Kupas Tuntas Keracunan Kehamilan
Keracunan kehamilan terdiri dari preeklamsia dan eklamsia. Penyakit ini dapat timbul pada ibu hamil, baik dalam masa kehamilan maupun selama masa nifas. Keracunan kehamilan ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada masa-masa tersebut. Oleh karena itu, perlu kita waspadai dengan mengetahui lebih dalam mengenai penyakit keracunan kehamilan ini agar dapat terhindar dari resiko kematian.
Biasanya keracunan kehamilan ini terjadi pada kehamilan pertama, kehamilan kembar, atau pada kehamilan yang lebih dari empat kali. preeklamsia berat akan menjadi eklamsia. Pada eklamsia keracunan kehamilanya disertai dengan kejang-kejang. Prosesnya akan semakin meningkat seiring dengan semakin tuanya usia kandungan.
Penyebab Preeklamsia dan Eklamsia
Preeklamsia dan eklamsia sebagai peyakit keracunan kehamilan ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
- Primigravida atau kehamilan yang dialami pertama kali, terutama pada ibu muda.
- Distensi rahim atau pelebaran rahim yang berlebihan.
- Adanya penyakit yang menyertai kehamilan, misalnya diabetes melitus, atau kegemukan.
- Usia ibu yang menjalani kehamilan di atas 35 tahun.
Gejala Preeklamsia
Gejala awal yang timbul pada keracunan kehamilan ini yaitu adanya kenaikan tekanan darah, pembengkakan yang diawali dengan membengkaknya kaki, dan yang terakhir yaitu keruhnya air seni dan adanya kandungan protein pada air seni.
Kebanyakan para ibu hamil menganggap hal ini adalah hal yang biasa, padahal tanpa disadari gejala tersebut akan menimbulkan gejala yang lebih berat dalam waktu yang singkat.
Gejala-gejala tersebut yaitu:
- Pembengkakan yang lebih parah, kadang sampai pada pembengkakan di seluruh bagian tubuh.
- Air seni volumenya menjadi sedikit dan lebih keruh dibandingkan dengan sebelumnya.
- Timbulnya rasa sakit kepala yang hebat, terutama di daerah dahi.
- Timbulnya rasa nyeri pada ulu hati.
- Adanya gangguan pada mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
- Terkadang muncul rasa mual sampai muntah.
Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan kejang atau disebut eklamsia. Untuk menanganinya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan lebih ketat. Bagian yang terpenting adalah laksanakan nasihat dokter atau bidan yang menangani agar keluhan penyakit ini dapat diatasi secepatnya.
Tingkatan Stadium Eklamsia
Jika dibiarkan maka akan muncul gejala-gejala keracunan kehamilan eklamsia sebagai berikut.
1) Stadium Invasi (tingkat awal atau dinamakan aura)
- Berlangsung dalam waktu 30-35 detik.
- Tangan dan kelopak tangan gemetar.
- Mata terpaku dalam keadaan terbuka dengan pandangan kosong.
- Kepala memutar ke arah kanan dan ke kiri.
2) Stadium Kejang Tonik
- Lamanya berlangsung antara 20-30 detik.
- Seluruh tubuh kaku, di mana wajah kaku, tangan dalam keadaan menggenggam, kaki membengkok ke arah dalam, pernapasan terhenti, muka terlihat sianosis, bahkan lidah dapat tergigit.
3) Stadium Kejang Klonik
- Lamanya berlangsung antara 1-2 menit.
- Kejang tonik berubah menjadi kejang klonik.
- Kontraksi otot berlangsung cepat.
- Mulut menganga dan tertutup, lidah dapat tergigit sampai putus.
- Mata melotot.
- Mulut mengeluarkan buih.
- Wajah terlihat kongesti dan sianosis.
- Penderita dapat terjatuh dan dapat menimbulkan trauma tambahan.
- Setelah berhenti kejang klonik, penderita kehilangan kesadaran dan menarik napas seperti mendengkur.
4) Stadium Koma
- Lamanya berlangsung beberapa menit sampai berjam-jam.
- Terkadang di antara kesadaran, timbul serangan baru, dan akhirnya penderita tetap dalam keadaan koma.






