logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Merajut    Cara Merajut atau Merenda

Belajar Kerajinan Rajut untuk Anak-Anak


Anak-anak belajar kerajinan rajut? Mungkin Anda merasa heran. Sepertinya suatu hal yang mustahil. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja susah unuk belajar merajut. Sesuatu yang kelihatannya susah di mata orang dewasa, kadangkala tidaklah susah bagi anak-anak. Malah ada yang menggunakan kerajinan satu ini sebagai salah satu terapi untuk anak-anak autis atau berkebutuhan khusus lainnya.

Manfaat Merajut

Belajar kerajinan merajut pada anak-anak secara berkelanjutan dapat dijadikan sarana terapi untuk melatih kesabaran, pengendalian diri dan konsentrasi. Terutama pada anak yang mengalami ADHD (Attention-Deficit/Hiperactivity Disorder), yang membuat anak mengalami gangguan dalam berkonsentrasi.

Anak cenderung untuk hiperaktif dan impulsive. Dengan merajut, mereka bisa duduk diam atau sambil berdiri dengan tangan yang tetap menggerakan jarum khusus merajut. Mereka akan terpesona dengan benang yang berwarna-warni dan bentuk yang mungkin bisa tercipta dari benang-benang tersebut.

Walaupun pada penderita ADHD tidak dapat langsung diajarkan teknik rajut, ketrampilan satu ini tetap saja menarik untuk dikenalkan kepada anak-anak istimewa itu. Yang harus dipikirkan adalah bahwa Anda perlu melakukan tahap pengenalan dulu agar anak menyukai aktifitas ini. Tahap ini juga harus dilakukan secara perlahan-lahan. Usahakan jangan sampai ada unsur paksaan sama sekali. Tunjukan kalau merajut itu mengasyikan dan bisa membuat hati senang.

Perlihatkan benar-benar yang berwarna-warni kepada anak. Mintalah ia untuk menarik dan memilin atau mengikat dengan benang itu. Jangan putus asa kalau mereka terlihat menghindar dan beralih pada kegiatan lainnya. Kalau tidak ingin konsentrasi mereka pecah, disarankan tidak menyediakan banyak peralatan di ruangan merajut. Hal ini untuk membuat anak hanya terfokus pada satu hal. Kalau terlau banyak yang bisa dilihatnya, masa pengenalan bisa lama dan sangat menguras tenaga.

Perlihatkan bagaimana menyenangkannya merajut itu. Beri contoh dan ajak beberapa orang yang sedang asyik merajut. Lambat laun sang anak akan tertarik dengan sendirinya. Perdengarkan musik yang lembut. Akan lebih baik kalau suasana ruangan untuk merajut itu ada kolam ikan dengan aliran air yang gemericik sehingga suasana begitu tenang.

Bila perlu sediakan kursi goyang yang empuk dengan sandaran yang nyaman. Kalaupun tidak ada kursi goyang, bisa beberapa bantak besar atau sofa agar punggung anak tidak sakit karena lama duduk. Taman yang penuh dengan bunga dan dedaunan hijau juga bisa membuat mata lebih segar setelah menatap rajutan yang cukup rumit.

Bila anak telah tertarik dengan teknik merajut itu, perkenalkan barang yang akan dibuat. Biarkan ia memilih akan membuat apa. Sekira 2-5 bulan, akan akan mulai mahir merajut dan konsentrasinya pun akan semakin lama sehingga ketika ia telah terbiasa berkonsentrasi lama, ia bisa diajari pelajaran yang lainnya. Agar anak semakin senang dan merasa bahwa karyanya dihargai, pajanglah karya itu. Bila perlu buatlah malam pertunjukan yang juga mempertontonkan berbagai karya rajutan anak.

Rajutan itu juga bisa dijual sebagai sarana menambah semangat anak. Tanyailah mereka apa yang akan mereka lakukan dengan uang yang terkumpul. Ajak mereka untuk berbagi dengan sesama agar mereka semakin mengerti bahwa mereka tidak hidup sendirian. Ada lingkungan yang mungkin memiliki anak-anak yang sama dengan mereka.

Walaupun mungkin mereka terlihat tidak terlalu peduli ketika diajak berbagi, percayalah bahwa rangsangan yang mereka dapatkan ketika berkumpul dengan orang lain itu akan membuat mereka semakin paham bahwa mereka ada dan mereka disayangi oleh orang lain.

Anak-anak istimewa ini terkadang akan memberikan kejutan yang luar biasa. Tidak jarang ketika mereka menyembunyikan sesuatu yang nantinya akan diberikan kepada orang yang mereka sayangi. Bentuk rajutan yang indah dengan komposisi warna yang menawan akan membuat orang yang menerima hadiah itu menjadi terharu dan tidak pernah mengira bahwa dampak kerajinan yang diajarkan itu akan mampu membuat seorang anak autis mendapatkan sesuatu.

Merajut juga bisa dilakukan sebagai terapi untuk memulihkan penderita luka pada otak. Selain melatih konsentrasi juga untuk melatih koordinasi jari-jari tangan dengan otak. Cara ini bisa mempercepat penyembuhan pada anak, karena dapat merangsang sel-sel otak. Sama seperti ketika memberikan pelajaran awal kepada anak-anak autis atau yang menderita ADHD, mengajarkan merajut kepada para penderita luka pada otak ini juga harus dengan kasih sayang dan berhati-hati.

Perkenalan yang menyenangkan akan memberikan rangsangan yang sangat baik kepada mereka. Otak akan senang diajak untuk bersenang-senag. Ketika mereka melihat banyak orang yang merasa tenang ketika merajut, mereka juga akan merasa tertarik dan ingin juga terlihat tenang dengan merajut. Analoginya adalah ketika kita melihat orang yang menguap, kita pun akan ikut menguap. Hal ini karena otak terangsang melihat kondisi orang yang menguap yang terlihat damai dan nyaman itu.

Bekal Mengajari Anak

Beberapa hal yang patut Anda perhatikan sebelum mengajari anak merajut adalah jangan paksa anak. Jika anak terlihat tidak menyukai kerajinan satu ini jangan dipaksakan. Biarkan anak menyukai dengan sendirinya. Bila anak merasa terpaksa, dikuatirkan akan meninggalkan luka traumatis pada dirinya kelak.

Hormati mood anak. Adakalanya anak-anak tiba-tiba tidak tertarik sama sekali dengan sesuatu hal yang dia pernah suka. Bila anak sedang tidak mau merajut biarkan saja. Suatu saat kalau dia sedang ‘mood’ pasti akan asyik merajut tanpa henti. Bisa jadi lupa dengan aktivitas yang lain. Ajari perlahan-lahan.

Dalam bidang apapun, mengajari anak membutuhkan kesabaran. Begitu juga dengan merajut. Setiap anak mempunyai kadar kemampuan yang berbeda. Ajarkan anak sesuai dengan kemampuannya. Jangan pernah bandingkan antara anak yang satu dengan yang lain.

Pergunakan buku panduan. Jika Anda kesulitan untuk menjelaskan pada Anak. Pergunakan buku belajar kerajinan rajut khusus untuk anak-anak. Dalam buku ini ada gambar tahap demi tahap dengan warna warni meriah. Bisa jadi dengan adanya buku ini, anak lebih semangat belajar kerajinan rajut. Rajutan yang mudah. Sebagai tahap awal. Ajari anak membuat rantai tunggal.

Bimbinglah anak untuk membuat rajutan yang mudah, seperti syal panjang, taplak meja kecil atau biarkan saja anak Anda membuat kerajinan rajut sesuka mereka. Gunakan jarum rajutan yang besar. Tangan mereka akan kesulitan kalau menggunakan jarum rajut kecil. Biarkan anak mencoba sendiri ukuran jarum rajut yang nyaman di jari-jari mereka.

Berilah pujian. Yang terakhir ini adalah yang terpenting. Apabila hasil kerajinan rajut anak Anda terlihat tidak rapi, besar kecil rantai tidak rata ataupun bentuknya tidak lurus, biarkan saja. Apapun hasil rajutan Anak, berikanlah pujian. Biarkan Anak berproses dengan sendirinya.

Bagaimanapun dia sudah bekerja keras untuk menghasilkan karya buatannya sendiri. Jangan bandingkan karya mereka dengan karya anak yang lain. Mereka akan sangat sensitif. Kalaupun mereka mengatakan bahwa rajutannya lebih jelek dibandingkan dengan yang lain, tenangkanlah hatinya.

Berilah ia waktu untuk mendapatkan kepercayaan dirinya lagi bahwa merajut itu menyenangkan dan tidak peduli apakan hasilnya lebih bagus atau tidak lebih bagus dibandingkan rajutan orang lain. Kalau mereka mengamuk karena rajutan yang mereka inginkan ternyata pola atau desainnya lebih sulit, peluklah dan katakan bahwa tidak harus mencapai kesempurnaan untuk merasa bahagia. Kalaupun belum bisa seperti itu, biasakan untuk memahami kalau segala sesuatu itu butuh proses.

Indahnya Rajutan

Keindahan rajutan anak akan membuat orangtua kadang tanpa sadar melontarkan pujian yang berlebihan. Begitupun ketika mereka melihat rajutan yang kurang indah. Kadang ketika orang yang melihat rajutan yang tidak berbentuk, mereka akan melontarkan kata-kata yang bisa menyakitkan.

Inilah yang harus diperhatikan ketika akan memamerkan hasil rajutan anak-anak. Beri pengarahan kepada para orangtua dan orang-orang yang akan menonton pameran itu. Beri mereka pengertian bahwa yang membuat rajutan itu adalah anak-anak istimewa.

Jangan sampai kata-kata yang tidak menyenangkan anak akan membuat mereka berhenti merajut dan tidak mau lagi terlibat dalam kegiatan yang menggunakan kerajinan rajut sebagai sarana belajar. Untuk lebih memberikan pendidikan kepada masyarakat luas, tampilkan juga gambar anak yang merajut benda yang dipamerkan.

Berilah keterangan usia dan sejak kapan ia mulai merajut. Dengan melihat penampilan anak-anak istimewa itu, orang akan lebih memberikan apresiasi yang bagus terhadap usaha yang telah dilakukan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tampil Gaul dengan Topi Rajut
  • Kursus Merajut
  • Membuat Tas Rajut Kualitas Ekspor
  • Menangkap Peluang Bisnis Kerajinan Rajutan
  • Membuat Rajutan untuk Pemula
  • Rajutan Jepang yang Mempesona
  • Tampil Gaya dengan Sepatu Rajut
  • Syal Rajut, Pelengkap Penampilan
  • Mudahnya Cara Membuat Sprei Sendiri
  • Cara Belajar Membuat Rajutan Tangan
  • Membuat Rajutan
  • Rajutan Benang Wol dan Peluang Bisnis
  • Seni Rajut, Tradisi Global yang Tak Pernah Mati
  • Tampil Cantik dengan Sandal Rajut
  • Mesin Rajut vs Rajut Tangan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA