logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Menentukan Awal Kerangka Penelitian


Ilustrasi kerangka penelitian

Kegiatan penelitian di era kemajuan ilmu pengetahuan ini semakin banyak dilakukan. Siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menangah Ataspun dituntut mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana. Tuntutan tersebut terdapat dalam kompetensi dasar pelajaran bahasa Indonesia mengenai penulisan karya ilmiah hasil penelitian. Meskipun penelitian sederhana yang dilakukan hanya berupa laporan pengamatan atau kajian pustaka, siswa sudah mendapat pengalaman berharga.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, diharapkan siswa akan semakin mengembangkan kemampuannya dalam melakukan penelitian nantinya. Bagi mahasiswa baik S1, S2, maupun S3, penelitian merupakan sebuah wahana untuk mengembangkan ilmu pengatahuan. Hasil penelitian tersebut dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat sesuai dengan bidang yang diteliti.

Penelitian juga memiliki objek-objek yang berbeda, tergantung pada topik dan tema yang akan diteliti. Apakah itu berkaitan dengan ilmu sosial atau ilmu pasti. Oleh karena itulah diperlukan sebuah pemikiran dasar yang akan menjadi kerangka penelitian, tipe penelitian seperti apa yang akan dilakukan, metode penelitian apa yang akan digunakan, variabel penelitian seperti apa yang akan  diajukan.

Untuk menentukan awal dalam sebuah kerangka penelitian, peneliti tentunya harus memulainya dari teori-teori dasar yang ada. Misalnya daam penelitian kegiatan pemasaran, peneliti dapat menggunakan teori seperti Philip Kotler, Jack Trout atau penelitian yang berkembang saat ini. Teori dalam bidang lain dapat ditemukan di referensi yang tidak terbatas jumlahnya. Bahkan, jurnal ilmiah yang memuat mengenai teknik penelitianpun tersedia dalam bahasa Inggris.

Persiapan Menyusun Kerangka Penelitian

Menyusun kerangka yang memuat penelitian sebenarnya hampir sama dengan menyusun kerangka pada karangan apapun. Intinya, si penulis atau si calon pengarang harus memiliki bekal yang cukup tentang apa yang akan ditulis. Dalam cerita pendek yang termasuk ke dalam karangan fiksipun, penulisnya harus benar-benar menguasai dunia cerpen yang akan ditulisnya. Demikian pula dengan penelitian yang membutuhkan pemahaman yang kuat.

Pemahaman dan kemampuan yang dimiliki peneliti bukan hanya mengenai bidang yang akan diteliti. Pemahaman dasar mengenai penelitian dan kemampuan menggunakan bahasapun sangat penting untuk dikuasai. Ilmu dasar mengenai penelitian yang harus dikuasai adalah jenis, aturan main, cara memperoleh data, cara mengolah data, dan tujuan dari masing-masing jenis penelitian tersebut. Selain itu, masih banyak istilah yang harus dikuasai. Hal inilah yang menjadi bekal utama seorang peneliti.

Dalam menulis kerangka maupun karya ilmiah utuh, seorang peneliti harus memiliki kemampuan yang cukup dalam menggunakan bahasa tulis. Kemampuan tersebut mencakup penggunaan ejaan dan tanda baca, pemilihan kata, pembentukan kata, penyusunan kalimat, dan pengembangan paragraf. Aspek bahasa sangat penting, mengingat karya tulis ilmiah dalam bentuk apapun memiliki aturan penulisan yang baku dan mutlak.  

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan persiapan, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat kerangka penelitian. Bagi peneliti pemula, semua aspek ini perlu dikuasai sebagai persiapan yang matang agar tidak terjadi kendala dalam penelitian selanjutnya.

1. Memahami Jenis Penelitian

Jenis penelitian umumnya terdiri atas dua jenis, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Seperti namanya, penelitian kualitatif menunjukkan hasil penelitian berupa teori atau pengembangan konsep. Sedangkan, kuantitatif menggunakan data yang berupa angka matematis. Dalam bidang pendidikan tertentu, jenis penelitian masih memiliki berbagai jenis. Contohnya, pada bidang pendidikan mengenal istilah penelitian pengembangan, eksperimen, penelitian tindak kelas, dan kajian pustaka. Jenis penelitian ini memiliki perbedaan dalam hal data, cara memperoleh data, analisis data, hingga teori yang digunakan. Pemahaman mengenai jenis penelitian ini sangat penting untuk menyusun kerangka. Hal ini disebabkan karena akan mempengaruhi judul, rumusan masalah, serta bagian lainnya.

2. Mengenal dan Memahami Istilah dalam Penelitian

Dalam penelitian, terdapat berbagai istilah penting yang harus dipahami. Istilah tersebut berupa istilah penting yang saling berhubungan, mulai dari komponen hingga penyusunnya. Salah satu yang penting adalah data. Data merupakan informasi faktual yang diolah dalam penelitian. Selain itu masih banyak istilah lain seperti variabel, populasi, sampel, instrumen, dan sebagainya.

3. Memahami Sistematika dan Karya Ilmiah hasil Penelitian

Sistematika bisa ditemui di Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Sedangkan contoh karya ilmiah bisa dilihat dalam bentuk laporan hasil penelitian, skripsi, maupun karya ilmiah lain yang pernah dibuat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penelitian secara utuh. Selain itu juga untuk mencari topik penelitian yang belum pernah diteliti.

4. Mencari dan Mencatat Hasil Penelitian yang Serupa

Penelitian selalu menampilkan sesuatu yang baru. Kalau tidak, penelitian tersebut bisa dicap sebagai plagiat. Catatlah judul-judul yang hampir sama dengan wilayah penelitian Anda, kemudian carilah aspek yang belum digarap oleh peneliti lain. 

5. Mencari Referensi

Sebelum membuat kerangka, pastikan bahwa penelitian yang akan dilakukan memiliki banyak referensi. Kegiatan ini dilakukan setelah membuat beberapa pilihan judul. Jika judul yang dipilih ternyata tidak diimbangi dengan referensi yang cukup, sebaiknya segera beralih pada aspek lain atau judul lain agar tidak kesulitan nantinya. Referensi bisa didapat melalui buku maupun jurnal ilmiah.

Komponen dalam Kerangka Penelitian

Ada beberapa hal tentang membuat Kerangka penelitian paling sederhana. Berikut beberapa bagian yang menjadi dasar pembuatan kerangka penelitian: 

1. Membuat dan membahas latar belakang masalah sebuah penelitian.

Latar belakang adalah uraian yang singkat, jelas, logis dari suatu kegiatan ilmiah, untuk menjelaskan alasan-alasan teoritik serta faktual, mengapa permasalahan tersebut perlu dijawab melalui kegiatan penelitian. Alasan teoritik merupakan alasan berupa teori-teori yang berhubungan dengan penelitian. Sedangkan, alasan faktual adalah alasan berupa informasi faktual yang menunjukkan bahwa masalah dalam penelitian memang layak diteliti.

 2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan kritis mengenai suatu masalah yang berangkat dari latar belakang. Rumusan masalah ini berupa pertanyaan yang harus bisa ditemukan jawabannya melalui penelitian.  Dengan demikian, bagian ini juga menentukan sejauh mana pembahasan yang akan dijabarkan. Aspek-aspek yang dirangkum dalam rumusan masalah biasanya harus didasarkan pada teori yang ada.

3. Wilayah penelitian.

Biasanya dalam wilayah penelitian yang sifatnya sangat besar, bisa ditentukan dari beberapa kota, atau jika ingin ruang lingkup yang lebih kecil maka kita bisa membuatnya hanya di satu tempat. Misalnya saja, bagi teman-teman yang akan melakukan penelitian menyangkut skripsinya bisa membuat tempat peneltiannya di satu kampus saja. Tujuannya adalah agar lebih efisien dan fleksibel.

4. Tujuan penelitian.

Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan apa yang menjadi manfaat dari penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itulah manfaat penelitian ini dijadikan sebagai bagian dari kerangka penelitian. Untuk memulai tujuan penelitian ini bisa diambil dari objek dan variabel-variabel penelitian dan dijadikan bagian dari kerangka penelitian. Selain itu, tujuan penelitian juga dimaksudkan untuk memfokuskan objek peneltian kita agar tidak menyimpang.

5. Manfaat penelitian.

Manfaat penelitian juga menjadi bagian dari dasar kerangka penelitian. Karena dengan begitu, kita bisa mengkaji sebuah ilmu baru, dan memberikannya kepada para kalangan akademis untuk dijadikan sebagai bahan referensi. Selain itu dengan mengambil dari manfaat peneltian sebelumnya, kita juga bisa membuat sebuah peneltian baru, dan juga menemukan hasil yang baru.

Fungsi Kerangka Penelitian

Kerangka yang akan ditulis nantinya akan dikembangkan dalam bentuk proposal penelitian, skripsi, thesis, atau disertasi. Bagi pelajar yang duduk di bangku sekolah, kerangka ini akan menjadi acuan dalam pengembangan penulis karya ilmiah. Arah untuk penyusunan karya ilmiah tersebut ditentukan oleh kerangka yang dibuat.

Meski terlihat sepele dan ringan, kerangka yang berupa draft ini rupanya menjadi titik awal berhasil tidaknya suatu penelitian. Jika dianalogikan, kerangka ini adalah peta yang akan menuntun seseorang untuk pergi ke tempat tujuan. Jadi, jika peta yang digunakan salah, bisa-bisa orang tersebut tersesat.

Dengan demikian, peran dan fungsi kerangka sangat penting dalam suatu penelitian. Sebagai awal sebuah proses, kerangka ini yang akan menuntun peneliti untuk melakukan tindakan selanjutnya. Bahkan, kerangka penelitian juga dapat menjadi bentuk perencanaan penelitian yang terarah. Meski penelitian yang dilakukan tidak selalu mulus, kerangka bisa menjadi pegangan yang terstruktur. Jika dalam kerangka penelitian terdapat kesalahan, peneliti masih bisa mengubahnya dan mencari solusinya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Jenis Riset Penunjang Karya Ilmiah
  • Makalah Psikologi Pendidikan - Lupakan Akar Heuristik
  • Struktur Penulisan Makalah
  • Proposal Penelitian Kualitatif
  • Menentukan Judul Penelitian Kualitatif
  • Cara Penulisan Catatan Kaki
  • Contoh Latar Belakang Penelitian
  • Mengenal Hiragana, Katakana dan Kanji dalam Tulisan Jepang
  • Resensi Novel Laskar Pelangi yang Fenomenal
  • Memahami Struktur Pembentuk Karya Tulis Ilmiah
  • Keunikan Puisi Indonesia Sebagai Karya Sastra
  • Memilih Dictionary English Indonesia
  • Peran Penting Sebuah Makalah Sosial untuk Siswa dan Mahasiswa
  • Penelitian Deskriptif Kualitatif
  • Manfaat Cerita Fabel Bagi pertumbuhan Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA