Keutamaan Shalat Dhuha yang Menakjubkan
Adakah keutamaan shalat dhuha yang disunahkan untuk kita lakukan setiap pagi menjelang? Ah, pagi hari adalah hari yang sibuk. Sempatkah Anda melaksanakannya?
"Demi waktu matahari sepenggalahan naik..." (QS. Ad Dhuha: 1-2)
Ketika waktu matahari sepenggalah naik, orang-orang sibuk dengan kehidupan duniawinya. Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu shalatnya orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim)
Shalat dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari (matahari sepenggalah naik) hingga menjelang masuk waktu Zuhur. Utamanya dilakukan pagi sekitar pukul 09.00. Jumlah rakaatnya adalah rentang dua hingga dua belas rakaat.
Pada umumnya, orang mengenal keutamaan shalat dhuha yaitu sebagai shalat sunnah untuk memohon rezeki dari Allah. Hal ini berdasarkan sebuah hadis qudsi, Rasulullah bersabda, “Allah Swt. berfirman, 'Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.'” (HR. Hakim dan Thabrani)
Apakah Keutamaan Shalat Dhuha Hanya untuk Melapangkan Rezeki?
Sebenarnya, keutamaan shalat dhuha tak hanya untuk melapangkan rezeki, tapi juga adalah sebagai amalan sadhaqah, seperti yang disabdakan Rasulullah saw, “Setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah. Akan tetapi, dua rakaat shalat dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut.” (H.R. Muslim).
Keutamaan shalat dhuha lainnya adalah karena ia merupakan wasiat dari Rasulullah saw. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, "Kekasihku, Rasulullah saw berwasiat kepadaku mengenai tiga hal: berpuasa tiga hari pada setiap bulan, melakukan shalat dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur." (H.R. Bukhari & Muslim)
Wajibkah Membaca Surah Ad Dhuha?
Sebenarnya, tidak didapati dalil yang menunjukkan keharusan membaca surah Ad Dhuha kala melaksanakan shalat dhuha.
Allah bersumpah dengan waktu Dhuha dalam surah tersebut bukan lantas menjadikan ia wajib dibaca saat melakukan shalat dhuha. Allah bersumpah sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dari makhluk-makhluk-Nya.
Namun, jika Anda membaca surah tersebut saat melaksanakan shalat dhuha, tidak ada seorang pun yang bisa melarang. Asalkan, Anda meyakini bahwa surah tersebut hanyalah bagian dari surah dalam Al Qur'an yang bisa dibaca setiap kita melakukan shalat.






