Lebih Peduli dengan Kerusakan Laut Indonesia
Ilustrasi kerusakan laut
Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia. Sebagai negara kepulauan yang dua pertiga luas wilayahnya dikover oleh lautan, tentunya permasalahan lautan, khususnya kerusakan lautmerupakan hal yang sangat penting untuk mendapat perhatian dan jalan keluar. Kerusakan lautIndonesia bukan sebuah hal yang harus ditutup-tutupi, namun harus diungkap untuk membuka wawasan dan pikiran para ahli demi kebaikan negeri ini.
Selain pencemaran limbah, aktivitas eksploitasi hasil laut yang berlebih dan menyalahi aturan, penambangan yang tidak terkontrol dan menghasilkan zat-zat beracun hingga hancur dan terbengkalainya perawatan terumbu karang akibat tingkah laku pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, adalah sebagian problem nyata kerusakan laut Indonesia.
Beberapa Contoh Konkret Kerusakan Laut Indonesia
Menurut catatan, hingga saat ini, telah lebih dari 340.000 ton per hari limbah tambang dibuang ke laut. Perlu Anda ketahui, jumlah limbah yang luar biasa itu hanya berasal dari dua perusahaan asing terbesar yang berada di wilayah Papua dan Nusa Tenggara Barat. Belum termasuk perusahaan-perusahaan lain. Pencemaran laut oleh oli kapal juga telah memenuhi permukaan laut dengan 80 juta liter oli per tahun sehingga memperparah kerusakan laut di Indonesia.
Kerusakan Laut - Limbah Industri
Di pesisir Situbondo saja, limbah asam sulfat yang mematikan, dengan mudahnya dialirkan ke Selat Madura oleh sejumlah pabrik yang mengolah kepala dan kulit udang yang mengandung zat khitin. Pembuangan limbah yang asal-asalan ini membuat ratusan petani tambak udang di daerah tersebut mengalami gagal panen dan menimbulkan kerusakan laut yang luar biasa.
Hal serupa juga terjadi di Kali Surabaya yang alirannya bermuara ke Selat Madura dan secara tidak langsung berperan memperparah kerusakan laut. Limbah dari sekitar seratus pabrik ditampung oleh sungai ini. Limbah-limbah pabrik tersebut mengandung beberapa logam berat, seperti timah dan merkuri yang sangat berbahaya. Padahal, Kali Surabaya selama ini digunakan sebagai bahan baku air minum oleh perusahaan daerah setempat.
Sementara itu, Selat Madura juga dikelilingi oleh bermacam-macam tambak yang membudidayakan hasil laut. Tentu hal ini sangat merugikan bagi masyarakat luas. Selat Madura dengan potensi lebih dari 200.000 ton ikan per tahun ini juga semakin menderita ketika dijadikan tempat pembuangan lumpur Lapindo yang dialirkan melalui Sungai Porong.
Kerusakan Laut - Lumpur Lapindo
Mengutip data dari Laboratorium Penguji Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (LPBPBAP), lumpur Lapindo mengandung unsur amonia, nitrit, sulfida, dan klorin yang melampaui ambang batas. Selain itu, terdapat unsur besi, tembaga, mangan dan bromida yang sudah melebihi ketentuan standar berdasar atas PP No. 82 tahun 2001.
Padahal, lumpur tersebut sebelumnya telah mengalir di sungai-sungai kecil di Sidoarjo sebelum menuju muara Selat Madura. Hal ini belum termasuk kerusakan laut yang terjadi di perairan pesisir perkotaan lain, seperti DKI Jakarta, Gresik, Semarang, serta beberapa daerah di Sumatera maupun Kalimantan.
Kerusaan Laut - Kerusakan Taman Laut
Kerusakan laut berupa taman laut juga mewarnai sisi lain keindahan taman laut kita. Padahal, menurut badan PBB yang berkonsentrasi terhadap pariwisata, taman laut di Indonesia merupakan taman surga terbesar di dunia dan mempunyai indeks keelokan tertinggi dibanding taman-taman laut yang lebih terkenal di seluruh dunia.
Kerusakan laut ini terjadi akibat eksploitasi karang secara besar-besaran dengan bom ikan, racun ikan seperti sianida, dan pencemaran laut oleh limbah-limbah industri. Selain itu, berubahnya beberapa taman laut menjadi tempat wisata tanpa pemeliharaan yang kontinyu membuat sebagian taman laut di negeri ini tidak terawat dan terbengkalai.
Kerusakan Laut - Pemanasan Global
Pemanasan global juga memegang peranan penting terhadap kerusakan laut serta pesisir pantai. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan dan Bakorsurtanal, akibat pemanasan global, permukaan air laut meninggi sehingga dari 17.504 pulau yang dimiliki Indonesia tinggal 17.480 pulau yang masih ada saat ini.
Pemanasan global diakibatkan oleh tingginya tingkat polusi udara di sekitar pesisir laut sehingga berpengaruh besar dalam jangka waktu yang panjang. Padahal, berkurangnya pulau bukan hanya berdampak terhadap jumlah kekayaan negeri ini, melainkan berkurangnya kemampuan daya dukung lingkungan untuk melawan polusi dan pencemaran sehingga terjadilah kerusakan lingkungan.
Terumbu karang, plankton, dan biota laut, mempunyai kemampuan hingga 40 persen untuk menyerap karbon dioksida. Kehilangan sebuah pulau berarti telah menurunkan daya dukung lingkungan sekian kali lipat dari sebelumnya.
Oleh karena itu, perlu diadakan konservasi atau perlindungan laut secara sungguh-sungguh. Selain melalui undang-undang dan penegakannya secara simultan, dengan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya laut bagi kehidupan satwa dan kelangsungan hidup manusia.
Kerusakan Laut - Penambangan Pasir Timah
Penambangan pasir timah juga memmicu terjadinya kerusakan laut, seperti yang terjadi di Provinsi Bangka Belitung. Reklamasi kerusakan laut di sana akibat penambangan paris timah sulit dilaksanakan karena kerusakan laut tidak mudah dideteksi. Reklamasi kerusakan laut akibat penambangan ini sampai saat ini sulit dilakukan dengan maksimal.
Reklamasi ini sulit dilakukan karena untuk mengetahui kerusakan laut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan harus dilakukan penyelaman untuk mengetahuinya. Pendeteksian kerusakan laut akibat penambangan pasir timah harus melibatkan tenaga ahli untuk mengetahui kerusakan laut yang terjadi. Selain itu, dibutuhkan juga persiapan yang matang dan dana yang cukup besar.
Kerusakan Laut Lebih Parah dari Wilayah Daratan
Sebuah riset menyebutkan bahwa kerusakan laut, khususnya keanekaragaman hayati di laut Indonesia, empat kali lebih parah daripada kerusakan di daratan. Dengan menggunakan metode pengambilan gambar memakai sistem informasi geografis, ditemukan beberapa fakta kerusakan laut, terutama di empat lokasi, seperti teluk Jakarta, pesisir Kalimantan bagian selatan, pesisir Jawa Tengah (Semarang), dan kerusakan laut di Selat Madura.
Kerusakan laut ini disebabkan oleh aktivitas manusia di wilayah daratan, yaitu munculnya beban antropogenik berupa aliran sungai yang menuju laut dijadikan tempat untuk membuang limbah. Pemerintah harus serius menangani kerusakan laut ini. Pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait yang mempunyai program penanganan kerusakan laut melalui konservasi laut, seharusnya bisa berkoordinasi. Dengan demikian, pemerintah tidak akan sia-sia menjalankan semua programnya dan juga tidak bersifat sektoral dalam penanganan kerusakan laut.
Penanganan kerusakan laut ini memang sedikit terabaikan karena kita sebelumnya fokus pada masalah di kawasan daratan. Keadaan hutan di Indonesia saja masih banyak yang perlu diperbaiki keadaannya, apalagi kerusakan laut yang memang tidak terlihat dan sulit untuk dipantau.
Berdasarakan penelitian yang dilakukan oleh LIPI, terumbu karang di laut, 30 persennya dalam kondisi sangat baik dan baik, sedangkan sisanya kondisinya buruk dan sangat buruk. Kerusakan laut berupa rusaknya terumbu karang adalah fakta yang harus segera diperbaiki.
Selama ini penanganan kerusakan laut, terutama terumbu karang sudah dilakukan. Misalnya, program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang yang dilakukan sejak 1998 hingga saat ini di 8 provinsi dan 15 kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Kerusakan laut dan kepunahan keanekaragaman hayati di laut sulit untuk dipantau. Tapi, setidaknya, semua pihak sudah menyadarkan para penambang terumbu karang agar tidak melakukan pengambilan dengan merusak lingkungan laut. Selain itu, juga kordinasi antarsektor perlu dilakukan sehingga kerusakan laut dapat diminimalisir.
Saatnya kita lebih peduli!
Ilustrasi kerusakan laut
Jika hutan bagi daratan seumpama jantung yang menghasilkan dan memompa oksigen bagi kelangsungan hidup, hal serupa juga sama halnya dengan terumbu karang. Terumbu karang adalah penghasil oksigen bagi kehidupan ekosistem di lautan.
Saat ini banyak terjadi perusakan terumbu karang. Ironisnya, hal ini masih tidak menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, masih minim pihak-pihak yang ikut menjaga keberadaan terumbu karang. Jika ini terus terjadi, kerusakan laut akan semakin parah.
Terumbu Karang
Terumbu karang adalah salah satu komponen utama sumber daya pada laut pesisir dan laut utama. Selain itu, terumbu karang juga merupakan kumpulan fauna laut yang menyatu dan membentuk sebuah terumbu. Sementara kondisi strukturnya mayoritas terdiri atas kalsium dan juga karbon.
Berbagai jenis mikroorganisme yang hidup dan melayang pada kolom perairan laut adalah penghidupannya. Bahkan kita juga mendengar bahwa keberadaan struktur hidup terumbu karang adalah yang terbesar bahkan tertua di jagat dunia ini.
Butuh jutaan tahun untuk mengkondisikan terumbu karang seperti saat ini. Peranan strategis terumbu karang bagi spesies makhluk hidup di laut adalah seperti rumah. Jika kemudian rumahnya saja tidak dirawat bahkan dimusnahkan, bersiaplah akan datangnya kepunahan makhluk hidup di dalamnya. Dalam skala yang lebih meluas, maka keseimbangan akan terganggu dan ini adalah bencana dunia.
Fungsi
Ada beberapa fungsi penting keberadaan terumbu karang dalam menjaga menyeimbangkan kondisi di lautan. Ada pun fungsi yang dimaksud adalah:
1. Pelindung Ekosistem di Pantai
Pada fungsi ini, terumbu karang berguna menahan dan memecah energi dari gelombang sehingga mampu mencegah terjadinya abrasi air laut yang bisa mengakibatkan kerusakan di sekelilingnya.
2. Penghasil Oksigen
Terumbu karang juga mempunyai kegunaan dalam hal memproduksi sumber oksigen. Tidak berlebihan jika kemudian terumbu karang disebut-sebut sebagai habitat yang sangat nyaman bagi ragam biota di lautan.
3. Tempat Berlindung
Terumbu karang adalah hunian hewan dan tanaman laut berkumpul mencari makanan, berkembang biak dan membesarkan anaknya. Intinya terumbu karang adalah tempat berlindung biota laut.
Jika terumbu karang terawat, manusia bisa menikmati besarnya potensial perikanan yang didapat sebagai makanan keseharian bahkan mata pencaharian. Bahkan dikatakan, kondisi terumbu karang sehat mampu menghasilkan sebanyak 25 ton ikan pada setiap tahunnya.
Selain itu, fungsi terumbu karang bisa juga menjadi objek wisata yang menarik karena ragam warna-warninya yang memukau, serta kandungan kimia pada terumbu karang bisa berfungsi sebagai obat-obatan.
Kerusakan
Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya teknologi yang mengakibatkan tingginya permintaan pada produksi laut, maka hal ini pelan-pelan merusak terumbu karang lebih dan merusak lautan. Padahal sejak dahulu manusia yang hidup di pesisir pantai, merasakan hubungan harmonis antara laut dan manusia.
Jika kondisinya sudah rusak, maka penyebab utamanya adalah ulah manusia itu sendiri. Adapun kegiatan yang bisa merusak terumbu karang adalah sebagai berikut:
- Kegiatan tangkap hasil laut berlebih (over-exploitation).
- Penggunaan teknologi perusak; potassium cyanide, bom ikan, dan sebagainya.
- Erosi dari daratan.
- Polusi kegiatan industri.
- Tidak tertatanya pertambangan di laut.
Tentu ini adalah tanggung jawab bersama yang dimotori oleh pemerintah. Sebab utama atau akar permasalahan dari timbulnya perusakan ini tak lain adalah seputar kondisi penduduk yang miskin, pemahaman minim akan tingkat konsumsi berlebihan bagi keseimbangan sumber daya alam, lembaga dan penegakan hukum yang tidak maksimal, dan rendahnya wawasan ekosistem.
Hal lainya adalah gagalnya pemerintah dalam menangani sistem perekonomian dan pengambilan kebijakan dalam hal pemeliharaan ekosistem bagi kelangsungan laut yang tidak rusak.
Ilustrasi kerusakan laut
Jika hutan bagi daratan seumpama jantung yang menghasilkan dan memompa oksigen bagi kelangsungan hidup, hal serupa juga sama halnya dengan terumbu karang. Terumbu karang adalah penghasil oksigen bagi kehidupan ekosistem di lautan.
Saat ini banyak terjadi perusakan terumbu karang. Ironisnya, hal ini masih tidak menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, masih minim pihak-pihak yang ikut menjaga keberadaan terumbu karang. Jika ini terus terjadi, kerusakan laut akan semakin parah.
Terumbu Karang
Terumbu karang adalah salah satu komponen utama sumber daya pada laut pesisir dan laut utama. Selain itu, terumbu karang juga merupakan kumpulan fauna laut yang menyatu dan membentuk sebuah terumbu. Sementara kondisi strukturnya mayoritas terdiri atas kalsium dan juga karbon.
Berbagai jenis mikroorganisme yang hidup dan melayang pada kolom perairan laut adalah penghidupannya. Bahkan kita juga mendengar bahwa keberadaan struktur hidup terumbu karang adalah yang terbesar bahkan tertua di jagat dunia ini.
Butuh jutaan tahun untuk mengkondisikan terumbu karang seperti saat ini. Peranan strategis terumbu karang bagi spesies makhluk hidup di laut adalah seperti rumah. Jika kemudian rumahnya saja tidak dirawat bahkan dimusnahkan, bersiaplah akan datangnya kepunahan makhluk hidup di dalamnya. Dalam skala yang lebih meluas, maka keseimbangan akan terganggu dan ini adalah bencana dunia.
Fungsi
Ada beberapa fungsi penting keberadaan terumbu karang dalam menjaga menyeimbangkan kondisi di lautan. Ada pun fungsi yang dimaksud adalah:
1. Pelindung Ekosistem di Pantai
Pada fungsi ini, terumbu karang berguna menahan dan memecah energi dari gelombang sehingga mampu mencegah terjadinya abrasi air laut yang bisa mengakibatkan kerusakan di sekelilingnya.
2. Penghasil Oksigen
Terumbu karang juga mempunyai kegunaan dalam hal memproduksi sumber oksigen. Tidak berlebihan jika kemudian terumbu karang disebut-sebut sebagai habitat yang sangat nyaman bagi ragam biota di lautan.
3. Tempat Berlindung
Terumbu karang adalah hunian hewan dan tanaman laut berkumpul mencari makanan, berkembang biak dan membesarkan anaknya. Intinya terumbu karang adalah tempat berlindung biota laut.
Jika terumbu karang terawat, manusia bisa menikmati besarnya potensial perikanan yang didapat sebagai makanan keseharian bahkan mata pencaharian. Bahkan dikatakan, kondisi terumbu karang sehat mampu menghasilkan sebanyak 25 ton ikan pada setiap tahunnya.
Selain itu, fungsi terumbu karang bisa juga menjadi objek wisata yang menarik karena ragam warna-warninya yang memukau, serta kandungan kimia pada terumbu karang bisa berfungsi sebagai obat-obatan.
Kerusakan
Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya teknologi yang mengakibatkan tingginya permintaan pada produksi laut, maka hal ini pelan-pelan merusak terumbu karang lebih dan merusak lautan. Padahal sejak dahulu manusia yang hidup di pesisir pantai, merasakan hubungan harmonis antara laut dan manusia.
Jika kondisinya sudah rusak, maka penyebab utamanya adalah ulah manusia itu sendiri. Adapun kegiatan yang bisa merusak terumbu karang adalah sebagai berikut:
- Kegiatan tangkap hasil laut berlebih (over-exploitation).
- Penggunaan teknologi perusak; potassium cyanide, bom ikan, dan sebagainya.
- Erosi dari daratan.
- Polusi kegiatan industri.
- Tidak tertatanya pertambangan di laut.
Tentu ini adalah tanggung jawab bersama yang dimotori oleh pemerintah. Sebab utama atau akar permasalahan dari timbulnya perusakan ini tak lain adalah seputar kondisi penduduk yang miskin, pemahaman minim akan tingkat konsumsi berlebihan bagi keseimbangan sumber daya alam, lembaga dan penegakan hukum yang tidak maksimal, dan rendahnya wawasan ekosistem.
Hal lainya adalah gagalnya pemerintah dalam menangani sistem perekonomian dan pengambilan kebijakan dalam hal pemeliharaan ekosistem bagi kelangsungan laut yang tidak rusak.

