logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Pertolongan Pertama    Keracunan Logam Berat

Waspada Keracunan Logam Berat Besi (Fe)

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Keracunan bahan kimia atau senyawa logam berat, salah satunya besi (Fe) banyak memakan korban anak-anak. Walaupun keracunan akibat Fe tidak menyebabkan kematian, namun bisa menyebabkan gangguan mental yang cukup serius.

Contoh keracunan logam berat Fe sebagian besar terjadi karena banyak preparat yang mengandung Fe diberikan pada anak, baik berupa obat maupun vitamin D. Juga kebiasaan anak makan sembarangan bisa mengakibatkan keracunan.

Besi adalah logam dalam kelompok makromineral di dalam kerak bumi, tetapi dalam biologi besi termasuk dalam sistem makro. Pada umumnya tubuh kita mengandung 4g Fe. Besi sering tersedia dalam preparat obat dan vitamin, termasuk suplemen.

Proses Keracunan Bahan Kimia Fe

Keracunan Fe pada anak terjadi karena anak memakan sekitar 1g Fe, walaupun yang termakan lebih banyak. Kandungan normal Fe pada anak sekitar 10-20mg/kg.

Di dalam tubuh pengontrol pertama pemasukan Fe adalah di dalam usus. Usus berfungsi untuk absorpsi dan sekaligus sebagai ekskresi Fe yang tidak diserap. Besi dalam usus kemudian diabsopsi dalam bentuk feritin.

Feritin kemudian masuk ke dalam darah dan berubah menjadi senyawa transferin yang kemudian ditransfer ke hati atau limpa yang kemudian tersimpan dalam bentuk ferifin dan hemosiderin. Keracunan terjadi apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan Fe dalam ikatan tersebut.

Keracunan Fe dapat menyebabkan permeabilitis dinding pembuluh darah kapiler meningkat sehingga plasma darah merembes keluar. Akibatnya, volume darah menurun dan hipoksia jaringan menyebabkan asidosis.

Gejala Keracunan Bahan Kimia Fe

Ada lima gejala dari keracunan Fe, yaitu sebagai berikut.

  1. Fase pertama biasanya setelah dua jam memakan makanan yang terkontiminasi Fe. Ditandai dengan sakit perut, perut mual yang mengakibatkan diare dan muntah-muntah yang berwarna kecokelatan, kadang tercampur darah.
  2. Terlihat adanya takipnea, takicardia, dan terkadang hipertensi.
  3. Penderita akan lemah, lemas, gelisah dan sakit perut terus- menerus.
  4. Terlihat tanda-tanda pendarahan dan bisa mengakibatkan shock.

Pencegahan dan Pengobatan

Dalam upaya pencegahan perlu dilakukan pengamatan kondisi lingkungan. Perlu adanya kebijakan dan kesadaran dari semua pihak. Jika perlu lakukan penyuluhan, karena masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengetahui racun pada Fe, bahaya, dan penanggulangan keracunannya.
Lakukan pula pengamatan terhadap makanan yang mengandung Fe, khususnya obat-obatan.

Dalam pengobatan Fe akut atau yang sudah cukup parah yaitu dengan mencegah terjadinya absorpsi Fe, baik dari saluran pencernaan maupun saluran pernapasan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara:

  • Memuntahkan makanan yang tercemar yang telah dimakan dengan obat emetika.
  • Dengan menggunakan obat pencahar yaitu pemberian 5% larutan sodium bikarbonat (NaHCO3) di mana sejumlah besi terikat sebagai fero-karbonat yang tidak dapat diabsorpsi.
  • Menguras isi lambung, dapat dengan pemberian obat untuk pencahar seperti garam katartik.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Tips Pertolongan Pertama pada Penyakit
  • Siap Tanggap Terhadap Penyakit Jantung
  • Penyebab Keracunan Jengkol, Si Ati Maung
  • Pertolongan Pertama untuk Korban Keracunan
  • Pengertian Pertolongan Pertama dan Jenisnya
  • Waspada Keracunan Insektisida
  • Memilih Rumah Sakit Yang Baik Untuk Keluarga
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA