logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Australia

Kerja di Australia, Yuk!


Daftar Isi
  1. Pengalaman Kerja dan Bahasa
  2. Gaji yang Tinggi
  3. Besarnya Kesempatan Kerja
  4. Tidak Jauh dari Indonesia
  5. Ingin Berpetualang
  6. Kesempatan Kerja untuk TKI

Ilustrasi kerja di australia

Apakah Anda ingin kerja di Australia? Jika ditanya apa alasan seseorang ingin kerja di Australia, agaknya akan ada puluhan jawaban yang jadi motivasinya bekerja di negeri kanguru itu.

Australia memang termasuk negara dengan daya pikat bagi warga luar untuk bekerja di sana. Yuk, coba kita lihat beberapa kemungkinan jawabannya itu. Dan apakah alasan tersebut akan berbuah indah?

Kerja di Australia - Pengalaman Kerja dan Bahasa

Jika di Indonesia seseorang digaji sebesar Rp10 juta per bulan, maka di Australia ia akan dibayar sebanyak Rp30 juta. Wow! Fantastis.

 Ini jawaban umum, jika seseorang berniat bekerja ke luar negeri, termasuk ketika akan kerja di Australia.

Ingin mendapatkan pengalaman bekerja dengan orang asing dan juga di negeri asing. Termasuk merasakan ber-casciscus menggunakan bahasa asing (Inggris). 

Ya, bisa dibilang jika ini alasan seseorang kerja di Australia, ia akan mendapatkannya. Apalagi telah umum diketahui bahwa standar kerja di Australia termasuk tinggi.

Hard work sudah jamak terlihat. Berbeda dengan di Indonesia yang gaya kerjanya tergolong santai. Rata-rata pekerja yang kerja di Australia bekerja di atas 12 jam per hari. Plus waktu libur (tangggal merah) yang termasuk sedikit dibanding Indonesia.

Contoh, seorang insinyur yang bekerja di Australia, ia cenderung mengerjakan pekerjaan sendirian saja.

Dari planning awal, proses, dan menuntaskannya hingga akhir. Benar-benar bloody job. Efeknya, pengetahuan dan skill akan teruji dan terasah. Seorang pekerja akan lebih pandai dan berpengalaman.

Adapun untuk urusan kemampuan berbahasa, dijamin tak hanya bahasa Inggris yang jadi fasih diucapkan. Bahasa-bahasa negara lain seperti Italia, Perancis, Jerman, Arab dan sebagainya, akan bisa dikuasai dengan baik.

Ini karena Australia merupakan tempat para imigran di seluruh dunia bercampur baur. Walaupun bahasa Inggris adalah bahasa nasional, tapi warganya yang rata-rata imigran, juga sering menggunakan bahasa ibu (negeri asal).

Kerja di Australia - Gaji yang Tinggi

Ini juga termasuk jawaban favorit. Kerja di Australia diganjar dengan gaji yang tinggi jika dilihat dari standar gaji Indonesia.

Bayangkan saja, seseorang yang kerja di Australia bisa dibayar dengan bayaran tiga kali lipat dari gaji di Indonesia.

Jika di Indonesia seseorang digaji sebesar Rp10 juta per bulan, maka di Australia ia akan dibayar sebanyak Rp30 juta. Wow! Fantastis.

Tapi, jangan senang dulu. Gaji besar di Australia sebanding dengan biaya hidup yang juga tinggi di negeri tersebut.

Jika tidak pintar-pintar berhitung dengan kebutuhan hidup seperti sewa apartemen/rumah, makan dan minum, olahraga, rekreasi, dan transportasi, gaji yang dipunya tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Tak banyak yang bisa ditabung. Apalagi bagi yang membawa serta keluarga, biaya kebutuhan akan semakin membengkak.

Kerja di Australia - Besarnya Kesempatan Kerja

Khusus untuk kesempatan kerja di Australia, memang besar.

Terutama di kota seperti Canberra dan Melbourne, peluang bekerja di sektor formal cukup terbuka lebar. Yaitu di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, perawat, dan "hospitality" (spa theraphy, pramuniaga hotel, rumah sakit, dan lain-lain).

Tingkat pengangguran yang rendah di negeri ini (di bawah 5 persen), juga menjadi jaminan mudahnya memperoleh pekerjaan. Asalkan, yang ingin kerja di Australia adalah para pekerja legal dan memiliki kemampuan standar, terutama kemampuan berbahasa Inggris.

Jika ada pekerja ilegal yang tertangkap, risikonya akan dipulangkan ke negara asal dan di-black list tidak akan pernah bisa kerja di Australia.

Kerja di Australia - Tidak Jauh dari Indonesia

Cukup “menyeberang” melintasi Samudera Hindia ke arah selatan, Australia sudah dijejaki.

Sebagai negara tetangga, memang masuk akal jika Australia menjadi salah satu pilihan untuk tempat bekerja. Hanya dengan mengurus visa untuk kerja di Australia, cita-cita tersebut sudah jadi kenyataan. 

Selain itu, dibanding dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan lain-lain, Australia punya kesan berbeda. Negara-negara tetangga selain Australia punya suasana yang agak mirip dengan Indonesia. Yaitu nuansa khas bangsa timur. Adapun Australia, sebaliknya. Nuansa dan gaya hidup Eropa jelas terasa di sini.

Kesempatan Kerja Cukup Baik untuk TKI

 

Ingin Berpetualang

Sebagai wilayah yang dulunya merupakan daerah “buangan” bagi para narapidana, Australia punya pesona alam menakjubkan.

Mulai dari padang tandus, hutan tropis hingga daerah bersalju, ada di sini. Wisata pantai dan lautnya pun tak kalah memukau.

Belum lagi dengan kemajemukan penduduknya. Lebih dari 200 bangsa dengan bahasa dan tradisinya masing-masing, tercatat sebagai warga negara Australia.

Bisa dibayangkan bagaimana keragaman budaya dan tradisi di Australia. Uniknya, budaya yang berbeda-beda itu dapat tertata dengan harmonis.

Memang, Australia termasuk negara dengan tingkat toleransi tinggi. Berpadu dengan pesona alam dan keragaman tradisi, membuat Australia menjadi magnet kuat bagi para petualang (adventurer).

Hampir dipastikan, Australia adalah salah satu tujuan dari para backpacker (pelancong khas menggunakan tas ransel) seluruh dunia.

Kesempatan kerja di Australia pada sektor formal, terutama di wilayah Canberra dan Melbourne, sangat terbuka lebar bagi tenaga kerja Indonesia (TKI).

Peluang kerja di Australia ini disampaikan oleh Dubes RI untuk Indonesia kepada Kepala BNP2TKI. 

Perluang kerja di Australia ini yaitu di bidang konstruksi, perawat, pertanian, peternakan, dan "hospitality" (spa theraphy, pramuniaga hotel, rumah sakit, dan sebagainya).

Kepala BNP2TKI akan berupaya semaksimal mungkin mengisi kesempatan kerja di Australia ini dengan menambah penempatan jumlah TKI terampil. 

Penambahan jumlah tenaga kerja di Australia diharapkan akan menayamai tenaga kerja asal Vietnam yang jumlahnya lumayan besar, yakni sekitar 25 ribu orang atau 5 persen dari seluruh tenaga kerja di Australia yang berstatus tenaga kerja asing. 

Beberapa waktu yang lalu, di Melbourne, Kepala BNP2TKI sempat menghadiri pertemuan dengan beberapa agen penempatan tenaga kerja di Australia, seperti TSS Staffing Solutions, Cattle Council of Australia, Work in Australia dan dari Australia Immigration Services.

Berdasarkan data dari imigrasi Australia, sekarang, ada sekitar 500 ribu buruh migran di Australia, 457 orang di antaranya memakai visa kerja di Australia. 

Sementara itu, data yang ada pada BNP2TKI menyebutkan terdapat sekitar 20 ribu WNI di Australia dan diperkirakan jumlah TKI yang kerja di Australia adalah sebanyak 12 ribu sampai 15 ribu orang.

BNP2TKI menghimbau agar pihak agen di Melbourne bekerja sama dengan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) yang ada di Indonesia dengan cara menerapkan program pelatihan bersama.

Dengan demikian, standarisasi kompetensi yang diinginkan dapat tercapai sehingga memenuhi kebutuhan pihak pengguna tenaga kerja di Australia. 

Upah minimum yang diberikan kepada para TKI yang kerja di Australia sekitar 3.000 dolar Australia atau Rp24 juta per bulannya. Dengan jumlah upah yang sangat tinggi ini, Indonesia harus mengambil kesempatan untuk menempatkan seribu TKI di bidang peternakan dan bidang lainnya (perkebunan, perawat, konstruksi, dan lain-lain).

Saat ini memang kondisinya masih dalam keadaan krisis. Tapi, di masa yang akan datang peluang TKI yang kerja di Australia akan semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, mulai saat ini kesempatan kerja di Australia harus kita raih. 

Tertarik ingin kerja di Australia? Keputusan ada di tangan Anda.

Ilustrasi kerja di australia


Apakah Anda ingin kerja di Australia? Jika ditanya apa alasan seseorang ingin kerja di Australia, agaknya akan ada puluhan jawaban yang jadi motivasinya bekerja di negeri kanguru itu. Australia memang termasuk negara dengan daya pikat bagi warga luar untuk bekerja di sana. 


Yuk, coba kita lihat beberapa kemungkinan jawabannya itu. Dan apakah alasan tersebut akan berbuah indah?



 

Kerja di Australia - Pengalaman Kerja dan Bahasa


 Ini jawaban umum, jika seseorang berniat bekerja ke luar negeri, termasuk ketika akan kerja di Australia. Ingin mendapatkan pengalaman bekerja dengan orang asing dan juga di negeri asing. Termasuk merasakan ber-casciscus menggunakan bahasa asing (Inggris). 


Ya, bisa dibilang jika ini alasan seseorang kerja di Australia, ia akan mendapatkannya. Apalagi telah umum diketahui bahwa standar kerja di Australia termasuk tinggi. Hard work sudah jamak terlihat. Berbeda dengan di Indonesia yang gaya kerjanya tergolong santai. Rata-rata pekerja yang kerja di Australia bekerja di atas 12 jam per hari. Plus waktu libur (tangggal merah) yang termasuk sedikit dibanding Indonesia.


Contoh, seorang insinyur yang bekerja di Australia, ia cenderung mengerjakan pekerjaan sendirian saja. Dari planning awal, proses, dan menuntaskannya hingga akhir. Benar-benar bloody job. Efeknya, pengetahuan dan skill akan teruji dan terasah. Seorang pekerja akan lebih pandai dan berpengalaman.


Adapun untuk urusan kemampuan berbahasa, dijamin tak hanya bahasa Inggris yang jadi fasih diucapkan. Bahasa-bahasa negara lain seperti Italia, Perancis, Jerman, Arab dan sebagainya, akan bisa dikuasai dengan baik. Ini karena Australia merupakan tempat para imigran di seluruh dunia bercampur baur. Walaupun bahasa Inggris adalah bahasa nasional, tapi warganya yang rata-rata imigran, juga sering menggunakan bahasa ibu (negeri asal).



 

Kerja di Australia - Gaji yang Tinggi


 Ini juga termasuk jawaban favorit. Kerja di Australia diganjar dengan gaji yang tinggi jika dilihat dari standar gaji Indonesia. Bayangkan saja, seseorang yang kerja di Australia bisa dibayar dengan bayaran tiga kali lipat dari gaji di Indonesia.


Jika di Indonesia seseorang digaji sebesar Rp10 juta per bulan, maka di Australia ia akan dibayar sebanyak Rp30 juta. Wow! Fantastis.


Tapi, jangan senang dulu. Gaji besar di Australia sebanding dengan biaya hidup yang juga tinggi di negeri tersebut. Jika tidak pintar-pintar berhitung dengan kebutuhan hidup seperti sewa apartemen/rumah, makan dan minum, olahraga, rekreasi, dan transportasi, gaji yang dipunya tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Tak banyak yang bisa ditabung. Apalagi bagi yang membawa serta keluarga, biaya kebutuhan akan semakin membengkak.



 

Kerja di Australia - Besarnya Kesempatan Kerja


Khusus untuk kesempatan kerja di Australia, memang besar. Terutama di kota seperti Canberra dan Melbourne, peluang bekerja di sektor formal cukup terbuka lebar. Yaitu di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, perawat, dan "hospitality" (spa theraphy, pramuniaga hotel, rumah sakit, dan lain-lain).


Tingkat pengangguran yang rendah di negeri ini (di bawah 5 persen), juga menjadi jaminan mudahnya memperoleh pekerjaan. Asalkan, yang ingin kerja di Australia adalah para pekerja legal dan memiliki kemampuan standar, terutama kemampuan berbahasa Inggris. Jika ada pekerja ilegal yang tertangkap, risikonya akan dipulangkan ke negara asal dan di-black list tidak akan pernah bisa kerja di Australia.



 

Kerja di Australia - Ingin Berpetualang


 Sebagai wilayah yang dulunya merupakan daerah “buangan” bagi para narapidana, Australia punya pesona alam menakjubkan. Mulai dari padang tandus, hutan tropis hingga daerah bersalju, ada di sini. Wisata pantai dan lautnya pun tak kalah memukau. Belum lagi dengan kemajemukan penduduknya. Lebih dari 200 bangsa dengan bahasa dan tradisinya masing-masing, tercatat sebagai warga negara Australia.


Bisa dibayangkan bagaimana keragaman budaya dan tradisi di Australia. Uniknya, budaya yang berbeda-beda itu dapat tertata dengan harmonis. Memang, Australia termasuk negara dengan tingkat toleransi tinggi. 


Berpadu dengan pesona alam dan keragaman tradisi, membuat Australia menjadi magnet kuat bagi para petualang (adventurer). Hampir dipastikan, Australia adalah salah satu tujuan dari para backpacker (pelancong khas menggunakan tas ransel) seluruh dunia.



 

Kerja di Australia - Tidak Jauh dari Indonesia


Cukup “menyeberang” melintasi Samudera Hindia ke arah selatan, Australia sudah dijejaki. Sebagai negara tetangga, memang masuk akal jika Australia menjadi salah satu pilihan untuk tempat bekerja. Hanya dengan mengurus visa untuk kerja di Australia, cita-cita tersebut sudah jadi kenyataan. 


Selain itu, dibanding dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan lain-lain, Australia punya kesan berbeda. Negara-negara tetangga selain Australia punya suasana yang agak mirip dengan Indonesia. Yaitu nuansa khas bangsa timur. Adapun Australia, sebaliknya. Nuansa dan gaya hidup Eropa jelas terasa di sini.



 

Kesempatan Kerja Cukup Baik untuk TKI


Kesempatan kerja di Australia pada sektor formal, terutama di wilayah Canberra dan Melbourne, sangat terbuka lebar bagi tenaga kerja Indonesia (TKI). Peluang kerja di Australia ini disampaikan oleh Dubes RI untuk Indonesia kepada Kepala BNP2TKI. 


Perluang kerja di Australia ini yaitu di bidang konstruksi, perawat, pertanian, peternakan, dan "hospitality" (spa theraphy, pramuniaga hotel, rumah sakit, dan sebagainya). Kepala BNP2TKI akan berupaya semaksimal mungkin mengisi kesempatan kerja di Australia ini dengan menambah penempatan jumlah TKI terampil. Penambahan jumlah tenaga kerja di Australia diharapkan akan menayamai tenaga kerja asal Vietnam yang jumlahnya lumayan besar, yakni sekitar 25 ribu orang atau 5 persen dari seluruh tenaga kerja di Australia yang berstatus tenaga kerja asing. 


Beberapa waktu yang lalu, di Melbourne, Kepala BNP2TKI sempat menghadiri pertemuan dengan beberapa agen penempatan tenaga kerja di Australia, seperti TSS Staffing Solutions, Cattle Council of Australia, Work in Australia dan dari Australia Immigration Services. Berdasarkan data dari imigrasi Australia, sekarang, ada sekitar 500 ribu buruh migran di Australia, 457 orang di antaranya memakai visa kerja di Australia. 


Sementara itu, data yang ada pada BNP2TKI menyebutkan terdapat sekitar 20 ribu WNI di Australia dan diperkirakan jumlah TKI yang kerja di Australia adalah sebanyak 12 ribu sampai 15 ribu orang. BNP2TKI menghimbau agar pihak agen di Melbourne bekerja sama dengan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) yang ada di Indonesia dengan cara menerapkan program pelatihan bersama. Dengan demikian, standarisasi kompetensi yang diinginkan dapat tercapai sehingga memenuhi kebutuhan pihak pengguna tenaga kerja di Australia. 


Upah minimum yang diberikan kepada para TKI yang kerja di Australia sekitar 3.000 dolar Australia atau Rp24 juta per bulannya. Dengan jumlah upah yang sangat tinggi ini, Indonesia harus mengambil kesempatan untuk menempatkan seribu TKI di bidang peternakan dan bidang lainnya (perkebunan, perawat, konstruksi, dan lain-lain). Saat ini memang kondisinya masih dalam keadaan krisis. Tapi, di masa yang akan datang peluang TKI yang kerja di Australia akan semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, mulai saat ini kesempatan kerja di Australia harus kita raih. 


Tertarik ingin kerja di Australia? Keputusan ada di tangan Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Geografi Australia - Terra Australis Incognito
  • Wisata Australia Melalui Sejarahnya
  • Peluang Kerja di Australia
  • Kedutaan Besar Australia: Membangun Relationship Indonesia-Australia!
  • Turnamen Tenis Australia Open
  • Turnamen Tenis Australia Terbuka (Australian Open)
  • Sejarah Terburuk Kebakaran Hutan di Australia
  • Mengenal Negara dan Bendera Australia
  • Sejarah Australia - Lagi-lagi Mengenai Inggris
  • Peta Benua Australia
  • Inilah Regional Australia
  • Peta Australia dalam Sejarah, Budaya, Iklim, dan Pendidikan
  • Tata Cara Kerja ke Australia
  • Menikmati Pariwisata Australia Selama Musim Liburan
  • Perdana Menteri Australia Pemegang Kekuasaan Tertinggi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA