logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Nilai Budaya

Keris - Pusaka Abadi Khas Indonesia


Ilustrasi keris

Keris selalu identik dengan sesuatu yang berbau gaib, magis, dan supranatural. Memang, kalau kita membicarakan keris pasti tertuju langsung kepada kebudayaan Jawa. Padahal orang Melayu pun memiliki tradisi senjata pusaka ini. Cerita-cerita tentang keris lebih mengarah kepada simbolisasi keris sebagai kekuatan dan kekuasaan daripada keris sebagai senjata peralatan perang.

Keris - Artefak Budaya Bernilai Tinggi

Asal-usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah "keris" telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan didasarkan pada analisis figur di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara.

Keris adalah jenis senjata tikam berukuran pendek yang dikenal di Nusantara. Pada umumnya senjata pusaka ini dipakai di pinggang belakang sebelah kanan. Selain sebagai senjata, senjata pusaka ini juga berfungsi sebagai karya seni yang bernilai tinggi.

Keris mempunyai keindahan bentuk yang artistik. Pembuatan keris memerlukan ketekunan dan keterampilan yang khusus. Orang yang memiliki cita rasa seni tinggi pasti akan mengagumi keris sebagai artefak budaya yang berharga.

Keris tidak hanya berkembang di wilayah Nusantara, tapi juga meliputi kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan negeri-negeri sekitarnya. Berdasarkan gambar dan relief-relief pada candi-candi di Jawa, keris sudah dikenali orang Jawa sejak abad ke-5 M. Bukti tersebut terdapat pada prasasti batu yang ditemui di Desa Dakuwu, Grabag, dan Magelang yang dibuat sekitar tahun 500 M dan tertulis dalam huruf Pallawa yang menggunakan bahasa Sansekerta.

Keris di Jawa semakin berkembang setelah pengaruh kebudayaan India masuk sekitar abad ke-5 M. Pengaruh itu dapat dilihat pada gambar yang terdapat di relief candi Borobudur dan candi Prambanan, Jawa Tengah. Bentuk dan ukuran senjata pusaka ini bermacam-macam. Ukurannya di Jawa pada umumnya berkisar 33-38 cm. Namun, di luar Jawa banyak juga yang berukuran lebih panjang, mencapai 58 cm. Bentuk keris ada yang bilahnya berkelok-kelok (keloknya selalu berjumlah ganjil), ada pula yang berbilah lurus. Perbedaan bentuk ini memiliki nilai yang berbeda pula.

Bagian-Bagian dari Keris

Pada umumnya keris terdiri atas tiga bagian, yaitu pegangan keris atau hulu keris, warangka atau sarung keris, dan wilah atau wilahan.

  1. Pegangan keris atau hulu keris, dalam bahasa Jawa disebut gaman. Yaitu, tempat di mana tangan memegang keris saat digunakan. Bentuk pegangan keris bermacam-macam, ada yang bermotif, ada juga yang berukir.
  2. Warangka adalah sarung keris. Karena warangka adalah bagian keris yang paling dulu terlihat, maka warangka menempati fungsi yang melambangkan kelas tertentu. Pada awalnya warangka terbuat dari kayu, selanjutnya seiring dengan fungsinya sebagai cerminan kelas sosial penggunanya, pada bagian atas warangka terbuat dari gading.
  3. Wilah atau wilahan adalah bagian utama keris. Pada bagian ini, wilah bisa berbentuk lurus atau berkelok-kelok (atau disebut luk) dengan ujung yang dibuat meruncing.

Keris-Keris Ternama

Contoh nama-nama senjata pusaka ini, yang terkenal dan mewarnai sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Tumapel, Majapahit, Mataram, Pajang, Demak, Surakarta, Yogyakarta, dan lain-lain, di antaranya adalah:

  • Keris Empu Gandring,
  • Kyai Sengkelat,
  • Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten,
  • Kyai Setan Kober,
  • Si Ginje, dan lain.

Dalam kebudayaan Jawa, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata penusuk, tetapi juga sering dianggap sebagai artefak pusaka yang mempunyai kekuatan magis atau kekuatan supranatural. Bahkan keris juga dapat menjadi perlambang kehormatan bagi pemakainya.

Selain itu, keris juga artefak sejarah yang turut mewarnai kerumitan perjalanan sejarah Nusantara (Garret & Solyom, 1978). Kini, keris Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Ragam Jenis Keris Nusantara

Keris adalah salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia. Keris dijadikan senjata khas di berbagai daerah di Indonesia. Apa saja jenis keris yang ada di tanah air? Berikut ini paparan jenis keris yang ada di Indonesia.

  • Jenis Semenanjung atau disebut juga jenis utara. Jenis ini merupakan jenis keris yang ditemukan di tanah Melayu, sebagai peninggalan dari kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Bentuk keris ini dinamakan keris Ulu Demam, mengacu pada bentuknya yang mirip orang berpelukan karena demam. Ukiran keris ini didominasi ukiran bentuk persegi empat, khas ukuran jenis keris semenanjung.
  • Jenis kedua adalah keris jenis Pekakak. Keris ini dinamakan Pekakak karena ulunya terbuat dari tanduk atau kayu yang kemudian dibentuk seperti burung Pekakak. Salah satu ciri khas dari jenis ini adalah mata keris yang lebih panjang dari mata keris pada umumnya. Keris Pekakak bisa memiliki 31 luk di mata kerisnya.
  • Keris berikutnya adalah keris Sumatra. Keris jenis ini memiliki bentuk khas pada mata, ulu dan sarungnya. Keris model ini memiliki mata berbentuk tirus dan memanjang yang kemudian di sebut keris Panjang. Ada sebagian keris di Sumatra yang bermata pendek dan kemudian dikenal dengan sebutan keris Pendek atau Pandak. Ulu keris ini berbentuk bengkok dengan ornament bunga-bungaan sebagai hiasan.
  • Keris jenis berikutnya adalah jenis keris Jawa. Jenis ini terlihat dari ciri khas pada ulunya yang berbentuk melengkung seperti pistol. Biasanya, keris model ini digunakan sebagai keris pusaka di jaman kerajaan-kerajaan di Jawa dahulu. Keris-keris pusaka Jawa yang terkenal adalah keris di jaman Kerajaan Singasari buatan Mpu Gandring. Pada keris Jawa, terutama keris pusaka, dipasang cincin pada bagian ulunya yang disebut dengan pendongkok.
  • Setelah keris-keris di atas termasuk keris Jawa, masih ada beragam macam keris yang lain seperti keris Madura dan Bali. Berbeda dengan keris Jawa, keris Madura dan Bali mudah dikenali dari bentuk ulu yang terbuat dari gading.
  • Masih ada beragam jenis lagi yang bisa kita ketahui seperti keris Bugis dengan ciri khas ulu dan sampir dari kayu atau gading, keris Sundang atau Sulok dan beberapa jenis lainnya.

Pemegang keris tidak bisa orang-orang sembarangan. Sebab, keris-keris tertentu konon perlu dimandikan dan diberi sesembahan agar tidak terbang menghilang. Karakter keris atau lekuk dan ukiran keris pun harus disesuaikan dengan pemilknya.

Misalnya ada keris-keris tertentu yang bersifat “kasar” tidak baik dan tidak cocok untuk dipunyai atau dimiliki oleh orang-orang berkepribadian lembut. Metode ini disebut menayuh, mencari kecocokan keris dengan pemiliknya. Lain kerisnya, lain sarungnya. Sarung keris juga tidak boleh dipandang enteng atau dibuat dengan kayu sembarangan.

Keindahan keris bagi yang menyukainya memang tidak ternilai dengan uang. Bahkan, sebilah keris bisa berharga miliaran rupiah. Tetapi, anehnya pembuat keris seorang empu tetaplah orang yang rendah hati dan tidak mementingkan materi dan duniawi. Keris yang sempurna konon adalah keris yang bisa berdiri tanpa disanggah.

Hal ini sebenarnya secara ilmiah sudah bisa dijawab. Jika komposisi pembuatan keris tepat perhitungannya. Maka, keris dapat berdiri tegak bahkan bisa berdiri di sarungnya. Keris sampai kini masih abadi karena dekat dengan simbol kehidupan sehari-hari, yakni kekuatan, kekuasaan, dan berkah.

Keris Antik Diburu Kolektor

  • Keris Mpu Gandring
  • Keris Pusaka Setan Kober
  • Keris Kyai Sengkelat
  • Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten
  • Keris Kyai Carubuk
  • Keris Kyai Condong Campur
  • Keris Taming Sari
  • Keris Si Ginje

Penyebaran Keris di Seluruh Dunia

  • Jawa 
  • Madura
  • Nusa Tenggara
  • Sumatera
  • Pesisir Kalimantan
  • Sulawesi
  • Semenanjung Malaya
  • Thailand Selatan
  • Filipina Selatan (Mindanao).

Tata Cara Penempatan Keris

  • Keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai.
  • Keris ditempatkan tetapi ditempatkan di depan pada masa perang.

Bahan Pembuatan Keris

  • Logam
  • Besi
  • Baja.
  • Campuran nikel.
  • Campuran batu meteorit
  • Titanium yang tinggi
  • Kobal
  • Perak
  • Timah putih
  • Kromium
  • Antimonium
  • Tembaga

Prosedur Pembuatan Keris oeh Para Empu

  • Bilah besi dipanaskan hingga berpijar lalu ditempa.
  • Berulang-ulang ditempa hingga bersih.
  • Setelah bersih, bilah dilipat seperti huruf U.
  • Lipatan kembali dipanaskan dan ditempa.
  • Kekuatan menempa akan mempengaruhi banyaknya lipatan proses ini disebut saton.
  • Kemudian lempengan dipotong dua bagian (kodhokan).
  • Selanjutnya adalah menggunakan kikir, gerinda, serta bor, sesuai kebutuhan.

Perawatan Keris

  • Setahun sekali biasanya keris dimandikan setiap bulan Muharram/ 1 Syuro
  • Minyak pewangi
  • Membuang pewangi lama dan karat pada bilah keris dengan cairan asam
  • Gunakan air buah kelapa, mengkudu, atau perasan jeruk nipis.
  • Melati minyak cendana.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Nasehat Orangtua - Bekal Kehidupan Anti Basi
  • Ragam Manusia dan Budaya Indonesia
  • Senjata Tradisional Riau dan Kebudayaan Riau
  • Mengenal Budaya Demokrasi
  • Mengenal Hukum Mendel dan Cara Kerjanya
  • Tatakrama dalam Kehidupan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA