Keutamaan Sabar Menerima Qadha Allah Swt.

Keutamaan sabar sangatlah banyak. Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak akan luput dari ujian. Allah Swt. telah menjanjikan pahala bagi setiap mukmin yang mampu menghadapi ujian dengan kesabarannya. Sabar lebih utama dilakukan setiap mukmin dalam menjalani segala ketentuan-Nya. Dengan begitu ia akan melangkah pada kehidupan selanjutnya yang lebih tinggi lagi derajatnya. Maka, dengan sabar menerima segala ujian dari-Nya ia akan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Tuhannya.
Allah Swt. berfirman,
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (TQS. Az Zumar:10)
“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (TQS. Al Baqarah:153)
Rasulullah saw bersabda,
“Sungguh mengagumkan urusan orang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti ini tidak akan didapati pada seseorang kecuali orang yang beriman. ” (HR. Ahmad)
Itulah di antara nash-nash yang mengharuskan setiap mukmin untuk bersabar ketika mendapat ujian atau qadha dari Allah Swt. Sabar merupakan suatu bentuk keteguhan seorang hamba dalam menerima ketentuan dari Allah Swt. Sebagai wujud ketakwaan kepada Rabbnya. Sikap sabar merupakan wujud dari ketundukan dan kepasrahan sebagai hamba-Nya yang lemah. Sabar menghadapi ujian memiliki kecenderungan untuk kebaikan dan keburukan.
Adapun nash tentang kewajiban ridha menerima qadha adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim dan al Bukhari dalam al Adab al Mufrad, dan al Hakim, ia menshahihkan hadits ini. Adz Dzahabi juga menyetujuinya, dengan lafadz hadits, ”Dan aku meminta kepada-Mu, ya Allah, bisa ridha setelah menerima qadha.”
Qadha dari Allah ini akan menjadi penebus atas dosa-dosa seorang hamba jika ia mau bersabar. Dengan ujian, Allah akan melihat apakah hamba-Nya itu tetap berpegang teguh kepada Allah, ataukah berpaling dari-Nya.
Dari ’Aisyah ra. sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, ”Seorang Muslim yang tertusuk duri atau yang lebih dari itu, maka pasti Allah dengan musibah itu akan mengangkat satu derajat untuknya dan menggugurkan satu kesalahan darinya.”
Yang dimaksud dengan pahala di sini adalah pahala atas keridhaannya terhadap qadha dari Allah dan kesabarannya. Juga bersyukur dan tidak mengadukan musibahnya, kecuali kepada Allah Swt. saja. Orang beriman yang ditimpa ujian akan berdiri teguh menerima segala ketetapan-Nya.
Dengan begitu, kedudukannya di sisi Allah Swt. akan naik sebagai wujud dari pengabdiannya sebagai seorang hamba yang berserah diri. Dalam hal ini, sikap yang utama yang harus diambil adalah sikap sabar. Karena, sikap ini akan mengantarkan seorang mukmin pada kemuliaan.
Sikap sabar juga harus disertai dengan sikap syukur. Hal ini menunjukkan bahwa setiap ujian yang dihadapi orang beriman merupakan rasa kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya. Dengan begitu, setiap mukmin akan senantiasa berserah diri atas segala ketetapan Allah Swt. dan tidak berkeluh kesah, serta berputus asa menghadapi ujian dalam setiap episode kehidupannya.
Demikianlah, bahwa sikap utama yang harus dipilih oleh setiap mukmin yang sedang diuji, yaitu dengan bersabar dan bersyukur. Semoga bermanfaat.






