Perkembangan Kerajinan Patung di Dunia - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi kerajinan patung
Kerajinan patung atau seni membuat patung (dalam bahasa Inggris disebut sculpture) adalah cabang seni visual yang beroperasi dalam tiga dimensi. Secara tradisional, pembuatan patung telah berfokus pada ukiran dan pemodelan yang umumnya dipahatkan pada batu, kayu, dan logam. Tapi, pada zaman modern ini, terjadi pergeseran dalam seni kerajinan patung yang menciptakan kebebasan berekspresi, baik pada media maupun proses membuatnya.
Sejarah Kerajinan Patung
Tradisi patung Barat dimulai sejak zaman Yunani Kuno dan secara luas dipandang sebagai sebuah produksi karya hebat pada zaman klasik tersebut. Selama abad pertengahan, patung Gothic dianggap mewakili penderitaan dan nafsu dari kepercayaan Kristen. Kemudian, kebangkitan model klasik Renaissance menghasilkan para pengrajin patung terkenal, seperti David Michelangelo.
Kerajinan patung modern telah jauh dari proses tradisional dan lebih menekankan pada penggambaran tubuh manusia dalam pembuatan patung, dan hasil jadinya disebut sebagai karya seni yang selesai atau telah jadi.
Tipe-Tipe Patung dalam Seni Kerajinan Patung
Beberapa bentuk umum dari patung adalah sebagai berikut.
• Patung yang berdiri bebas yaitu patung yang dapat dilihat secara leluasa dari segala sisi, kecuali dasarnya. Jenis patung ini dimaksudkan agar dapat dilihat dari setiap sudut.
• Patung suara (sound sculpture) adalah patung yang berhubungan dengan suara atau instalasi seni suara. Jenis patung ini merupakan seni intermedia yang didasarkan pada bentuk seni pembuatan patung atau objek seni apa saja yang menghasilkan suara. Seniman patung suara biasanya adalah seniman, terutama visual artist atau komposer yang tidak secara langsung membuat patung suara.
• Patung cahaya (light scuplture) adalah sebuah seni intermedia yang berbasis waktu, di mana bentuk seni patung atau objek apa saja yang dihasilkan menghasilkan cahaya.
• Perhiasan atau jam
• Patung relief (relief sculpture) adalah jenis patung yang ditemukan di dinding atau dibuat integral di permukaan dinding. Tipe patung ini juga termasuk jenis kerajinan tangan tiga dimensi. Kerajinan patung yang satu ini membutuhkan bidang permukaan datar untuk mendukung pembuatannya, serta adanya kombinasi dari bentuk tiga dimensi atau dua dimensi. Ada tiga jenis patung relief, yakni alto, bas, dan cekung.
Pada Alto, hampir sepenuhnya ukiran dibuat di atas permukaan bidang. Ini akan membentuk bentukan yang sangat baik, dan sangat sedikit sekali menyentuh dasar atau bidang. Sementara pada Bas, bentuknya tidak keluar dari batas yang telah ditentukan pada bidang. Ini adalah dekorasi umum yang ada pada bangunan Yunani atau Romawi dan Colloseum. Sedangkan, Cekung atau Sunken adalah sebuah gambar yang diukir pada permukaan.
• Patung pahatan (statue sculpture) merupakan patung yang dibuat dengan cara memahatnya membentuk sebuah patung. Bahannya biasanya terbuat dari kayu
• Patung setengah badan adalah representasi patung yang dibuat setengah badan. Biasanya menggambarkan kepala seseorang hingga leher, serta bagian variabel dada dan bahu. Patung ini biasanya dibuat sangat mirip dengan aslinya jika patung tersebut merupakan figur manusia. Bahan yang cocok untuk patung ini adalah marmer dan tanah liat.
• Patung berkuda (equestrian statue) adalah patung seseorang yang sedang menaiki atau mengendarai kuda. Istilah "equestrian" berasal dari bahasa Latin "equus" yang berarti "kuda" dan "eques" yang berarti "kesatria". Sedangkan, patung kuda tanpa pengendara disebut "equine statue".
Sebuah patung berkuda ukuran penuh adalah sebuah objek yang sulit dibuat. Oleh sebab itu, harga patung ini sangatlah mahal. Orang yang biasanya dibuatkan patung berkuda ini adalah penguasa dan anggota militer yang memiliki banyak pengaruh.
• Stacked art adalah sebuah seni patung yang dibuat dengan menempel, menumpuk, atau menyusun benda-benda sehingga menghasilkan suatu karya sni bernilai tinggi. Bahan membuat seni ini bisa apa saja, seperti CD, botol minuman, kaca, kayu, atau buku.
• Patung arsitektur (architectural sculpture) adalah sebuah karya seni atau kerajinan patung yang dibuat oleh seorang arsitek atau pematung dalam sebuah desain bangunan, seperti makam atau jembatan. Patung ini biasanya terintegrasi dalam struktur, tetapi berdiri bebas yang merupakan bagian dari keaslian desain patung arsitektur tersebut.
Material dan Bahan Pembuatan Kerajinan Patung
Bahan yang digunakan dalam pembuatan patung sangat beragam dan selalu berubah sepanjang sejarah. Pematung biasanya berusaha untuk menghasilkan karya seni sepermanen mungkin. Material yang cukup mahal dalam pembuatan patung adalah marmer, kapur, porphyry, dan granit. Adapun beberapa bahan yang sangat jarang digunakan adalah emas, perak, giok, dan gading.
Bahan yang paling umum dan murah untuk membuat patung adalah jenis kayu keras, seperti oak, kaca, terakota dan bahan keramik lainnya, serta logam, seperti timah dan seng.
Patung yang telah jadi kerap diberi cat, namun biasanya mudah kehilangan catnya seiring waktu. Teknik-teknik dalam melukis juga kerap digunakan dalam pembuatan patung, di antaranya teknik tempera, lukisan cat minyak, penyepuhan, aerosol, enamel, dan sandblasting.
Banyak pematung mencari cara dan bahan baru untuk membuat sebuah karya seni. Salah satu karya terkenal Pablo Picassi terbuat dari bagian-bagian sepeda. Alexander Calder dan pematung modernis lainnya memanfaatkan bahan painted steel. Sedangkan, seorang seniman bernama Andy Goldsworthy membuat karyanya dari bahan-bahan alami.
Sejak 1960-an, akrilik dan plastik juga digunakan sebagai bahan pembuatan patung. Sedangkan, beberapa pematung menggunakan kaca patri atau suku cadang kendaraan bermotor untuk karya mereka. Biasanya, pematung membuat karya-karya berukuran kecil terlebih dahulu yang disebut maquettes (maket) sebagai contoh atau model yang terbuat dari lilin dan tanah liat, atau plastisin.
Kerajinan Patung di Asia
Berbagai macam kerajinan patung di Asia, dengan beragam bentuknya, menjadi seni keagamaan berdasarkan ajaran Hindu dan Buddha. Banyak patung Hindu Kamboja yang diawetkan di Angkor. Di Thailand, patung Buddha bahkan banyak yang dibuat dari emas.
• Kerajinan Patung di Cina
Artefak dari Cina telah ada sejak 10.000 SM. Para pengrajin Cina sudah terampil dan aktif membuat patung sejak awal sejarah. Namun, sebagian besar patung berasal dari periode sejarah terpilih. Periode pertama berasal dari Dinasti Zhou Barat (1050-771 SM) yang mayoritasnya terbuat dari perunggu. Periode berikutnya (206 SM-220 M) berasal dari Dinasti Han.
• Kerajinan Patung di Jepang
Telah tak terhitung lukisan dan patung yang dibuat oleh masyarakat Jepang, dan seringkali pembuatannya disponsori pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dibuat berkaitan dengan agama dan medianya lebih condong pada berkurangnya kepentingan tradisi Buddha di sana.
• Kerajinan Patung di India
Patung dari India yang pertama dikenal berasal dari peradaban Lembah Sungai Indus (3300-1700 SM). Patung-patung tersebut ditemukan di Mohenjo-Daro dan Harappa pada zaman modern Pakistan.
India kemudian memproduksi perunggu dan ukiran batu dengan tingkat kerumitan yang tinggi, seperti sebuah ukiran candi terkenal yang dihiasi berbagai variasi eleman agama Hindu. Patung "Ajanta Ellora" milik India adalah salah satu Indian Rock-cut architecture dan mungkin sebuah skema patung terbesar dan paling ambisius di dunia.
• Kerajinan Patung di Myanmar
Patung Myanmar tradisional muncul sebelum periode Bagan dan dipengaruhi pertengahan era Bagan. Patung-patung Myanmar didasarkan pada agama Buddha yang datang dari Selatan India pada abad ke-11.
Sebagian besar patung kayu dari Bagan dan Ava telah hilang karena berbagai keadaan dan hanya menyisakan beberapa patung hingga saat ini. Satu patung kayu yang beredar milik Bagan adalah salah satu portal lama Shwesigone Pagoda di Kota Nyaung-U.
Patung tradisional Myanmar terdiri atas patung kayu, patung batu, dan patung kayu plester. Patung kayu adalah jenis kerajinan patung yang lebih disukai masyarakat Myanmar saat ini.

