itu selamat, sementara yang kena banjirnya adalah manusia lain yang tidak tahu menahu akan penebangan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab terhadap pelestarian hutan.
Keadaan ini sangat memprihatinkan karena bukan hanya mengancam negara kita dengan bencana, seperti banjir dan longsor, melainkan dapat mengakibatkan berkurangnya oksigen yang dihasilkan hingga menyebabkan terjadinya pemanasan global. Benarkah ini tugas kementerian kehutanan sebagai instansi yang paling bertanggung jawab dan berhubungan secara langsung?
Benarkah Kesalahan Kementerian Kehutanan?
Tidak seratus persen seperti itu. Menjaga kelestarian hutan tidak mesti dilakukan oleh kementerian kehutanan. Kesadaran dari masyarakat merupakan hal yang paling diperlukan.
Yang menjadi tugas utama kementerian kehutanan adalah pembinaan untuk menuju kesadaran tersebut karena tidak semua masyarakat mengerti dengan hal-hal perlindungan hutan. Pembinaan yang terus-menerus bisa mengurangi masalah.
Pelestarian Hutan dan Konsep Hutan Larangan
Kembali kepada nilai-nilai tradisi merupakan cara lain yang bisa ditempuh. Konsep hutan larangan yang diterapkan masyarakat adat terbukti mampu untuk meminimalisasi pembalakan hutan secara besar-besaran.
Contohnya saja, beberapa kampung adat yang ada di Indonesia yang dengan sangat keras melarang membawa sesuatu apapun dari dalam hutan larangan tersebut. Buktinya, hutan terlihat tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan, cenderung tidak ada yang menyentuhnya.
Kelestarian hutan di tempat yang di huni para warga kampung adat sangatlah terlindung. Ini juga ikut melestarikan spesies flora maupun fauna yang ada di dalamnya. Selain itu, penyerapan air yang dihasilkan akan menyuplai kebutuhan di tempat tersebut hingga tidak akan kekurangan untuk keseharian mereka. Bukan hanya ketersediaan air, kualitas air pun sangatlah jernih.
Itu semua mungkin saja sulit dilakukan di negara yang berkembang menuju modern ini, tetapi apa salahnya dicoba. Meskipun begitu, kesadaran dari tiap-tiap orang akan sangat membantu kelestarian hutan demi menghindari bencana yang terus melanda Indonesia.
Selain itu, hutan yang rusak akan mengancam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, peningkatan suhu panas bumi atau global warming, seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Hutan yang kita miliki harus dilestarikan, sehingga anak cucu kita bisa menikmati hutan yang kita miliki. Kita tidak boleh memanfaatkan hutan secara sembarangan. Kalau hutan yang kita miliki habis, maka akan terancam bencana, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Agar hutan kita tetap lestari, maka kita harus melestarikannya. Usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya dengan cara sebagai berikut.
- Menanam kembali hutan yang gundul atau dikenal dengan istilah reboisasi. Daerah-daerah yang gundul atau mengalami kekeringan akan dapat kembali hijau bila dilakukan reboisasi, yaitu dengan menanam kembali daerah yang gersang dengan menanam tanaman yang sesuai dengan kondisi hutan.
- Tidak menebang hutan secara sembarangan. Kita harus melakukan penebangan sistem tebang pilih, yaitu pada saat akan menebang pohon kita harus melihat terlebih dahulu ukuran yang sesuai dan mengganti dengan tanaman yang baru.
- Mengurangi pemakaian bahan-bahan yang berasal dari pohon. Misalnya, penghematan pemakaian kertas dan tisu atau mendaur ulang kertas bekas menjadi barang yang bermanfaat.
- Melakukan gerakan penanaman seribu pohon dan merawatnya, sehingga pohon tersebut tumbuh besar dan dapat bermanfaat untuk mengurangi global warming.
- Menjaga hutan dari penebang liar dengan menjadikan hutan-hutan sebagai hutan lindung.
Masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penebangan pohon. Dengan dimulai dari diri kita sendiri dan memberikan contoh kepada orang lain, sehingga secara tidak langsung kita mengajak kepada orang lain untuk bersikap peduli pada lingkungan.
Kalau bukan kita yang melestarikan sumber daya alam yang ada di negara ini, siapa lagi. Kita yang hidup di negara ini, yang melakukan dan merasakan akibatnya, yaitu kita sendiri. Jangan menyalahkan Kementerian Kehutanan apabila terjadi kerusakan hutan.
Untuk itu, marilah menjaga kelestarian negara kita ini bersama-sama. Ciptakan kembali negara Indonesia sebagai negara agraris dan terkenal dengan keindahan alamnya.
Penyuluhan dari Kementerian Kehutanan mengenai pelestarian hutan pun perlu dilakukan. Demikian uraian mengenai hutan Indonesia yang sangat berfungsi bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi kita semua.

