Kepemimpinan dan Kecerdasan Emosi
Sejak terbukti secara ilmiah dan disepakati secara global bahwa kecerdasan emosilah yang lebih menentukan kesuksesan dari seseorang, kecerdasan emosi ini dikaitkan dengan banyak hal. Salah satunya adalah kepimpinan.
Pemimpin adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Komponen kecerdasan emosi yang diperlukan dalam kepemimpinan adalah :
- Kompetensi pribadi ,terkait dengan intrapersonal skill
- Kompetensi sosial, terkait dengan interpersonal skill.
Intrapersonal Skill
Intrapersonal skill melibatkan dua domain kecerdasan emosi yaitu:
- Kesadaran diri. Kesadaran ini adalah rasionalitas untuk memahami diri sendiri menyangkut kelebihan (strength=S), kelemahan (weakness=W) , tantangan atau peluang (opportunity=O) yang bisa didapat dan ancaman (thread =T) yang dapat mengganggu sesuai dengan karakter yang dimiliki. Analisa ini dikenal dengan singkatan SWOT. Kesadaran ini kemudian akan berlanjut pada penilaian pada diri yang akurat dan pembentukan kepercayaan diri.
- Pengelolaan Diri. Pengelolaan diri adalah kemampuan untuk memanfaatkan secara optimal analisa SWOT menjadi sebuah pemberdayaan diri melalui kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, kemampuan untuk berinisiatif, kemampuan untuk menetapkan target dan kemampuan untuk membangun sikap optimis.
Interpersonal Skill
Interpersonal skill melibatkan dua domain kecerdasan emosi yaitu :
- Kesadaran sosial. Kesadaran sosial adalah kemampuan untuk berempati terhadap orang-orang yang dipimpin. Empati yang menyebar pada orang-orang yang berada pada satu organisasi akan menjadi sebuah kesadaran organisasional yang berorientasi pada kesadaran untuk pelayanan bukan dilayani.
- Pengelolaan Relasi. Kemampuan untuk memberi pengaruh pada orang lain diwujudkan dalam bentuk teladan sehingga menjadi inspirational leadership, atau kepemimpinan yang menginspirasi. Ciri dari bentuk kepemimpinan ini adalah mampu menjadi katalis perubahan, mengembangkan orang lain di sekitar dan merekatkan hubungan dalam organisasi sehingga tercipta loyalitas.
Berdasarkan tinjauan iklim emosi yang diterapkan, maka dapat dilihat perbedaan dari gaya kepemimpinan yang terdiri dari :
- Visioner, merupakan gaya kepemimpinan yang menggerakkan suatu organisasi ke arah impian atau pencapaian visi yang baru. Iklim emosi yang diterapkan tergolong paling positif dibandingkan gaya kepemimpinan lain.
- Pembimbing, merupakan gaya kepemimpinan yang menjelaskan hubungan antara aktivitas dengan sasaran organisasi. Iklim emosi yang diterapkan tergolong sangat positif.
- Afiliatif, yaitu gaya kepemimpinan yang bertujuan untuk menciptakan harmoni. Iklim emosi yang diterapkan tergolong positif.
- Demokratis, yaitu gaya kepemimpinan yang menekankan pada partisipasi anggota organisasi. Iklim emosi yang diterapkan tergolong positif.
- Penentu Kecepatan, yaitu gaya kepemimpinan yang sesuai diterapkan saat menghadapi tantangan atau sesuatu yang menarik, juga menginginkan hasil dengan kualitas yang tinggi. Iklim emosi yang diterapkan kalau dilaksanakan secara buruk justru akan memperburuk situasi.
- Memerintah, yaitu gaya kepemimpinan pada situasi kritis dan memerlukan tindakan segera. Iklim emosi yang diterapkan kalau dilaksanakan secara buruk justru akan memperburuk situasi.
Kepemimpinan bukanlah permasalahan benar atau salah tetapi sesuai atau tidak sesuai. Kemampuan untuk melihat kesesuaian terletak pada penggunaan kecerdasan emosi.






