logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Makanan Dan Minuman

Penanganan terhadap Keracunan Makanan


Ilustrasi keracunan makanan

Apa Anda pernah mengalami keracunan makanan? Hati-hati saat memakan makanan atau meminum minuman. Meski Anda menganggap bahwa makanan dan minuman Anda telah aman, sikap berhati-hati tetap ada baiknya.

Pengertian Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat diartikan sebagai peristiwa terjangkitnya seseorang ataupun hewan akibat telah mengonsumsi makanan yang tercemar oleh racun. Definisi sederhana tersebut sedikit banyak memaparkan kenapa dan oleh apa, manusia atau hewan dapat mengalami keracunan oleh makanan.

Keracunan makanan ini juga kerap disebut sebagai penyakit bawaan makanan. Hal itu karena kadang racun yang terkandung di dalamnya bisa saja muncul dari makanan itu sendiri dan bukan oleh faktor luar, seperti terpapar minyak tanah atau lain sebagainya. Pada saat mengalami keracunan, beberapa tanda yang akan muncul sebagai gejala keracunan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pusing-pusing
  2. Badan terasa limbung
  3. Muntah-muntah
  4. Muka pucat
  5. Merasa mulas pada perut
  6. Buang-buang air besar
  7. Mual pada dada dan rongga perut atas
  8. Mengalami demam
  9. Menggigil kedinginan

Pada kasus-kasus keracunan oleh makanan ini bahkan kadang-kadang berujung pada kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena sifat racun pada makanan yang menjangkit dalam waktu 48 jam setelah makanan atau minuman itu diserap oleh tubuh Anda.

Keracunan Makanan - Penyebab Keracunan

Apa sebenarnya penyebab hingga keracunan makanan dapat terjadi? Tertuduh utama sebagai penyebabnya adalah bakteri. Bakteri dapat muncul pada makanan yang dihidangkan atau makanan yang disimpan.

Pada makanan yang terhidang, bakteri mungkin saja muncul pada makanan-makanan yang tidak dimasak secara matang sempurna. Dengan begitu, bakteri akan muncul, hidup, dan berkembang di makanan terhidang yang seolah-olah justru menjadi media perkembangbiakannya.

Makanan yang disimpan harus memenuhi persyaratan di bawah 4°C pada lemari pendingin seperti kulkas dan harus 0°C untuk makanan yang disimpan dengan cara dibekukan di dalam freezer. Namun, kadang-kadang ketentuan ini sering diabaikan oleh Anda karena lebih terpaku kepada penghematan energi listrik yang Anda gunakan. Padahal, ada kerugian lain yang mengintai apabila Anda mengabaikan hal ini. Beberapa jenis makanan yang sering dicemari oleh bakteri-bakteri, yaitu sebagai berikut.

  • Susu dan semua makanan berlemak seperti keju, cream, mayonise dan yoghurt
  • Segala macam roti-rotian dan biskuit beremah
  • Segala jenis makanan laut, contohnya kerang 
  • Daging-dagingan, seperti daging sapi, kambing, ikan, dan  ayam
  • Panganan berlemak, contohnya nasi kebuli, nasi lemak, nasi briani, serta mie
  • Makanan kaleng yang cacat kemasan dan kadang-kadang berbercak karat.

Selain bakteri-bakteri yang dapat berkembang biak pada makanan-makanan tersebut terdapat pula racun yang juga dapat timbul pada makanan. Racun pada makanan seperti bakteri juga dapat berkembang pada makanan berikut ini.

  • Panganan mentah
  • Makanan yang tercemar pada saat dimasak atau pengemasan (faktor luar kemasan)
  • Makanan yang tidak disimpan segera
  • Makanan kaleng yang pernah dibuka
  • Makanan angetan (pada makanan kuah bersantan)
  • Buah dan sayur yang tidak dicuci baik
  • Daging, ayam, dan ikan yang tidak disimpan di lemari pendingin
  • Berbagai makanan beku yang dibiarkan `cair' dalam waktu lama kemudian Anda simpan lagi, dengan maksud dipakai lagi untuk waktu berikutnya.

Keracunan Maknanan - Penyebab Keracunan

Nah! Alangkah banyak ternyata segala hal yang dapat menyebabkan munculnya bakteri yang mencemari makanan Anda. Bakteri tersebut ditengarai sebagai biang keladi terhadap keracunan pada makanan.

Hidup sehat dan teratur serta menjaga kebersihan diri, makanan, dan tempat tinggal, jangan sekalipun Anda abaikan. Namun sesungguhnya, penyebab keracunan makanan tidak disebabkan oleh bakteri saja. Namun, ada beberapa organisma lain yang juga berpeluang meracuni makanan Anda. Berikut adalah jenis organisma dan tanda-tanda yang muncul pada saat meracuni makanan.

a. Keracunan oleh Bakteria 

Penyebabnya dari keracunan ini adalah adanya campylobacterosis oleh bakteri campylobacter. Bakteri ini biasanya terdapat pada ayam mentah, daging, dan susu. Jenis toksin serta tanda-tanda keracunan yaitu sebagai berikut.

  • Mencret-mencret, disebabkan oleh bakteria escherichia coli atau E. coli. Umumnya keracunan ini karena mengonsumsi makanan dan air yang tidak bersih. 
  • Kolera, disebabkan oleh bakteri vibro cholera. Biasanya terdapat pada ikan, kerang, serta jenis-jenis siput yang ditangkap dari kawasan air tercemar.
  • Gastroenteritis disebabkan oleh yersinia enterocolitica. Bakteria ini hidup dalam daging, air, sayuran mentah, serta susu yang tidak dimasak. 
  • Listeriosis, penyebabnya adalah bakteria listeria monocytogenes. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan saraf.
  • Disenteri atau Shigeliosis, disebabkan oleh bakteria shigella sp.
  • Salmonelosis, disebabkan oleh bakteri salmonella yang terdapat dalam ayam.
  • Keracunan makanan karena adanya bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan jenis bakteri yang susah mati pada suhu tinggi.

b. Keracunan oleh Virus 

  • Hepatitis A, disebabkan oleh virus pada kerang dan siput- siput yang menempel pada sayuran mentah yang tidak dicuci sempurna. 
  • Norwalkvirus, disebabkan oleh virus Norwalk. Virus ini terdapat pada kerang dan siput-siput yang tercemar oleh kotoran manusia.

c. Keracunan oleh Protozoa 

  • Giardiasis, disebabkan oleh protozoa Giardia lamblia. Protozoa ini terdapat pada usus dan pencernaan manusia, seringnya karena tidak mencuci tangan sebelum makan.
  • Amebiasis, lebih sering dikenal sebagai disenteri amebik dan disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

d. Penyebab Lain Keracunan

Keracunan makanan dapat juga disebabkan oleh cendawan beracun. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh buah dan sayuran yang terlengketi racun serangga.

Keracunana Makanan - Pertolongan Pertama pada Orang yang Keracunan

Jika ada anggota keluarga Anda yang mengalami keracunan makanan, maka harus diupayakan untuk segera mendapat pertolongan. Pertolongan pertama pada keracunan makanan harus dilakukan sangat cepat. Hal tersebut karena racun dapat mengotori pembuluh darah dan menyebar dalam tubuh dalam waktu 48 jam.

Oleh karena itu, dalam masa waktu tersebut, Anda harus berusaha kerasa mengeluarkan racun dari dalam tubuh atau setidaknya memberi penetral dan penawar racun kepada korban. Hal yang perlu dilakukan untuk melakukan pertolongan pertama pada orang yang mengalami keracunan, yaitu sebagai berikut.

  1. Minumkan susu kepada korban, apabila korban masih dalam keadaan sadar.
  2. Bisa juga berikan air kelapa muda dari pohon kepada korban.
  3. Apabila korban dalam keadaan pingsan, telungkupkan atau miringkan korban.
  4. Korek isi mulut korban barangkali saja masih ada sisa makanan beracun yang dapat keluar.
  5. Beri napas buatan dari mulut ke mulut atau resusitasi.
  6. Bila masih ada waktu, bawa korban ke rumah sakit atau paramedis terdekat.
  7. Mengamankan barang bukti berupa makanan beracun yang mungkin menjadi suspek dari peristiwa keracunan tersebut.
  8. Beri arahan dan ingatkan yang lain untuk tidak menyentuh makanan yang menjadi suspek tadi.
  9. Laporkan secara rinci kepada petugas kesehatan ataupun dokter.

Ahli kesehatan dan gizi dr. Budi Sutomo, S.Pd dalam blognya, memberi saran ketika menemukan kasus keracunan makanan. Adapun saran yang diutarakannya sehubungan dengan kasus tersebut, yaitu sebagai berikut.

  • Memberi air putih sebanyaknya kepada korban atau memberikan susu yang dicampur telur mentah.
  • Meminumkan norit dengan dosis 3 hingga 4 butir tablet. Obat tersebut harus dikonsumsi selama tiga kali berturut-turut dalam tiap jam.
  • Apabila tidak memiliki norit, maka berikanlah air santan kental yang dicampur dengan sesendok garam dapur. Bisa juga dengan memberikan air kelapa hijau yang dicampur dengan garam dapur.
  • Membantu memuntahkan sisa makanan beracun. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengorek isi mulut korban keracunan. Dimana korban harus memiringkan kepala dengan posisi badan yang lebih tinggi dari kepala.

Keracunan Makanan - Antisipasi terhadap Keracunan

Istilah tindakan pencegahan lebih baik dari pada pengobatan, terbukti memang masih tetap efektif. Sebelum masalah keracunan makanan terjadi pada Anda ataupun anggota keluarga yang lain, ada baiknya jika Anda mengantisipasinya terlebih dahulu. Antisipasi yang dapat Anda lakukan, yaitu sebagai berikut.

  • Mengurangi konsumsi makanan kaleng atau siap saji. Makanan segar yang dimasak sendiri di rumah jauh lebih baik daripada Anda menyantap jajanan dan makanan yang dijajakan.
  • Mengecek setiap membeli bahan makanan. Pada makanan kemasan, perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Pada makanan mentah, disarankan untuk bertanya pada pedagang, kapan bahan makanan tersebut diproduksi, dipotong atau dipanen. Sedikit berhati-hati tidak mengapa bukan?
  • Kurangi mengonsumsi telur mentah atau telur setengah matang.
  • Membiasakan diri mencuci tangan, sebelum dan sesudah makan atau menyentuh makanan.
  • Gunakan peralatan makan yang bersih selama menyediakan makanan. Kalau perlu, rendamlah peralatan makan tersebut di dalam air masak yang hangat-hangat kuku.
  • Biasakan mencuci buah-buahan dan sayur-sayuran. Apalagi bagi Anda yang menyukai lalapan mentah.
  • Kurangi kebiasaan menyimpan bahan makanan terlalu banyak di lemari pendingin. Membeli kebutuhan secukupnya lebih bijaksana bagi kesehatan dan perekonomian keluarga Anda.

Selain melakukan atisipasi terhadap makanan-makanan dari kemungkinan racun yang ada di dalamnya, terdapat pula beberapa tips agar anda dapat terhindar dari keracunan makanan tersebut. Tips-tips tersebut, yaitu sebagai berikut.

  • Pisahkan wadah makanan matang yang disimpan dengan bahan makanan mentah stok keluarga Anda untuk menghindari pencemaran makanan silang.
  • Bersihkan lebih dahulu daging-dagingan sebelum dimasukkan lemari pendingin, seperti ikan disiangi, daging dicuci bersih dari darah-darah yang menempel, serta ayam dibersihkan dari lendir dan dicuci di air mengalir.
  • Ketika memasak, hindari menggunakan alas potong yang terbuat dari bahan akrilik.
  • Gunakan peralatan potong yang berbeda untuk bahan makanan mentah yang berbeda pula.
  • Masak semua makanan dengan sempurna.
  • Apabila menyimpan kelebihan makanan matang, jangan disimpan lebih dari 4 jam.

Kasus keracunan makanan memang masih seringkali terjadi pada saat sekarang ini. Oleh karena itu, Anda harus selalu menjaga kebersihan serta memerhatikan pengolahan asupan makanan yang Anda makan agar terhindar dari keracunan makanan. Hal itu karena kalau bukan Anda yang menjaga kesehatan diri Anda sendiri, lalu siapa lagi? Semoga uraian tersebut dapat berguna bagi Anda.

Penyebab, Gejala, dan Penanganan Keracunan Makanan

Sebuah Koran ibukota memberitakan kasus keracunan makanan (food intoxication) yang marak terjadi akhir-akhir ini. Dari berita tersebut terungkap data keracunan makanan yang semuanya terjadi pada 2010, di antaranya sebagai berikut.

55 warga di Jember, Jawa Timur keracunan saat menyantap hidangan resepsi pernikahan.22 santri sebuah Pesantren di Tangerang keracunan saat acara khataman di pesantren.28 warga Marunda Baru, Cilincing, Jakarta Utara, keracunan usai menyantap hidangan acara syukuran.100-an karyawan suatu pabrik di Margahayu, Bandung, Jawa Barat, keracunan makanan katering pabrik pada saat makan siang.Nampaknya dari semua kasus, semuanya memiliki pola dan bentuk yang sama, yaitu terjadi di dalam sebuah kegiatan massal, seperti resepsi pernikahan, syukuran, makan siang karyawan, atau buka puasa bersama, dan makanan dikemas dalam bentuk kotak atau langsung dimakan prasmanan.

Penyebab

Melihat pola tersebut, penyebab semua kasus keracunan itu hampir dipastikan sama, yaitu karena hal-hal sebagai berikut.

• Tidak Higienis

Kurang perhatiannya pihak pengelola makanan (catering) terhadap kebersihan makanan menyebabkan makanan menjadi tidak higienis dan tercampur mikroba yang bersifat patogen (mengandung penyakit). Mikroba tersebut akan semakin berkembang biak tanpa disadari.
Berkembang biaknya mikroorganisme jahat tersebut biasanya karena buruknya sanitasi saat makanan diolah, sehingga pada saat disantap terjadilah peristiwa keracunan makanan tersebut.

• Rendahnya Kualitas Bahan Makanan

Bahan makanan yang berkualitas rendah menyebabkan makanan mudah rusak karena saat disinggahi mikroorganisme maka kana langsung terurai. Apalagi makanan berbahan dasar hewani yang memang paling cocok untuk perkembangan mikroorganisme,

• Adanya Zat Aditif yang Tidak Tepat

Bahan tambah atau zat aditif seperti pewarna, pengawet, penguat rasa,  dan pemanis bila ditambahkan ke makanan secara berlebih atau tidak tepat maka akan menimbulkan keracunan. 
Salah satu contohnya adalah penggunaan formalin pada proses pembuatan bakso. Bila formalin tersebut masuk ke sistem pencernaan manusia maka dapat berakibat fatal.

Gejala dan Penanganannya

Hampir semua kasus keracunan memiliki gejala yang sama, seperti pusing-pusing, mual, muntah-muntah, badan lemas, mata berkunang-kunang, diare bahkan sampai kejang-kejang dan pingsan. 

Bila gejala-gejala tersebut sudah dirasakan, maka secepatnya korban langsung dilarikan ke rumah sakit. atau diberikan  pertolongan pertama. Sebab bila korban keracunan tersebut didiamkan maka akan beresiko kematian. Pertolongan pertama bagi korban keracunan makanan adalah sebagai berikut.

Usahakan agar makanan yang sudah tertelan dapat dimuntahkan kembali.Berikan cairan garam physiologis (pekat) hangat untuk membilas.Minumkan larutan norit atau susu hangat agar racun yang tertelan dapat dinetralkan kembali.Berikan obat antidoticum untuk mengurangi gejala-gejala akut.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis Makanan Sehat Kaya Nutrisi
  • Cara Alami Untuk Menggemukkan Badan
  • Makanan Untuk Penderita Maag
  • Sejuta Manfaat Minyak Ikan
  • Makanan Penurun Kadar Kolesterol
  • Makanan Penambah Berat Badan Si Kurus
  • Variasi Menu Makanan Untuk Sahur
  • Manfaat Jamu Kunyit, Bagi Kecantikan dan Kesehatan
  • Menilik Manfaat Sayur Bayam Sayur Penyelamat Amerika
  • Magic Plant Itu Bernama Mengkudu
  • Cara Cepat Gemuk
  • Kriteria Makanan Sehat yang Menyehatkan Tubuh
  • Sejuta Manfaat Minum Madu
  • Fitonutrien Dan Manfaat Sayuran Bagi Kesehatan
  • Memilih Menu Makanan Berlemak Rendah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA