logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Fiksi

Meningkatkan Keterampilan Menulis Itu Mudah Lho!


Kemampuan berkomunikasi memiliki peranan vital bagi seseorang. Sebab, tanpa memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ide sebagus apapun tidak akan pernah bisa dipahami oleh orang lain. Selama ini kita mengenal tiga cara dalam berkomunikasi, yaitu secara verbal (lisan), tulisan, dan isyarat.

Ketiga cara berkomunikasi tersebut dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak dapat lepas dari komunikasi. Sesuai kehidupannya, manusia termasuk makhluk sosial yang bergantung pada orang lain.

Komunikasi sebagai salah satu cara manusia dapat berhubungan dengan orang lain. Ketika melakukan komunikasi, maka kita harus memilih cara yang tepat untuk menyampaikannya. Sesuai penjelasan di atas, tulisan sebagai salah satu cara dari kita melakukan komunikasi dengan orang lain.

Dalam hal tulisan, kita membutuhkan keterampilan menulis di dalamnya. Semua orang memiliki keterampilan tersebut. Namun, sebagian besar dari mereka menganggap bahwa kemampuan menulisnya tidak ada. Sebagiannya yang lain, kemampuan menulisnya ada, tapi tidak mau melakukannya.

Keterampilan menulis dapat dilatih dan dibiasakan sejak dini. Ketika kebiasaan menulis telah terbentuk pada diri masing-masing orang, maka komunikasi lewat tulisanpun akan lancar. Selain itu, akan menjadikan Anda seorang penulis dengan banyak menularkan ide dan ilmunya melalui tulisan.

Dalam kehidupan, kita membutuhkan adanya komunikasi dengan cara yang bagus. Dalam hal ini maksudnya adalah komunikasi yang dapatdipahami oleh orang lain maksud dan tujuan kta melakukan komunikasi. Melalui tulisan, maka tulisan kita juga harus dapat dipahami oleh penerima pesan.

Cara Berkomunikasi Yang Bagus

Cara berkomunikasi akan dikatakan bagus apabila maksud atau pesan yang dibawa, bisa dipahami oleh orang lain secara mudah. Dan pengertian ini berlaku untuk semua cara dalam berkomunikasi, termasuk tulisan. Tulisan memang rawan mengalami kesalahpahaman jika tidak bagus menyusun kalimat dan hal lain yang berkaitan dengan tulisan.

Misalnya saja melalui tulisan sms di hand phone. Manusia kadang salah paham akibat kesalahan dalam menuliskan pesan. Selain itu, menulis pada sebuah buku atau hasil karya yang lain. Menulis dalam sebuah karya, tingkatannya lebih tinggi pelaksanaannya daripada menulis pada biasa.

Ketika keterampilan menulis sebuah karya terus diasah dan dilatih secara kontinyu, maka karya yang dihasilkan juga akan komunikatif. Maksudnya adalah karya hasil menulis tersebut dapat dipahami oleh orang lain. Dalam hal ini tidak terbatas pada jumlah kecil saja tapi juga dapat dipahami oleh manusia di seluruh wilayah dalam jumlah besar karena karya menulis Anda.

Dalam pengertiannya yang seperti ini, maka tulisan yang bagus adalah juga sebuah tulisan yang mudah dipahami oleh pembacanya. Pembaca sebuah tulisan biasanya memiliki pemahaman masing-masing ketika membacanya. Tulisan Anda akan dapat dipahami dengan baik dan benar karena banyak faktor. Keterampilan menulis yang diasah dan dilatih sejak dini merupakan faktor utama yang dapat menyelesaikan masalah kesalahpahaman.

Membuat tulisan yang mudah dipahami, sangat bergantung pada keterampilan menulisseseorang. Adapun keterampilan menulis ini, bukanlah suatu kemampuan yang berhubungan dengan takdir seseorang, namun sesuatu yang sebenarnya bisa dipelajari oleh siapa saja. Menulis dapat dipelajari dan dilatih mulai dari usia anak-anak.

Awalnya latihan menulis mengenai hal-hal yang sederhana. Anak-anak biasanya perbendaharaan kosakatanya masih sedikit sesuai perkembangan otaknya. Anak-anak suka menuliskan hal yang mereka sukai juga. Jadi, keterampilan menulis dapat dilatih sedikit demi sedikit agar menjadi suatu kebiasaan yang baik bagi diri anak hingga dewasa kelak.

Menulis Itu Mudah

Selama ini tugas menulis menjadi momok bagi pelajar dan mahasiswa. Karena, hanya sebagian kecil dari pelajar dan mahasiswa yang menaruh minat dan memiliki hobi menulis. Padahal keterampilan menulis membutuhkan pembiasaan bukan minat ataupun hobi. Menulis membutuhkan pembiasaan seperti uraian sebelumnya.

Sebenarnya pelajar dan mahasiswa lebih mudah jika menulis. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan otak mereka. Semakin usia bertambah, seharusnya perbendaharaan kosakata dimiliki dalam jumlah banyak. Hal inilah yang akan memudahkan menulis. Banyaknya perbendaharaan kosakata tersebut tergantung dari berapa banyak buku atau sumber bacaan lainnya yang pernah dibaca.

Kadang yang terjadi berupa persoalan pertama berikut ini. Adapun persoalan yang melatar belakangi adalah penilaian negatif yang ditujukan pada dirinya sendiri, "saya tidak bisa menulis". Ironisnya, tudingan ini berasal dan ditujukan bagi dirinya sendiri. Mengapa? Jawabnya sederhana, karena tidak terbiasa menulis.

Jawaban sederhana di atas, bila ditelisik lebih jauh akan bermuara pada akar sejarah budaya yang kompleks. Dalam tradisi masyarakat kita, komunikasi yang lazim dilakukan hanyalah secara lisan. Wajar saja jika muncul pertanyaan tersebut. Menulis membutuhkan kebiasaan serta latihan.

Namun demikian, Indonesia terbawa arus yang dibuat oleh peradaban. Kemampuan komunikasi lisan lebih utama daripada menulis. Meski lisan merupakan kunci utama komunikasi dengan lisan, tapi hal yang menentukan komunikasi lisan yaitu cara penyampaiannya harus nyaman, sopan dan mudah dipahami.

Sedari kecil kita sudah terbiasa dengan tradisi dongeng. Tradisi yang membuat kebanyakan orangtua secara lisan menyampaikan cerita dongeng kepada anaknya sebelum tidur. Langkah tersebut tidak salah. Bayi akan terbiasa mendengar hal-hal yang Ana sampaikan termasuk dongeng. Hal tersebut akan berlanjut hingga usia remaja dan dewasa nantinya.

Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng, bisa ditransformasikan secara lisan melalui pengulangan-pengulangan. Kebiasaan ini menjadikan anak terbiasa bersikap pasif dalam proses komunikasi tersebut. Sebenarnya banyak jenis bacaan untuk anak. Melalui beragam jenis bacaan, anakpun akan mudah memahami banyak kata yang nantinya menambah perbendaharaan kosakata.

Pelajaran Menulis Di Sekolah

Hal yang sama juga terjadi pada metode pembelajaran di sekolah, yang cenderung berusaha mengoptimalkan kemampuan komunikasi anak didik secara lisan. Wajar jika anak tidak terbiasa menulis dalam kesehariannya. Kemampuan menulis sebenarnya dapat dilakukan di rumah dan sekolah dapat memfasilitasinya. Namun, pada kenyataannya, di rumah mereka tidak dibiasakan menulis dan di sekolahpun mereka tidak melakukan pembiasaan menulis.

Satu-satunya pelajaran yang mengajarkan menulis, hanya pelajaran bahasa. Itupun sangat teknis sekali dan hanya berkaitan dengan struktur tatabahasa. Padahal semua ilmu yang diajarkan sebenarnya bisa dituangkan kembali dalam tulisan. Sering terjadi seorang pengajar hanya memberikan catatan yang harus dikutip atau ditulis ulang oleh siswanya.

Itulah pembiasaan yan diberikan pengajar kepada peserta didiknya yang harus diubah. Seiring perkembangan teknologi, peserta didik harus dibiasakan membaca beragam sumber bacaan yang bermanfaat  kemudian menuliskan hasil bacaannya sebagai bahan belajar mereka. Ketika mereka membaca dan menulis hal yang mereka temukan, tentu ini akan membantu peserta didik untuk belajar dan berlatih menulis dengan benar dan mudah dipahami.

Padahal, andaikata upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis ini disadari oleh semua pihak, juga memiliki nilai penting, maka metode pembelajaran sekolah harus mengalami sedikit modifikasi. Ketika modifikasi ini berhasil, maka hasil yang dicapai sekolahpun akan membanggakan dan membahagiakan karena peserta didik dapat memahami konsep materi dengan membaca sendiri dan mampu menulis karena perbendaharaan kosakata yang dimilikiya.

Berikut ini contoh modifikasinya. Misalnya, ketika pengajar sudah selesai memberikan materi pelajarannya, dia bisa meminta siswanya untuk menuliskan kembali materi pelajaran yang telah disampaikan, menurut daya tangkap dan versi dari masing-masing siswa. Jadi, selain dari sumber bacaan, maka kemampuan menulis dapat dilatih dengan mengulang dari penyampaian materi secara lisan.

Dengan metode ini mau tidak mau setiap siswa akan memiliki kegiatan menulis setiap hari. Dan karenanya dia akan jadi terbiasa dengan menulis. Kebiasaan menulis ini akan terus dikembangkan dalam berbagai bidang pelajaran di sekolahnya. Selain dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan menulis siswa, metode ini juga bisa digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran.

Selain itu juga nantinya akan tampak, bagaimana sebenarnya kemampuan menulis peserta didik di bidang sains, teknologi, bahasa dan lainnya. Dengan demikian pengajar bisa mendapatkan feedback dari siswa. Sementara bagi siswa sendiri, selain mendapatkan ilmu pengetahuan, lambat laun dia juga akan memiliki keterampilan menulis.

Ketika mereka memiliki kemampuan menulis di berbagai bidang keilmuan, maka ia akan memiliki inisiatif sendiri untuk berkarya dengan kemampuannya tersebut. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda. Selamat mencoba!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Resensi Buku Dealova
  • Berguru pada Cerpen Putu Wijaya
  • Menulis Kreatif pada Artikel
  • Resensi Wanita Berkalung Sorban: Sebuah Perlawanan
  • Tips Menulis Novel Pendek Indonesia
  • Contoh Resensi Buku Laskar Pelangi
  • Nama Penulis Novel Terkenal
  • Jenis Puisi Cinta Mengundang Kekuatan Imajinasi
  • Multiply dan Facebook Gudangnya Lomba Menulis Terbaru
  • 10 Dosa Besar yang Harus Dihindari oleh Penulis
  • Cerpen Sedih - Selamat Pagi, Diaz!
  • Langka-Langkah Menulis Cerpen Yang Asyik
  • Tips Menulis Dongeng Pendek Bahasa Inggris
  • Dongeng Bahasa Inggis Singkat, The Fox and The Monkey
  • Membuat Resensi Buku Fiksi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA