Cerita Tentang Kesenian Modern dan Perkembangannya
Bentuk kesenian modern terlihat dalam beberapa karya sastra. Kesenian modern menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi para penikmatnya. Tidak dapat dipungkiri jika sebuah kesenian modern lahir dari sebuah pemikiran tentang kesenian yang boleh dikatakan tradisional.
Lalu apa perbedaan antara kesenian tradisional dan kesenian modern? Secara hakikat rasanya tidak ada yang berbeda. Kedua jenis kesenian yang konon datang dari masa yang berbeda tersebut sama-sama memiliki hakikat sebagai sarana eksistensi kesenian dan perlambang kebebasan manusia dalam mengekspresikan sesuatu. Selebihnya, hanya beda pada waktu.
Selain waktu, sarana dan prasarana ketika kesenian itu disuguhkan merupakan hal berbeda lainnya yang terjadi antara kesenian tradisional dan kesenian modern. Bagaimanapun juga, zaman semakin berkembang, pemenuhan kebutuhan manusia pun semakin meningkat, begitupun dengan kebutuhan dalam berkesenian.
Harus diakui bahwa keberadaan kesenian tradisional sekarang ini sudah mulai terkikis dengan hadirnya kesenian modern. Tidak ada yang bisa disalahkan atas hal itu. Pergantian atau regenerasi bagaimanapun juga tetap diperlukan untuk menjaga kestabilan kehidupan manusia. Bumi terus berputar, dan itu menandakan bahwa kehidupan tidak sepantasnya "diam".
Yang kemudian harus dipikirkan adalah bagaimana kesenian tradisional tersebut tetap diingat di tengah maraknya kesenian modern yang semakin merajai. Para pelaku kesenian pun rasanya sudah memikirkan hal tersebut. Akulturasi dari dua kesenian itu pun akhirnya banyak dilakukan. Kesenian tradisional mulai kembali ditampilkan dengan pengemasan a la kesenian modern.
Kesenian modern merujuk pada karya seni yang dihasilkan selama periode tertentu. Periode yang dapat dikatakan sebagai periode lahirnya kesenian modern terentang antara 1860-an dan 1970-an. Kesenian modern bisa juga bermakna gaya dan filosofi seni yang dihasilkan pada era tersebut.
Kemunculan Kesenian Modern
Istilah kesenian modern biasanya dihubungkan dengan seni yang mengesampingkan tradisi masa lalu atas nama semangat eksperimentasi. Kesenian modern melahirkan seniman-seniman modern yang bereksperimen dengan cara pandang baru dan gagasan segar mengenai alam materi dan fungsi seni.
Kecenderungan terhadap abstraksi merupakan karakteristik dari sebagian besar karya kesenian modern. Hasil karya seni yang pada periode yang lebih belakangan sering disebut seni kontemporer atau seni postmodern.
Kesenian modern bermula dari warisan para pelukis, seperti Vincent van Gogh, Paul Cézanne, Paul Gauguin, Georges Seurat, dan Henri de Toulouse Lautrec, yang semuanya penting bagi perkembangan seni modern.
Pada permulaan abad ke-20, Henri Matisse dan beberapa seniman muda, termasuk pelukis pra-kubisme Georges Braque, André Derain, Raoul Dufy, dan Maurice de Vlaminck merevolusi dunia seni Paris dengan lukisan-lukisan panorama dan sosok yang “liar”, beraneka warna, dan ekspresif. Oleh para kritikus karya mereka disebut beraliran Fauvisme.
Dua versi karya Henri Matisse, The Dance, menandai titik penting dalam kesenian modern sekaligus kariernya dan perkembangan lukisan modern itu sendiri. Karya tersebut mencerminkan kekaguman Matisse pada seni primitif, warna hangat yang intens dari figur-figur dalam lukisan dengan warna latar hijau kebiruan yang adem serta rangkaian gerak ritmik sosok telanjang yang sedang menari mengungkapkan cita pembebasan dan hedonisme yang emosional. Sebuah lukisan yang benar-benar mewakili hadirnya “virus” kesenian modern dikalangan seniman.
Dalam perkembangan kesenian modern, Gauguin, yang pada awalnya terpengaruh Toulouse Lautrec, bersama inovator akhir abad ke-19 yang lain, Pablo Picasso, membuat karya Kubisme pertamanya berdasarkan gagasan Cézanne bahwa semua gambaran alam dapat direduksi ke dalam tiga bentuk, yaitu kubus, bola, dan kerucut.
Dengan lukisan Les Demoiselles d'Avignon (1907), Picasso secara dramatis menciptakan lukisan baru dan radikal yang menggambarkan pemandangan rumah bordil primitif dengan lima pelacur. Para perempuan dalam lukisan tersebut dilukis secara kasar dan mengingatkan pada topeng Afrika. Sebuah lukisan yang mendobrak norma-norma dari kesenian “tradisional”.
Kubisme analitik dikembangkan oleh Picasso bersama Georges Braque, ditandai antara lain dengan Violin and Candlestick, Paris, dari sekitar 1908 hingga 1912. Kubisme analitik, yang merupakan manifestasi pertama yang jelas dari Kubisme, kemudian diikuti Kubisme sintetik, yang dipraktikkan oleh Braque, Picasso, Fernand Léger, Juan Gris, Albert Gleizes, Marcel Duchamp, dan beberapa pelukis lain pada 1920-an. Kubisme sintetik ditandai pengenalan berbagai tekstur, permukaan, elemen-elemen kolase, papier collé, dan bermacam bahan lain.
Kesenian Modern Abad Ke-19
Meskipun seni patung dan arsitektur dianggap muncul pada akhir abad ke-19, seni lukis modern telah ada lebih awal. Tahun yang biasa disebut-sebut tahun kelahiran kesenian modern adalah 1863, ketika Édouard Manet memamerkan lukisannya Le déjeuner sur l'herbe in the Salon des Refusés di Paris.
Selain itu, ada juga yang berpendapat kesenian modern muncul lebih awal, yakni pada 1885 (ketika Gustave Courbet memamerkan The Artist's Studio) dan 1784 (ketika Jacques-Louis David menyelesaikan lukisannya The Oath of the Horatii). Menurut pakar sejarah seni H. Harvard Arnason:
"Masing-masing memiliki signifikansi bagi perkembangan kesenian modern, tetapi tak satupun secara kategoris menandai awal baru yang paripurna.... Metamorfosis bertahap berlangsung selama seratus tahun.”
Kesenian Modern Awal Abad Ke-20
Beberapa gerakan yang muncul pada dasawarsa pertama abad ke-20 antara lain Fauvisme, Kubisme, Ekspresionisme, dan Futurisme dianggap juga sebagai awal mula hadirnya kesenian modern awal abad 20. Antara 1910 hingga akhir Perang Dunia I dan setelah masa kejayaan Kubisme, beberapa gerakan muncul di Paris.
Giorgio de Chirico pindah ke Paris pada Juli 1911. Di kota ini dia bergabung dengan saudaranya, Andrea (penyair dan pelukis yang dikenal dengan nama Alberto Savinio). Lewat saudaranya ini, Giorgio de Chirico bertemu Pierre Laprade, anggota dewan juri pada Salon d'Automne, tempat dia memamerkan tiga karyanya: Enigma of the Oracle, Enigma of an Afternoon, dan Self-Portrait.
Pada 1913, Giorgio de Chirico memamerkan karyanya di Salon des Indépendants dan Salon d’Automne, dan karyanya mendapat perhatian dari Pablo Picasso. Lukisan-lukisannya yang memukau dan misterius dianggap penting pada awal kemunculan Surealisme.
Song of Love (1914), merupakan salah satu karya de Chirico yang paling terkenal. Lukisan itu merupakan contoh awal gaya Surealis, meski dilukis sepuluh tahun sebelum gerakan tersebut “didirikan” oleh André Breton pada 1924. Berdasarkan hal ini, kita semua menjadi tahu, bahwa gaya surealis lahir dari masa kesenian modern.
Perang Dunia I mengakhiri fase ini, tetapi menandai diawalinya sejumlah gerakan anti-seni, seperti Dada dan Surealisme. Kelompok seniman, seperti de Stijl dan Bauhaus mengembangkana gagasan baru mengenai keterkaitan seni, arsitektur, desain, dan pendidikan seni. Kesenian modern diperkenalkan di Amerika Serikat dalam Armory Show pada 1913 dan melalui seniman-seniman Eropa yang pindah ke AS selama Perang Dunia I.
Kesenian Modern - Setelah Perang Dunia II
Setelah Perang Dunia II, AS menjadi titik pusat gerakan seni baru. Dasawarsa 1950-an dan 1960-an ditandai kemunculan Ekspresionisme Abstrak, Pop art, Op art, dan masih banyak lagi gerakan yang lain. Pada akhir 1960-an dan 1970-an, Land art, Performance art, Conceptual art, dan bentuk-bentuk seni baru yang lain menarik perhatian para kurator dan kritikus.
Seni pertunjukan dan instalasi makin meluas. Sekitar periode ini, sejumlah seniman dan arsitek mulai menolak ide “modern” dan menciptakan karya-karya Postmodern. Bagaimana pun keadaannya, kesenian modern adalah tonggak lahirnya dari berbagai gaya serta aliran dalam “berkesenian”. Kesenian modern jugalah yang melahirkan kesenian postmodern yang kini semakin eksis dan banyak diminati.






