Lingkup Kerja Seorang Editor buku

Ketika seseorang mendapatkan panggilan kerja menjadi editor buku, sebaiknya orang tersebut sudah sedikit mengetahui lingkup kerja dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh editor buku. Ya, mereka harus mencari berbagai informasi dari sumber mana pun tentang pekerjaan yang kelak dilakoninya itu.
Lingkup kerja dan tanggung jawab pekerjaan seorang editor buku memang tidaklah seluas dan sebanyak yang dimiliki seorang gubernur, namun tetap saja orang yang melakukannya itu harus memiliki minimal sedikit gambaran berkaitan dengan apa yang akan dilakukannya agar tidak terlalu “blah-bloh” saat memulai pekerjaan di hari pertama nanti.
Kewajiban Seorang Editor Buku
Sebuah buku yang sudah, sedang, atau akan kita baca tidak akan pernah bisa dilepaskan dari peranan seorang editor buku. Kualitas sebuah buku ditentukan oleh menarik tidaknya naskah yang dibuat serta ditentukan pula oleh kemampuan editornya. Pertanyaannya, kemampuan editor seperti apa yang bisa mempengaruhi kualitas sebuah buku itu?
Kemampun yang dimaksud di sini buka hanya memperbaiki kesalahan penulisan dalam naskah. Tetapi lebih kepada kemampuan untuk memberikan cita rasa tinggi pada naskah garapannya. Cita rasa tinggi ini berupa pilihan kata yang tepat, pemilihan gambar yang sesuai, dan kemampuan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat atau paragraf yang mudah dicerna.
Jika diruntut, kewajiban seorang editor buku baik buku umum atau pun buku pelajaran ini terdiri atas beberapa tahap penting. Apa saja tahapan penting pekerjaan seorang editor buku itu, berikut adalah uraiannya.
Editor Buku Pelajaran
1. Menerima naskah mentah
Seorang editor akan mendapatkan atau menerima naskah mentah yang telah masuk dan diterima penerbit.
2. Menyesuaikan isi naskah buku dengan kurikulum.
Seorang editor buku pelajaran diwajibkan mengecek kesesuaian isi naskah dengan kurikulum yang tengah dipakai saat buku ini dibuat. Jika ada yang tidak sesuai maka editor berhak meminta tambahan materi pada penulis, namu biasanya harus menambahkan sendiri materi yang kurang tersebut.
3. Melakukan pemetaan kurikulum
Seorang editor buku pelajaran dituntut untuk melakukan pemetaan kurikulum dan membaginya ke dalam tiga caturwulan atau ke dalam 2 semester tergantung sistem yang tengah dipakai saat buku itu dibuat.
4. Melakukan edit 1
Edit 1 adalah edit tahap pertama yang harus dilakukan editor. Tahap ini biasanya hanya mengedit kesalahan penulisan, kesalahan kalimat, serta perbaikan atas kalimat atau paragraf yang terkesan rancu.
5. Melakukan edit 2
Edit 2 adalah proses mengedit naskah yang telah mengalami proses layout. Biasanya pada tahapan ini, proses editan lebih kepada mengganti gambar yang kurang sesuai dan memeriksa ulang naskah hasil edit 1.
6. Melakukan edit Monitor
Tahapan ini adalah proses edit terakhir sebelum sebuah buku dibuat bentuk dummy-nya.
Editor Buku Umum
Tahapan kerjanya hampir sama, hanya tahap 2 dan tahap 3 yang dilakukan oleh editor buku pelajaran tidak dilakukan oleh editor buku umum.






