logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Bisnis dan Manajemen

Strategi Memenuhi Kepuasan Konsumen


Ilustrasi kepuasan konsumen
Konsumen secara tidak langsung merupakan bagian terpenting yang ada di luar struktur organisasi yang dimiliki perusahaan. Pada dasarnya perusahaan menjalankan bisnisnya  memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Kalau konsumen tidak puas, maka bisnis akan terganggu. Agar pelanggan tidak menjauh dan tidak menghindari barang yang telah diproduksi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Strategi Mendapatkan Pelanggan

Kepuasan konsumen itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Maka tak heran jika banyak perusahaan yang terus-menerus mengadakan penelitian guna mengetahui apa saja kebutuhan konsumen dan bagaimana cara memenuhinya. Hal ini dimaksudkan untuk membuat para konsumen merasa puas terhadap kinerja perusahaan, baik yang ditawarkan dalam bentuk barang maupun jasa yang dimiliki oleh perusahaan.

Konsumen yang merasa puas akan menjadi pelanggan tetap. Bila banyak yang menjadi pelanggan tetap, itu artinya bisnis lancar. Walaupun bisnis terlihat lancar, pesaing yang sangat gigih bisa saja mendapatkan konsumen tetap ini. Bahwa setiap orang berhak mendapatkan barang dan pelayanan yang semestinya, hal inilah yang membuat para pebisnis dengan susah payah memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya.

Setiap perusahaan tidak mau pelanggan yang awalnya begitu kagum dengan satu produknya, lalu mereka terkaget-kaget mengetahui kalau harapannya hampa. Produk yang semula dikagumi itu tidak lain hanyalah produk yang tidak seindah dalam promosi. Lantas sang konsumen ini akan merasa kapok untuk membeli produk itu lagi. Promisi bagus tetapi kalau apa yang dipromosikan tidak memiliki kualitas yang diharapkan, promosi itu sama saja dengan memberikan informasi jelek kepada orang banyak.

Semua komponen satu perusahaan adalah pemasar. Kalau mempunyai produk bagus, harus dipromosikan. Produk bagus akan memberikan kebermanfaatan yang besar kepada orang banyak. Produk yang tidak memberikan kebermaknaan saja dipasarkan dengan sangat gentar, apalagi untuk produk bagus. Tidak jarang malah promosi produk yang membawa kejelekan ini dilakukan dengan berbagai cara hingga orang terjebak untuk memilikinya.

Lihatlah produk barang-barang pornografi. Gencarnya promosi barang-barang yang dapat mendatangkan kejelekan kepada pembelinya ini terkadang malah membuat jengah. Bagaimana tidak, orang-orang yang paham akhirnya merasa tidak berdaya karena dikepung oleh berbagai produk yang menengahkan kebebasan untuk menjadi telanjang ini. Pihak yang memegang regulasi seolah tak mampu melawan arus. Mereka hanya bisa terdiam dan pasrah. Akibatnya adalah generasi muda yang lemah.

Inti Kepuasan Para Konsumen

Adapun jenis penelitian yang dilakukan perusahaan untuk mengetahui kepuasan para konsumen yakni dengan cara membuat kuesioner terhadap barang dan jasa yang ditawarkan, kotak saran dan keluhan, layanan customer care, dan masih banyak lagi hal yang lainnya yang dilakukan perusahaan. Semua informasi yang didapatkan diharapkan akan memberikan masukan apa yang dibutuhkan oleh para konsumen. Tentu saja semua informasi itu akan digali untuk meningkatkan semangat memberi lebih kepada para pemakai jasa dan barang.

Steve Jobs yang merupakan salah satu pendiri perusahaan paling berpengaruh kepada dunia bisnis, ternyata selalu berusaha menciptakan kebutuhan orang lain. Ia membuat teknologi yang sebenarnya masih menjadi satu  impian bagi banyak orang, di tangannya barang itu telah ada. Tidak heran kalau begitu banyak orang yang tercengang dibuatnya. Mereka pun akhirnya membeli barang yang diproduksi oleh Apple itu. Padahal kalau ingin tampil biasa saja dan tidak terlalu gila dengan segala kemajuan, tidak mempunyai produk buatan Apple juga menjadi masalah.

Namun, langkah jitu dari Steve Jobs inilah yang membuat Apple selalu menjadi pusat perhatian. Konsumen mau tidak mau akhirnya selalu terkesima oleh langkah yang menggebrak ala Steve Jobs. Selain Steve Jobs, ada juga perusahaan Unilever yang berusaha memberikan inovasi yang selalu ada. Jarang ada bungkus atau kemasan produk Unilever yang dipertahankan selama berathun-tahun tanpa adanya inovasi. Padahal yang diganti itu mungkin hanya warna atau bentuk kemasannya.

Tetapi semua itu telah membuat banyak konsumen bertahan dan tetap membeli produk Unilever. Pihak Unilever sangat paham bahwa masyarakat konsumennya sangat mudah bosan. Para konsumen itu selalu ingin mencoba yang baru. Hal yang baru seolah selalu saja menarik perhatian. Demi terus mendapatkan perhatian dari konsumen, perusahaan yang harus menyesuaikan diri. Itulah mengapa inovasi sangat penting dlaam rangka meraih konsumen secara terus-menerus.

Jangan harap akan mendapatkan penghasilan yang sama kalau cara kerjanya sama. Lambat laun, teknik yang sama itu akan membosankan dan tidak lagi emndatangkan manfaat yang besar pada pemasukan. Pemikiran inilah yang membuat perusahaan besar tetap dinamis dan tidak mau statis dalam menghadapi perubahan global dalam bidang bisnis.

Gaya bangsa Cina berbisnis menarik untuk diperhatikan. Mereka menjadi pemerhati ulung. Mereka sangat tahu apa yang diharapkan oleh orang lain. Berusaha memenuhi harapan orang lain inilah yang membuat bangsa Cina berhasil menjadi satu kekuatan ekonomi nomor dua di dunia. Jangan-jangan pada tahun-tahun mendatang, negera dengan manusia terbanyak di dunia ini akan menjadi satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Para pekerja keras di Cina tidak akan berhenti bekerja.

Mereka dididik untuk bertahan dalam kondisi yang sangat berat sekalipun. Dalam hal bertahan inilah yang membuat bangsa Cina menjadi sangat kreatif. Kreativitas ini malah membuat orang selalu tertarik kepada barang-barang Cina. Konsumen sebenarnya tahu kalau barang Cina itu tidak berkualitas. Namun, kemampuan finansial mereka memaksa mereka untuk membeli produk murah meriah dari Cina. Banyak pengusaha lokal akhirnya tidak lagi membuat barang melainkan menjadi pedagang produk Cina.

Hal ini disebabkan barang dagangan dari Cina lebih murah dibandingkan kalau membuat sendiri barang-barang tersebut. Pemerintah harus sangat jeli agar tujuan mencetak lebih banyak lagi pengusaha bukan hanya menjadi isapan jempol. Pengusaha itu memproduksi. Kalau hanya menjual, itu artinya hanya menjadi pedagang. Walaupun tidak ada salahnya menjadi seorang pedagang, tetapi alangka baiknya kalau pedagang itu mempunyai barang sendiri dan bukannya menjualkan produk dari negara lain.

Bila hal ini terjadi, itu artinya bangsa yang besar ini hanya menjadi pasar bagi bangsa lain. Betapa ruginya bangsa ini kalau tidak bisa memberikan yang terbaik kepada rakyatnya. Menurut Philip Kotler dalam bukunya Principle of Marketing, kepuasan para konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Kepercayaan konsumen merupakan hal yang ingin didapat setiap perusahaan dari para konsumennya.

Kepercayaan akan kualitas, kepercayaan akan keamanan yang ditawarkan, dan masih banyak kepercayaan yang lain yang menjadi motivasi setiap perusahaan terus mengembangkan produknya. Namun kepercayaan konsumen bukanlah hal yang mudah untuk kita dapatkan, terutama dalam segi kualitas. Hal ini haruslah sangat diperhatikan karena kualitas produk yang dirasakan oleh konsumen akan membuat suatu persepsi tersendiri bagi konsumen yang nantinya akan menentukan apakah konsumen merasa puasa atau tidak.

Jika konsumen merasa puas atas produk yang ditawarkan maka secara otomatis konsumen akan menggunakan lagi produk atau jasa yang kita tawarkan. Jika proses itu sudah berlangsung secara lama maka sudah pasti akan ada kepercayaan yang utuh dari para konsumen. Sehingga ketika kita menawarkan jenis barang atau jasa yang lain bentuknya dengan inovasi yang baru, konsumen akan mudah menerimanya karena bermodalkan kepercayaan yang ada sebelumnya.

Strategi Kepuasan Para Konsumen

Untuk memenuhi kepuasan konsumen, perusahaan mempunyai dua strategi yang dapat dilakukan, yaitu, pertama, Strategi menyerang. Yang dimaksud dengan strategi menyerang yakni adanya sikap agresif dalam melakukan pemasaran kepada pelanggan. Cara yang dilakukan dalam mengimplementasikan strategi ini seperti dengan melakukan promosi. Promosi dapat dilakukan dengan menggunakan spanduk, billboard, dan lain sebagainya. Bisa pula dengan memberikan hadiah kepada pelanggan.

Namun, tetap tidak boleh melakukan promosi gelap terhadap barang sejenis. Tidak boleh juga berpromosi dengan cara memaksa dan menipu. Tidak jarang demi mendapatkan keuntungan, para penjual berusaha menipu pembeli dengan cara seolah-olah sang calon konsumen ini mendapatkan hadiah. Padahal itu hanyalah akal-akalan dari sang penjual. Atau tidak boleh juga selalu menghubungi konsumen yang telah dengan terang-terangan menolak membeli barang yang ditawarkan.

Kedua dengan menggunakan Strategi bertahan. Strategi bertahan yang dimaksud yakni dengan mempertahankan yang sudah ada dan berusaha menambahkan fasilitas menjadi lebih baik lagi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Penyebab Pengertian Manajemen Pemasaran Harus Direkonstruksi
  • Menarik Loyalitas Konsumen
  • Riset Pasar dan Perilaku Konsumen
  • Membincang Motivasi Kerja Karyawan
  • Kesejahteraan Karyawan Bukan Sejahtera Strata Dua
  • Manfaat Sistem Penggajian Karyawan
  • Semua Orang Harus Mempunyai Pengetahuan Bisnis
  • Perencanaan Strategis, Langkah Strategis Menuju Masa Depan
  • Contoh Bisnis Plan untuk Pengelolaan Mini Market
  • Ragam Sudut Pandang Teori Konsumsi
  • Peran Penting Ekspor Impor
  • Manfaat Riset Pemasaran - Analisis Segmentasi Pasar
  • Plus dan Minus Perusahaan Multinasional
  • Mengkaji Arti Bisnis dari Berbagai Pandangan
  • Rahasia Kepemimpinan di Balik Kata SERVE
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA