Cara Berkebun & Khasiat Sayur-sayuran Organik

Saat ini, tren back to nature telah melanda dunia. Sadar akan mewabahnya berbagai penyakit degeneratif yang disebabkan makanan, orang mulai mencari alternatif makanan yang lebih sehat. Banyak orang telah mulai meninggalkan sayuran konvensional dan beralih memburu khasiat sayur-sayuran organik.
Dibandingkan sayuran biasa, sayuran organik memiliki beberapa keunggulan seperti:
- Mengandung mineral yang lebih baik ketimbang sayuran biasa yang ditanam secara konvensional.
- Cita rasa lebih renyah, lebih manis, dan lebih nikmat.
- Lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.
- Jauh lebih sehat karena bebas bahan kimia berbahaya yang berasal dari pemakaian pestisida.
Anda ingin memetik khasiat sayur-sayuran organik sekaligus menambah pundi-pundi bulanan dengan berkebun sayuran organik? Ikuti beberapa prosedur penting berikut:
Lokasi tanam
Pilihlah lokasi yang bebas dari pencemaran pupuk kimia atau pestisida kimia. Jika masih dalam taraf percobaan dan belum berniat mengembangkan bisnis berskala besar, Anda bisa memulainya dari halaman rumah Anda sendiri.
Pemupukan
Pergunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Pergunakan sistem rotasi tanaman dan konsep konservasi tanah demi memelihara kesuburan tanah. Jangan memakai pupuk buatan yang bersifat kimiawi.
Pemilihan Benih dan Bibit Tanaman
Pergunakan benih dan bibit tanaman yang sehat dan bebas dari pestisida berbahan kimia. Ada baiknya benih diproduksi sendiri karena benih yang dijual di pasar biasanya masih memakai insektisida atau fungisida.
Penyemaian Benih
Lakukan proses penyemaian benih yang bebas dari penggunaan bahan kimia.
Penanaman Bibit
Saat melakukan aktivitas penanaman bibit, catat dengan rapi hal-hal terkait waktu tanam, jarak tanam, dan lain-lain.
Pengairan
Untuk pengairan, gunakan air yang bebas dari kontaminasi pupuk kimia, pestisida kimia, atau bahan-bahan kimia lainnya. Sistem irigasi yang memadai sangat penting demi menjaga kesuburan tanaman.
Pemeliharaan Tanaman
Segala aktivitas pemeliharaan tanaman seperti penyiangan dan penunasan harus dilakukan secara manual. Hindari pengaruh bahan-bahan kimia.
Pemberantasan Hama dan Jamur
Segala upaya melindungi tanaman dari hama harus dilakukan tanpa penggunaan pestisida kimia. Bahan-bahan yang diperbolehkan dalam upaya membasmi hama adalah insektisida alamiah seperti ekstrak daun tembakau dan bawang. Untuk membasmi jamur, gunakan fungisida alamiah berbahan ekstrak kunir.
Pemanenan
Proses panen yang baik dikerjakan secara manual. Cuci dan keringkan sayuran organik terlebih dahulu sebelum dikemas agar tidak cepat membusuk.
Pengemasan
Syarat-syarat bahan kemasan yang baik adalah bebas dari bahan kimia, mampu melindungi sayuran organik dari kerusakan fisik, serta bahan yang ramah lingkungan.
Penyimpanan Produk
Untuk menghindari kontaminasi bahan kimia, penyimpanan sayuran organik tidak boleh dicampur dengan bahan atau produk non-organik. Tempat penyimpanan juga harus memiliki fasilitas pengatur suhu.
Pengangkutan
Untuk mengangkut produk sayuran organik yang siap dipasarkan, gunakan alat transportasi berfasilitas alat pendingin. Perhatikan pula kebersihan alat transportasi tersebut. Demi memaksimalkan daya angkut dan menghemat biaya angkut, gunakan wadah-wadah yang dapat ditumpuk. Jangan mencampur sayuran organik dengan produk-produk non-organik yang dapat mencemari sayuran organik Anda.
Demikian beberapa prosedur sederhana dalam bertanam sayuran organik. Mengingat tren hidup sehat sekarang ini, bisnis sayuran organik bisa menjadi alternatif usaha yang patut dilirik. Walaupun pangsa pasarnya terbatas pada kalangan menengah ke atas, dengan strategi pemasaran yang baik, Anda pun bisa sukses di bisnis ini. Walhasil, Anda dapat merasakan dua khasiat sayur-sayuran organik, untuk kesehatan tubuh dan untuk kesehatan kantong.
Selamat berkebun sayuran organik!






