logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Lingkungan Kerja    Kesehatan Keselamatan Kerja

Tantangan Kesehatan Keselamatan Kerja

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kesehatan keselamatan kerja memiliki tantangan yang dirasakan oleh para pekerja. Tantangan tersebut berupa penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan dan beresiko pada keselamatan kerja. Penyakit ini muncul sebagai akibat dari pekerjaan.


Dampak Negatif

Penyakit Akibat Kerja atau PAK, sebuah istilah yang sangat berkaitan dengan sebab akibat hubungan pekerjaan dengan resiko penyakit yang akan ditimbulkan dalam tempat kerja. Keadaan lingkungan pekerjaan sangat berpengaruh pada resiko penyakit ini.

Resiko serangan penyakit bisa disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri. Tetapi keadaan tempat kerja memiliki pengaruh pada resiko kesehatan kerja. Misalkan debu silikosis dan debu siliki yang mungkin saja bersatu dengan udara dan dihirup para pekerja. Uap pengolahan timah yang memungkinkan keracunan timah pada para petugas di lapangan.

Dikenal pula istilah Penyakit Akibat Hubungan Kerja atau PAHK. PAHK disebabkan oleh banyak faktor yang berasal dari kondisi lingkungan tempat bekerja dan jenis pekerjaan. Pengaruh tempat kerja bisa memperparah atau menyebabkan penyakit kambuh lebih cepat.


Faktor Penyebab

Terdapat beberapa tantangan akibat dari kerja. Berupa faktor-faktor yang memungkinkan menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan dan tempat kerja. Mengancam kesehatan dan keselamatan kerja.

Biologis. Para petugas medis di rumah sakit misalnya, sangat beresiko terkena infeksi. Demikian juga petugas kebersihan yang mengurus benda-benda buangan yang telah terinfeksi, sangat rentan terkena kuman. Interaksi dengan pasien dan benda yang telah terkontaminasi sangat beresiko pada penularan kuman dan bakteri.

Contohnya seperti kuman bacilli, pyogenic, dan staphylococci.  Resisten pada virus yang bisa menyebar dengan adanya kontak sekreta dan darah, seperti virus hepatitis B dan HIV. Virus masuk karena kesalahan kerja yang ringan, seperti luka goresan atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi.

Kimia. Bahan obat-obatan dan kimia, dalam waktu cepat atau lambat akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Adanya iritasi dan alergi dalam kontak kerja salah satu penyebabnya. Bahan toksin misalnya, jika terhirup, terserap kulit, atau tertelan bisa menimbulkan penyakit-penyakit kronis di tubuh.

Fisik. Faktor ini bisa berupa gangguan kebisingan dan getaran mesin yang terus menerus. Mengakibatkan rasa stress dan ketulian. Kondisi tempat kerja yang tidak memperhatikan pencahayaan ruangan dengan benar. Menimbulkan kerusakan penglihatan dan terjadinya kecelakaan saat bekerja.

Suhu ruangan kerja yang sangat dingin dan lembab, penataan ruang dan penyimpanan bahan-bahan mudah terbakar, dan tingkat radiasi sangat beresiko bagi kesehatan keselamatan kerja. Semua ini membutuhkan perhatian khusus dan detail.

Psikososial. Sangat berpengaruh pada kejiwaan pekerja. Tuntutan kerja yang harus mengutamakan sikap ramah tamah, pelayanan cepat tanggap, kewibawaan, dan rutinitas monoton berdampak pada psikososial seseorang. Contohnya adalah resiko beban mental akan dialami ketika seseorang harus menjadi panutan ideal bagi mitra kerja yang lain.

Misalkan bagi petugas kesehatan yang bersifat darurat dan membutuhkan tindakan emergency yang tepat dan cepat. Terutama ketika bersangkutan dengan resiko hidup dan matinya seseorang. Suasana kurang kondusif pada hubungan kerja antar sesama pekerja atau atasan dan bawahan, berdampak pada kesehatan dan keselamatan kerja.

Ergonomi. Berupa ilmu teknologi yang memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman. Ketersediaan alat dan mekanisme yang sehat dan aman akan meningkatkan efisiensi kerja yang lebih baik.

Umumnya peralatan banyak berasal dari luar negeri dan tidak sesuai dengan ukuran tenaga operator peralatan di Indonesia. Kurang tepatnya posisi operasional akan menyebabkan gangguan fisik. Seperti posisi salah duduk atau penggunaan alat dengan posisi yang dipaksakan karena ketidaksesuaian ukuran. Dalam jangka waktu lama, akan menimbulkan rasa stress atau terjadi gangguan sakit pinggang.

Kesehatan keselamatan kerja sangat penting diperhatikan. Kita harus bergaya hidup dinamis, sehat, dan aman. Menghindari beban pikiran berlebih, berusaha sesuai kemampuan, dan senantiasa bertawakal kepada Tuhan.

Kebiasaan berolahraga, berpikir positif, dan tenang yang dilakukan sejak awal akan mengurangi dampak negatif dari rutinitas kerja. Wallahu a’lam.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pemahaman Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pabrik
  • Poster Keselamatan Kerja Untuk Membangun Budaya Kerja Produktif
  • Alat Keselamatan Kerja Las Listrik
  • Tanda Keselamatan Kerja Yang Umum Dipakai
  • Peranan Penting Lambang Keselamatan Kerja
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja Konstruksi
  • Efektivitas Video Keselamatan Kerja untuk mencegah Kecelakaan Kerja
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA