logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Kerusakan Alam dan Pemanasan Global: Dampak dan Penanggulangannya


Ilustrasi kerusakan alam

Kerusakan alam yang terjadi saat ini, baik dalam skala nasional maupun internasional, sudah mencapai tahap serius dan mengancam seluruh penduduk bumi. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan alam, seperti akibat ulah manusia, cuaca, pemanasan global, degradasi lahan, dan lain-lain.

Akhir-akhir ini, kerusakan alam yang diakibatkan oleh degradasi lahan sering terjadi, seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan kelangkaan air. Selain itu, polusi udara, perubahan iklim, spesies tumbuhan dan hewan yang punah, ledakan hama dan penyakit, adalah gejala kerusakan alam serius yang mengancam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan di bumi.

Kerusakan Alam bersifat progersif

Kerusakan alam bersifat progresif artinya kian tahun tingkat kerusakannya semakin bertambah.  Fungsi hutan yang geser menjadi lahan pertanian seperti untuk area tanaman kelapa sawit, merupakan salah satu contoh dari  peran serta  kaum kapitalis yang turut andil atas kerusakan alam.  Padahal hutan merupakan sumber daya alam yang sangat bermanfaat untuk menyangga  kehidupan didalamnya maupun sumber cadangan air tanah. Apapun alasannya mengalih fungsikan hutan sebagai lahan pertanian bisa dikatakan sebagai kejahatan ekologi.  Namun aksi perusakan alam yang dilakukan oleh kapitalis seakan dibiarkan saja oleh pemangku kekuasaan.  Misalnya saja pelaku ilegal logging ternyata hanya diganjar hukuman ringan oleh pengadilan.  Padahal tindakan dia sudah memusnahkan hampir separo hutan  Sumatera dan Kalimantan.  Yang pasti pemerintah secara tak langsung ikut bersalah atas kerusakan alam.  Bagaimana tidak, pihak pemerintah turut memberikan lisensi eksplorasi kepada perusahan pertambangan batubara, perusahaan logging,pertambangan emas dan lain sebagainya.Mereka lebih banyak mengeruk sumber daya alam Kalimantan dari pada  aksi memulihkan kembali kondisi alam yang sudah terlanjur rusak. Dampak buruk dari kerusakan alam yang sekarang tengah dirasakan adalah banjir tahunan yang datang kapan saja.  Walaupun curah hujannya tak banyak tapi banjir rutin menggenang daerah-daerah di Kalimantan. 

 Ulah Manusia tak bertanggung jawab 

Mewabahnya penyakit manusia dan hewan yang mematikan saat ini, seperti HIV, flu burung, dan demam berdarah, adalah akibat gangguan keseimbangan dan kerusakan alam. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungannya adalah akar berbagai kasus kerusakan alam. Penebangan liar dan perusakan ekosistem hutan yang terjadi di seluruh pulau di Indonesia merupakan salah satu contoh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. 

Mengapa manusia berbuat seperti ini? Cara pandang manusia yang salah terhadap sistem lingkungan mempunyai andil besar terhadap kerusakan ini. Manusia memandang alam sebagai bagian yang terpisah dari kehidupan dan menganggap manusia adalah pusat dari sistem alam.Cara pandang seperti ini melahirkan perilaku eksploratif dan tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Ditambah lagi dengan paham materialisme, kapitalisme, dan pragmatisme, dalam diri manusia yang semakin memperparah kerusakan alam. Berbagai upaya untuk menyelamatkan alam dan lingkungan dari kerusakan sebenarnya sudah banyak dilakukan melalui pelatihan, pendidikan, undang-undang, dan penegakan hukum. Akan tetapi, perusakan alam ini masih saja terjadi. Bahkan, lebih cepat dan lebih intensif. Upaya-upaya yang selama ini dilakukan seolah-olah tidak ada artinya sama sekali.

Pemanasan Global

Peristiwa alam ini terjadi karena meningkatnya suhu permukaan bumi, lautan, dan atmosfer. Peneyebab utamanya adalah pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam) yang melepaskan karbondioksida dan gas-gas lainnya yang disebut gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Gas rumah kaca berfungsi sebagai selimut (insulator) yang menahan panas dari radiasi matahari.Akibat Pemanasan GlobalKenaikan suhu bumi mengakibatkan es di Kutub Selatan mencair sehingga volume permukaan laut meningkat dan terjadilah banjir di wilayah pantai. Hal ini akan menenggelamkan beberapa pulau. Kenaikan suhu bumi ini juga menyebabkan perubahan iklim yang ditandai dengan curah hujan tinggi, suhu udara meningkat, dan perubahan musim. 

Evaporasi juga akan semakin meningkat sehingga kelembapan tanah akan cepat hilang dan tanah cepat mengering. Akhirnya, terjadilah kelaparan dan kekurangan makanan karena kekeringan tanah mengganggu produksi bahan makanan. Dampak lainnya yaitu bermigrasinya hewan-hewan ke daerah yang suhunya lebih sesuai, sedangkan hewan yang tidak mampu bermigrasi, akan punah.Ada banyak efek samping dari global warming yang dirasakan oleh manusia penghuni muka  bumi. Namun yang dirugikan adalah kerusakan alam.   Berikut ini merupakan deretan  efek pemanasan global yang disebabkan oleh ulah manusia.

• Anomaly cuaca

 Anomaly cuaca adalah perubahan musim yang tak teratur, maksudnya ketika masa kemarau tapi intensitas hujan tetap tinggi, kemudian sebaliknya ketika musim hujan tapi tetap saja tak kunjung turun hujan.   Pihak yang paling dirugikan gara-gara anomaly cuaca adalah kalangan petani. Cuaca yang tak menentu dapat mengganggu jadwal tanam  dan tentu  hasil panen pertanian tak maksimal. Hal yang sama juga dialami oleh negara-negara  beriklim sub tropis seperti di Eropa,  Jepang dan negara-negara di Asia Timur. • Gagal panen Salah satu akibat yang ditimbulkan dari kerusakan alam adalah gagal panen pada sektor pertanian.  Ekosistem yang rusak dapat menimbulkan ledakan populasi hama,seperti wereng, burung, tikus dan lain sebagainya. Mengapa bisa begitu?  Ini disebabkan oleh perburuan hewan predator padahal  hewan predator itu fungsinya mengontrol jumlah populasi hama. Jadi kalau jumlah predator sedikit, bakalan terjadi ketidakseimbangan ekosistem pada sebuah wilayah. Dampaknya ya terjadi ledakan populasi hama, yang pasti merugikan petani.  

• Kekeringan

Salah satu akibat dari kerusakan alam adalah terjadinya kekurangan air bersih ketika musim kemarau.  Situasi sulit seperti ini, tak pernah dijumpai pada 40 tahun yang lalu. Di mana pada masa itu cadangan air tanah masih melimbah dan terjaga dengan baik, karena hutan-hutan belum dibabat. Orang desa tak kwatir kehabisan air bersih. Tapi itu dahulu sekarang jauh berbeda keadaanya. Kondisi sekarang lebih buruk, lihat saja ketika musim kemarau penduduk desa harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk mengambil air bersih.   Mungkin lima tahun lagi kesulitan air bersih menjadi masalah nasional yang memusingkan pemerintah, bagaimana tidak laju pertumbuhan penduduk semakin banyak disisi lain kebutuhan air bersih untuk konsumsi dan sanitasi lainnya harus terpenuhi, padahal bumi tak lagi mampu menyimpan cadangan air tawar. 

Pengendalian kerusakan alam 

• Mengurangi produksi bahan bakar fosil dan produksi gas-gas rumah kaca.

• Tidak menggunduli hutan. Mulai sekarang hentikan aksi pembabatan hutan atas nama komersialisasi.  Selamatkan hutan dari ilegal logging, mari kita rawat hutan Indonesia agar tetap lestari sepanjang masa.  Hutan merupakan paru-paru dunia, tempat penyuplay oksigen bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

 • Melakukan perbaikan ekosistem hutan besar-besaran untuk menciptakan daerah resapan (sink) gas karbondioksida. Misalnya setiap kota harus memiliki hutan kota guna menyerap polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor maupun mesin pabrik. 

• Melokalisir gas karbondioksida ke dalam sumur-sumur minyak bumi untuk menekan minyak bumi ke permukaan.• Mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.• Reboisasi hutan• Hemat energy  / listrik .

• Menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan 

Pendekatan Agama

Agama, terutama Islam, memiliki konsep yang sangat jelas tentang penyelamatan alam lingkungan. Islam menganggap lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan keimanan seseorang terhadap Tuhan. Perilaku manusia terhadap alam lingkungannya adalah manifestasi keimanan seseorang. Di dalam Islam, menjaga lingkungan sama wajibnya dengan ibadah shalat, puasa, zakat, dan haji. 

Konsep Islam tentang lingkungan ternyata telah banyak diadopsi dan dikembangkan oleh para ilmuwan lingkungan. Selain itu, banyak yang dituangkan ke dalam pasal-pasal yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan. Nilai-nilai agama dapat digunakan sebagai dasar pijakan dalam upaya penyelamatan alam dan lingkungan. Demikianlah sekilas tentang bagiamana cara menyelamatkan kerusakan alam agar tak lebih parah.  Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan
  • Pencemaran Sungai, Pembantaian Kehidupan
  • Cara Pengolahan Limbah Cair
  • Cara Penanggulangan Limbah dengan Proses Bioremediasi
  • Cara Hemat Air
  • Cara Menangani Limbah Cair Industri
  • Bumiku Sakit Parah Akibat Pencemaran Lingkungan!
  • Limbah Cair - Dampak dan Pengolahannya
  • Sumber dan Dampak Pencemaran Udara
  • Penyebab Pencemaran Pantai dan Solusinya
  • Pentingnya Konservasi Tanah
  • Cara Menanggulangi Banjir Jakarta
  • Artikel Amdal - Definisi dan Penerapannya
  • Deskripsi tentang Lingkungan Hidup
  • Artikel Daur Ulang Sampah - Untung Ruginya Mendaur Ulang Sampah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA