Akankah Keroncong Perjuangan Lahir Kembali?

Keroncong perjuangan identik dengan angkatan ’45. Menyaksikan salah satu acara Gebyar Keroncong TVRI yang disiarkan tiap malam Minggu, para penontonnya kebanyakan orang-orang lanjut usia. Para kakek dan nenek yang mengenang masa perjuangan yang penuh kenangan. Jarang sekali anak muda tertarik memperdalam aliran musik satu ini.
Terlupakan?
“Rangakaian melati yang kusimpan sampai kumati. Biar kau tak akan kembali, pahlawanku yang sejati ...” Itulah sepenggal lirik lagu Rangkaian Melati yang dulunya cukup terkenal. Kini, bertanyalah pada anak muda apakah mereka suka keroncong atau tahu tentang keroncong? Tidak banyak dari mereka yang akan menjawab iya. Kalau pun keroncong dinyanyikan, paling hanya satu lagu, setelah itu anak muda akan protes seolah-olah keroncong bukan bagian dari sejarah republik ini.
Lomba
RRI (Radio Republik Indonesia) berusaha membangkitkan keberadaan musik keroncong ini dengan mengadakan lomba menyanyikan lagu-lagu keroncong, tapi tampaknya usaha ini tidak menarik banyak minat masyarakat.
Kekuatan Keroncong Perjuangan
Syair-syair keroncong perjuangan yang bermakna dalam telah membuat semangat para pejuang membara. Lirik yang menunjukkan penantian seorang kekasih yang menunggu sang pahlawan yang berjuang untuk bangsa dan negara sangatlah menggugah hati dan jiwa. Lagu-lagu cinta lainnya seperti Selendang Sutra, Haryati, juga menjadi favorit lagu-lagu keroncong. Ada juga lagu-lagu yang memuji keindahan Indonesia.
Bengawan Solo ciptaan Gesang merupakan salah satu lagu keroncong paling terkenal saat ini. Bahkan orang Jepang sangat menyukai lagu ini hingga membuatkan semua taman indah yang ada di Solo. Selain Bengawan Solo, Jembatan Merah yang dinyanyikan oleh Rita S, Rayuan Pulau Kelapa yang dinyanyikan oleh Waldjinah, Bumi Emas Tanah Airku yang diciptakan oleh Gesang, Sepasang Mata Bola, dan Pahlawan Merdeka adalah di antara lagu-lagu keroncong yang masih sering dinyanyikan pada saat-saat tertentu.
Keroncong Tugu
Keroncong bukan berasal dari Indonesia. Aslinya musik ini berasal dari Portugis. Musik yang menggunakan ukulele, gitar, biola, organ, dan kadang drum, dan dibantu alat musik lainnya masih juga coba dipertahankan dan dilestarikan oleh sekumpulan orang pecinta musik keroncong. Salah satunya adalah kelompok Keroncong Tugu. Keroncong yang dinyanyikan oleh kelompok ini sangat khas karena sudah memadukan beragam alat musik termasuk seruling.
Manca Negara
Musik keroncong tidak hanya dikenal di Indonesia. Negara Singapura dan Malaysia juga mempunyai beberapa kelompok pemusik keroncong. Tentunya lagu keroncong yang dinyanyikan berasalah dari ciptaan para pemusik Indonesia seperti Kusbini dan Gesang. Lirik lagu yang tak kenal lekang oleh waktu itu tak bisa terlupakan begitu saja.
Lagu Baru
Sudah banyak lagu baru yang tercipta, tapi lagu keroncong perjuangan tetap enak didengar dan terkesan sangat kuat sehingga tetap saja merajai lagu-lagu keroncong yang dinyanyikan oleh para penyanyi keroncong. Hetty Koes Endang yang merupakan penyanyi serba bisa, masih sering juga diminta untuk menyanyi keroncong pada saat-saat tertentu.
Anak muda perlu juga melirik keroncong perjuangan ini. Selain bisa menjadi inspirasi, juga bisa dibuat kolaborasi yang menarik antara lagu melayu dan keroncong.






