logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Kepuasan Kerja

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Kerja

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Setiap pekerja menginginkan kepuasan kerja dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Bekerja, termasuk di dalamnya kepuasan kerja, memang tidak hanya sebagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup jasmani, tetapi juga sebagai pemenuhan keinginan atau cita-cita seseorang untuk menjadi siapa yang diinginkan.

Pada kenyataannya memang tidak semua orang bekerja sesuai dengan keinginannya. Untuk mereka yang mengalami kondisi demikian, kepuasan kerja sangat sulit untuk diperoleh. Bekerja hanya sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi dirinya atau keluarga. Bekerja hanya menjadi rutinitas harian, dari pagi hingga petang, dan berlibur di pengujung minggu (untuk beberapa profesi bahkan tidak ada libur di pengujung minggu).

Kegiatan pekerjaan tanpa kepuasan kerja akan menjadikan seorang pekerja mudah mengeluh, tidak ada semangat kerja, dan prestasi kerja juga sulit untuk dicapai. Kepuasan kerja memang menjadi kebutuhan bagi para pekerja meskipun apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan keinginan. Namun, kepuasan kerja layak untuk dimiliki oleh setiap pekerja. Memperoleh kepuasan kerja adalah seputar rasa, yaitu rasa puas atas apa yang telah dikerjakan. Oleh karena itu, mereka dengan pekerjaan yang terlihat menyenangkan juga belum tentu mendapatkan kepuasan kerja.

Pekerjaan memang menyangkut pada cita-cita, mimpi, dan keinginan seseorang dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, pekerjaan merupakan pemilihan profesi yang dikehendaki. Memilih bentuk pekerjaan untuk setiap orang tentu berbeda-beda meskipun ada beberapa profesi favorit seperti dokter, pengacara, arsitek, artis dan lain-lain. Namun, latar belakang pemilihannya berbeda termasuk tingkat kepuasan yang akan diperoleh pun akan mengalami perbedaan.

Dengan demikian, untuk memperoleh kepuasan kerja, perlu diperhatikan hal-hal yang mampu mewujudkan kepuasan kerja baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar individu.

Faktor-faktor dalam Memperoleh Kepuasan Kerja

Agar kegiatan bekerja lebih menyenangkan, menantang, dan memberikan prestasi, seorang pekerja harus memperoleh kepuasan kerja dalam dirinya. Secara teoritis dalam buku Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia disebutkan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaan mereka (Handoko, 2001).

Berdasarkan pengertian tersebut, kepuasan kerja merupakan relativitas dari perasaan manusia terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Meski kepuasan kerja diperoleh melalui perasaan manusia yang relatif, namun terdapat faktor-faktor umum yang dapat menjadi acuan seorang karyawan untuk memperoleh kepuasan kerja. Faktor-faktor ini merupakan faktor internal pekerja maupun eksternal yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut.

1. Memperoleh Kepuasan Kerja - Faktor Individu

Faktor individu meliputi hal-hal mengenai diri seseorang yang terkait dengan pekerjaan, seperti hal-hal berikut.

  • Sikap terhadap pekerjaan. Adanya faktor sikap seseorang terhadap pekerjaan menjadikan kepuasan kerja sebagai sesuatu yang relatif. Misalnya ketika seorang pekerja menyikapi suatu pekerjaan dengan perasaan senang dan tertantang untuk melakukannya. Maka saat pekerjaan tersebut terselesaikan, dia akan mendapatkan kepuasan kerja.
  • Usia saat menghadapi pekerjaan. Usia produktif seorang pekerja memengaruhi kepuasan kerja yang diperoleh karena seiring dengan kekuatan mengupayakan pekerjaan yang dilakukannya.
  • Jenis kelamin. Untuk bentuk pekerjaan tertentu, jenis kelamin membatasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Misalnya, seorang wanita tidak akan memperoleh kepuasan kerja ketika dirinya melakukan pekerjaan seorang laki-laki tanpa ada dasar kesenangan terhadap pekerjaan yang dilakukan.
  • Harapan terhadap pekerjaan. Seorang pekerja, dalam melakukan pekerjaannya memiliki harapan tertentu. Saat harapan yang diinginkan tidak tercapai, maka seorang pekerja tersebut tidak akan memperoleh kepuasan kerja. Misalnya, seorang penulis buku yang berharap karyanya digemari banyak orang. Namun kenyataan yang berlaku adalah sebaliknya, karyanya tidak disukai. Hal ini tentu akan menyebabkan si penulis tidak memperoleh kepuasan kerja.
  • Kondisi fisik/kesehatan. Kondisi fisik seorang pekerja yang sehat memberikan banyak kesempatan untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan menghasilkan prestasi. Dengan kesehatan yang dimiliki, seorang pekerja dapat mengupayakan dirinya untuk memperoleh kepuasan kerja.

2. Memperoleh Kepuasan Kerja - Faktor Sosial

Faktor sosial merupakan faktor yang meliputi pengaruh-pengaruh hubungan sosial seorang pekerja dengan orang-orang di sekitarnya, seperti hal-hal berikut.

  • Keluarga. Bagi banyak orang, keluarga merupakan penyemangat dalam hidup mereka. Kepuasan kerja akan mereka peroleh ketika mereka dapat membahagiakan keluarga.
  • Rekan kerja. Saat bekerja, interaksi tentu dilakukan antarrekan kerja, bahkan membentuk sebuah tim untuk menghasilkan pekerjaan yang sukses. Oleh karena itu, rekan kerja memiliki pengaruh dalam membantu seseorang mencapai kepuasan kerja karena saat bergabung dalam tim kerja misalnya, keberhasilan tim adalah keberhasilan dan kepuasan kerja bersama.
  • Hubungan masyarakat. Hubungan masyarakat dalam hal ini mencakup kebebasan seorang pekerja melakukan aktivitas berorganisasi, berpolitik, atau tergabung dalam suatu komunitas masyarakat tertentu. Kegiatan lain yang menyenangkan di samping kegiatan pekerjaan dapat membantu seseorang memperoleh kepuasan kerja.

3. Memperoleh Kepuasan Kerja - Faktor Perusahaan

Faktor ini biasanya menjadi faktor utama seorang pekerja memperoleh kepuasan kerjanya yang meliputi hal-hal berikut.

  • Gaji/kompensasi. Gaji atau kompensasi yang diberikan perusahaan merupakan bagian dari bentuk penghargaan atas hasil kerja yang kita lakukan. Oleh karena itu, banyak pekerja yang mengukur kepuasan kerja mereka dengan perolehan gaji yang mereka terima.
  • Jenjang karier. Manusia begitu menyukai tingkatan, tahapan, dan kelas-kelas. Kita cenderung membagi apa pun dalam tahapan, dalam tingkatan, termasuk kehidupan dan pekerjaan. Menapaki setiap tingkatan dalam pekerjaan adalah sebuah prestasi dan kepuasan kerja akan diperoleh ketika seseorang dapat menjalankan jenjang karier tersebut sebagai bentuk pengembangan diri.
  • Iklim kerja dan sistem pengawasan. Iklim kerja merupakan situasi kerja yang dibentuk. Iklim kerja memiliki indikator-indikator yang menunjukkan tingkat kepuasan kerja seseorang dan apresiasinya terhadap perusahaan. Selain iklim kerja, sistem pengawasan atau supervisi yang dilakukan perusahaan terhadap pegawainya juga memengaruhi kualitas kerja yang mendukung terciptanya kepuasan kerja.

Ukuran kepuasan kerja yang diperoleh seseorang, berdasarkan faktor-faktor tersebut berbeda-beda. Ada yang mengutamakan faktor perusahaan, kemudian faktor individu atau sebaliknya. Bahkan ada juga yang mengukur kepuasan kerja hanya dari faktor sosial. Hal ini kembali bergantung pada kepribadian masing-masing.

Menjalani Hobi Sebagai Pekerjaan untuk Kepuasan Kerja

Pekerjaan yang dilakukan seseorang merupakan kegiatan yang dilakukannya dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, memperoleh kepuasan kerja menjadi begitu penting bagi seorang pekerja. Kepuasan kerja akan memberikan kepuasan batin yang akan memberikan efek bahagia dan semangat dalam menjalani pekerjaannya.

Bagi beberapa orang, untuk mencapai kepuasan kerja mereka menjalankan hobinya sebagai pekerjaan. Artinya, mereka melakukan apa yang mereka senangi sekaligus memberikan hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Memilih hobi sebagai profesi tidak sama dengan cita-cita. Maksudnya, hobi merupakan hal-hal yang biasanya terpinggirkan atau hanya dilakukan ketika memiliki waktu luang. Misalnya, seseorang yang memiliki kegemaran memasak dan orang tersebut menjadikan hobi memasaknya sebagai pekerjaan dengan membuka jasa catering atau rumah makan. Dengan demikian, orang tersebut akan mendapatkan kepuasan kerja dari hobi yang dilakukannya.

Pekerjaan merupakan bagian dari karya yang dihasilkan seseorang dalam hidupnya. Seorang seniman biasanya mengetahui betul tentang hal ini. Para seniman menjalankan hobinya, kemudian berkarya dan itu menjadi pekerjaannya. Saat karya yang dihasilkan ikut memberikan rasa puas bagi orang lain, sang seniman biasanya akan memperoleh kepuasan kerjanya.

Contoh lainnya adalah seseorang dengan kegemaran atau hobi caving (kegiatan penelusuran gua), diving (menyelam), dan cave diving (menyelam dalam gua), menjadikan hobi-hobi ekstremnya ini sebagai pekerjaan dengan membuat film-film di bawah kedalaman gua dan laut. Kemudian menjualnya hingga ke luar negeri sebagai film dokumentasi alam yang indah dan juga sekaligus mengampanyekan eko wisata sebagai solusi untuk menjaga kelestarian alam.

Dengan hobi dan pekerjaannya ini, dia mampu membeli sebuah daerah di Indonesia yang kemudian dilindungi dari ancaman kerusakan lingkungan. Atas apa yang telah dikerjakannya, tentu dia mendapatkan kepuasan kerjanya. Dia bernama Cahyo Alkantana, salah seorang putra asli Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk kelestarian kawasan karst.

Pada akhirnya, sebuah kepuasan memang tidak harus diperoleh dengan cara yang mudah dan cepat karena hanya akan menjadikan pekerjaan tidak maksimal. Sebuah kepuasan kerja diperoleh dengan cara yang istimewa dan profesional. Ketika kepuasan kerja telah diperoleh berbagai prestasi kerja yang lain, tentu menunggu untuk segera dilahirkan. Jika saat ini kepuasan kerja itu belum juga diperoleh, maka artinya dibutuhkan semangat perjuangan, kreativitas, dan profesionalisme yang ektra untuk memperolehnya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memahami Zodiac dalam Perspektif Astrologi
  • Game Terbaru Dunia Ekonomi Indonesia
  • Media Pembelajaran Harus Menyenangkan
  • Bandung Indah Plaza (BIP), Pusat Hiburan Bandung
  • Xeon - Antara Otomotif dan Prosesor
  • Sebab Terjadinya Perang Dunia 1
  • Kehamilan yang Tak Diinginkan dan Obat Aborsi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA