Kesenian Mancanegara: Kesenian Kaligrafi yang Mendunia

Hidup kita sehari-hari dikelilingi oleh seni, seperti langit yang berubah-ubah warna dan bentuk, lengkung pelangi, aneka bentuk dan warna bunga, dan suara kicau burung. Semua itu seni alam yang diciptakan oleh Sang Maha Indah, Tuhan Semesta Alam.
Tanpa disadari, kita menggunakan hasil karya seni setiap harinya. Seperti, piring atau gelas (seni keramik), penataan makanan yang menggugah selera (seni kuliner), atau membaca tulisan indah. Salah satu kesenian mancanegara adalah menulis indah. Seni menulis indah atau yang dikenal dengan kaligrafi sudah dikenal sejak dulu di mancanegara.
Kata kaligrafi berasal dari bahasa Yunani dari akar kata kallos yang artinya 'keindahan' dan graphein yang artinya 'tulisan'. Jadi, kaligrafi adalah tulisan indah dengan tangan sebagai karya seni.
Makna kaligrafi menurut pakar kaligrafi, Syaikh Syamsuddin al-Akfani, adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, tata cara merangkai dan cara menulisnya hingga menjadi sebuah tulisan yang tersusun atau menggubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara untuk menggubahnya yang membutuhkan tingkat seni tinggi.
Beberapa negara yang sudah mengenal kesenian menulis indah sejak lama, misalnya Mesir dengan tulisan Hierogliph, Assiria dengan Fonogram (tulisan paku), India dengan Devanagari, Indian dengan Azteka, dan negara-negara lain yang sudah mengenal aksara terlebih dahulu.
Bangsa Arab yang dikenal karena keindahan kaligrafi sampai sekarang ternyata merupakan salah satu negara yang agak terlambat mengenal aksara dibanding bangsa lain. Salah satu alasannya karena kebiasaan bangsa Arab yang suka berpindah-pindah tempat atau nomaden.
Bangsa Arab baru mengenal tulisan dan pemakaiannya pada masa menjelang kedatangan Islam yang ditandai pemasangan al-Mu’alaqat atau kumpulan syair pada dinding Ka’bah.
Kesenian kaligrafi menyebar sampai ke beberapa wilayah. Bahkan, sampai ke luar negara Arab, seperti di Spanyol dan Afrika Utara, gaya tulisan yang mereka kembangkan adalah gaya Maghribi.
Biasanya, penulisan setiap negara mempunyai kekhasan masing-masing yang disesuaikan dengan budaya negara setempat. Seperti, gaya penulisan di India dan Afganistan yang disebut dengan gaya penulisan Behari.
Sementara itu, di Cina, yang corak penulisannya kental dengan gaya penulisan daerah yang sudah ada sejak lama, disebut gaya Shini. Penulisan kaligrafi di Cina lebih banyak dipakai untuk hiasan pada keramik.
Berdasarkan tempat asal mula kaligrafi tersebut dikembangkan, misalnya gaya penulisan Ta’liq atau Farisi yang lahir dari Parsi (sekarang Iran), tercipta pada abad ke-13 Masehi.






