logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah    Kerajaan Demak

Kerajaan Demak - Pusat Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sebelum berbentuk sebagai sebuah negara yang memiliki sistem pemerintahan modern, Indonesia lebih dulu sudah mengenal sistem pemerintahan berbentuk kerajaan, salah satunya Kerajaan Demak. Kerajaan yang terdapat di Indonesiapun jumlahnya cukup banyak. Tiap-tiap wilayahnya memiliki sistem kekerajaannya sendiri, termasuk juga Kerajaan Demak.

Daerah kekuasaan pun terbagi menjadi beberapa bagian, bergantung sejauh dan sebesar apa kerajaan itu berkuasa. Salah satu kerajaan terbesar yang dimiliki oleh Indonesia pada zaman dahulu adalah kerajaan Demak.

Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak merupakan kerajaan berbasis Islam pertama di Pulau Jawa. Perkembangan Islam di Pulau Jawa tidak lain berawal dari sebuah kerajaan di daerah Demak ini atau disebut Kerajaan Demak.

Secara geografis, Kerajaan Demak terletak di kabupaten Demak, Jawa Tengah. Oleh masyarakat sekitar, Demak dikenal juga dengan sebutan Bintoro atau Glagah Wangi. Kerajaan Demak merupakan “bawahan” dari Kerajaan Majapahit.

Jika dibandingkan umur, Kerajaan Demak jauh lebih muda daripada Kerajaan Majapahit. namun, berbicara sejarah, Kerajaan Demak nyatanya tidak bisa lepas dari pengaruh Kerajaan Majapahit.

Tentu saja, karena raja dari Kerajaan Demak, Raden Patah adalah seorang Bupati dari Kerajaan Majapahit yang berpindah kepercayaan menjadi Islam.

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam paling besar di pantai utara Jawa. Berdasarakan sebuah sumber dari tradisi Jawa, Demak awalnya adalah keadipatian (kadipaten) dari kerajaan Majapahit dan termasuk pelopor penyebaran agama Islam di Pulau Jawa khususnya, Indonesia pada umumnya. 

Kerajaan Demak berkiprah tidak lama atau berumur pendek dan dengan cepat mengalami kemunduran karena adanya peristiwa perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan Demak. Kekuasaan Demak berpindah ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Masjid Agung Demak adalah salah satu peniunggalan bersejarah Kerajaan Demak yang menurut tradisi dibangun oleh walisongo. 

Pada zaman itu, lokasi ibukota Kerajaan Demak masih bisa dilayari dari laut dan diberi nama Bintara (di dalam bahasa Jawa dibaca Bintoro). Tempat tersebut saat ini telah menjadi Kota Demak di Jawa Tengah. Masa ketika beribukota di lokasi tersebut, terkadang dikenal dengan Demak Bintara. Lalu, pada masa raja ke-4, ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca Prawoto dalam bahasa Jawa). 

Cikal Bakal Kerajaan Demak

Ketika Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran kejayaan, secara otomatis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wliayah yang terbagi menjadi kadipaten-kedipaten itu saling serang dan saling mengaku sebagai pewaris tahta Majapahit. 

Kerajaan Demak didirikan di akhir abad ke-15 dan diperkirakan didirikan oelh seorang Tionghoa Muslim bernama Cek Ko-po. Putranya juga diyakini oleh Tome Pires dalam Suma Oriental-nya sebagai Pate Rodim atau mungkin maksudnya Badruddin (Kamaruddin) yang meninggal pada 1504. Adik Rodim yang bernama Trenggana bertahta pada 1505-1518 dan dari 1521-1546. 

Tradisi Jawa mengungkapkan bahwa pada zaman itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yakni  Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Raden Patah sendiri memperoleh dukungan dari Walisongo, sedangkan Ki Ageng Pengging didukung oleh Syekh Siti Jenar.

Sejarah Kerajaan Demak

Kepemimpinan Raden Patah

Tahun 1500-an, Raden Patah mengambil sebuah keputusan besar dalam sejarah kerajaan di Indonesia. Ia rela meninggalkan kerajaan besar untuk mendirikan sebuah kerajaan Islam. Sebuah kerajaan yang berpusat di kota Demak.

Kemunduran Raden Patah dari Majapahit bukan semata-mata karena ia sudah tidak lagi peduli. Saat itu, kerajaan terbesar yang pernah dimiliki Indonesia itu mengalami suatu kemunduran. Berdirinya Kerajaan Demak mendapat bantuan dari Wali Songo. Sembilan tokoh Agama Islam yang menjadi panutan bagi masyarakat saat itu.

Pengaruh dari Wali Songo sangat kuat. Kerajaan Demak pun berkembang dengan cepat. Kerajaan Demak tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat menjadi sebuah kerajaan Islam yang besar.

Kejayaan Raden Patah dalam memimpin Kerajaan Demak terjadi pada 1511. Daerah kekuasaannya pun meluas hingga daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam memimpin Kerajaan Demak, Raden Patah tidak seorang diri. Raden Patah dibantu oleh anaknya, Pati Unus.

Kepemimpinan Pati Unus

Pati Unus yang saat itu tengah menjabat sebagai adipati Jepara membantu ayahnya untuk terus mengembangkan Kerajaan Demak. Hingga akhirnya Raden Patah meninggal pada 1518. Posisi Raja Demak diturunkan padanya. Pati Unus pun menjadi Raja Demak seutuhnya.

Pati Unus terkenal juga dengan sebutan Pangeran Sebrang Lor. Taklama setelah menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja Demak, Pati Unus pun meninggal. Pati Unus meninggal setelah tiga tahun menjabat sebagai Raja Demak. Tahta selanjutnya jatuh pada tangan adik dari Pati Unus, Pangeran Trenggono. Pati Unus memerintah pada 1518 hingga 1521.

Serangan Kerajaan Demak ke Malaka

Raja Demak, Pati Unus, telah merencanakan untuk menguasai Malaka sejak 1509. Ketika itu, Malaka ada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Artinya, serangan Kerajaan Demak ke Malaka bukanlah dilatarbelakangi oleh anti kekuasaan asing, namun merupakan sebuah invasi imperialis. Pada 1511, Laksamana armada Portugis, Alfonso D’Alburquerque, melangkahi rencana Pati Unus dengan menaklukkan Malaka sehingga Sultan Malaka, Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

Pati Unus sangat mengetahui kekuatan utama Portugis, yaitu armada laut yang dimilikinya. Portugis dikenal mempunyai kapal yang kuat dan bisa dikatakan lebih kuat dari kapal Majapahit. Oleh karena itu, Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Pati Unus berupaya menghidupkan lagi kekuatan armada Majapahit. Lalu, menyatukan kekuatan nusantara untuk mengusir Portugis dari Malaka. Namun, Ppti Unus gagal melawan Portugis.

Kepemimpinan Pangeran Trenggono

Pangeran Trenggono memerintah dengan baik. Kerajaan Demak kembali mencapai masa kejayaannya. Daerah kekuasaan Kerajaan Demak kini sudah mulai menyentuh wilayah Jawa Barat. Itu semua berkat kepemimpinan Pangeran Trenggono yang bijaksana, gagah, dan berani. Masa kepemerintahan Pangeran Trenggono berlangsung dari tahun 1521 hingga 1546.

Kerajaan Demak dan Portugis

Portugis adalah musuh utama dari Kerajaan Demak. Portugis menghambat berkembangnya Kerajaan Demak. Secara bersamaan, datanglah seorang ulama, bernama Fatahillah yang juga tidak senang dengan tingkah laku Portugis. Fatahillah dan Pangeran Trenggono pun bersatu untuk mengusir Portugis dari tanah Sunda pada saat itu.

Tahun 1527, Portugis akhirnya berhasil dikalahkan oleh Jayakarta yang lebih dulu telah mengakui kebesaran Fatahillah. Sementara upaya menyatukan seluruh Jawa dalam satu kerajaan terus dilakukan Pangeran Trenggono. Pengeran Trenggono berhasil menaklukan Mataram dan Singasari. Beliau akhirnya meninggal ketika hendak menaklukan daerah Pasuruan.

Keruntuhan Kerajaan Demak

Meninggalnya Pangeran Trenggono menyisakan kepedihan bagi anak dan keluarganya. Perebutan kekuasaan pun tidak bisa dielakkan. Perebutan kekuasaan terjadi antara anak dari Pangeran Trenggono dengan adik Pangeran Trenggono. Naas, dua keturunan dari Pangeran Trenggono itu tidak ada satupun yang berhasil memerintah.

Para keturunan Pangeran Trenggono dihabisi oleh Arya Penangsang. Arya Penangsang adalah sosok kejam yang sama sekali tidak disukai rakyatnya. Ia bahkan membunuh Adipati Jepara. Melihat suaminya terbunuh, Ratu Kalinyamat, istri dari Adipati Jepara, meminta bantuan dari adipati-adipati lain untuk melawan Arya Penangsang.

Di antara adipati tersebut terdapat menantu Sultan Trenggono bernama Joko Tingkir. Joko Tingkir lah yang akhirnya bisa mengalahkan Arya Penangsang. Kerajaan Demak pun dipindahkan ke Pajang pada 1568.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Perjuangan Irian Barat yang Panjang dan Berliku
  • Pengertian Sejarah Peradaban Islam
  • Sekilas Tentang Candi Prambanan
  • Mengenang Kembali Perjuangan Ki Hajar Dewantara
  • Menguak Kisah Tentang Sejarah Kerajaan Majapahit
  • Peradaban Yunani: Peradaban Tertinggi di Masa Lalu
  • Peradaban Atlantis dan Implikasinya Bagi Indonesia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA