logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Tauhid

Pelaksanaan Khotbah Agama Islam pada Beberapa Sholat Sunnah


Ilustrasi khotbah agama islam
Khotbah agama Islam banyak ragamnya. Khotbah ini sendiri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari beberapa jenis sholat sunnah. Setiap khotbah itu sendiri biasanya disampaikan sesuasi dengan keadaan. Yang harus ada dalam setiap khotbah adalah ajakan untuk bertaqwa dan hanya bersandar kepada Allah Swt. Selanjutnya ajakan untuk bersabar dan bersyukur dengan apa yang telah diberikan. Boleh saja menambahkan beberapa hal yang berkaitan dengan apa yang sedang terjadi pada saat itu.

Khotbah Sholat Jumat

Khotbah Jumat adalah bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian pelaksanaan ibadah sholat Jum'at berjama'ah dalam agama Islam. Khotbah ini bagian dari sholat sehingga jamaah yang mendengarkannya tidak boleh berkata-kata atau melakukan hal yang akan membatalkan sholatnya. Keistimewaan inilah yang membuat khotbah sholat Jumat terkadang malah disalahgunakan untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat politis.

Tidak salah kalau sejak dari zaman penjajahan hingga zaman pemerintahan sekarang ini, para khotib yang menyampaikan khotbah sholat Jumat sering diawasi. Para khotib yang dengan sadar memberikan khotbah yang terlalu menjurus kepada ajakan untuk memilih seseorang yang akan memimpin suatu daerah, akan diminati keterangan. Beberapa orang telah terkena kasus ini. Rhoma Irama adalah salah satu orang yang sempat dituduh melakukan provokasi dalam khotbah Jumatnya.

Ia menyampaikan bahwa memilih pemimpin itu haruslah yang beragama Islam. Pada saat ia menyampaikan khotbah tersebut, Jakarta sedang akan menyambut pemilihan umum daerah. Rhoma Irama tentunya membidik pasangan Jokowi-Ahok yang akhirnya terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Pada masa orde baru, malah lebih banyak lagi para khotib yang diawasi ketika menyampaikan khotbah Jumat. Bahkan terkadang bagi khotib yang akan menyampaikan khotbah Jumat di masjid tertentu, ia harus sudah menyerahkan salinan isi khotbahnya jauh-jauh hari.

Kalau ada hal-hal yang diperkirakan akan merusak ketentraman dan kedamaian bangsa dan negara, maka isinya diminta untuk diubah. Inilah sisi yang membuat adanya pemberontakan. Rasa tertekan yang dialami oleh beberapa orang itu membuat suasana menjadi tidak menyenangkan. Kini isi khotbah Jumat sering dikaitkan dengan apa yang sedang terjadi. Misalnya, maraknya korupsi, hubungan haram diluar pernikahan, riba, dan lain-lain.

Masalah perselingkuhan yang kian marak cukup sering disampaikan oleh khotib Jumat. Bagaimana tidak, maraknya perselingkuhan ini merupakan ciri-ciri kiamat. Zina telah dilakukan secara terang-terangan. Orang tidak malu lagi bergumul terlalu dekat dengan yang bukan mahramnya. Apalagi para artis yang bermain di film dengan sengaja dan atas nama skenario, mau saja melakukan adegan yang merusak dirinya. Hal ini sangat mengerikan. Orang sudah tidak lagi takut dengan dosa. Bahkan mungkin mereka tidak merasa berdosa.

Tidak diperkenankan bagi umat Muslim dalam pelaksanaan sholat Jum'at hanya menjalankan sholatnya saja tanpa didahului oleh khotbah yang disampaikan oleh Imam atau Khotib. Tidak sah sholat Jumat tanpa adanya khotbah. Imam adalah pemimpin sholat dalam sholat berjama'ah. Sedangkan Khotib adalah orang yang menyampaikan khotbah. Dalam pelaksanaan sholat Jum'at, Imam bisa sekaligus menjadi Khotib, atau Imam hanya memimpin sholat dan Khotib menyampaikan khotbah.

Rangkaian Acara Sholat dan Khotbah Jum'at

1. Pada saat waktu dluhur tiba, muadzdzin (orang yang mengumandangkan adzan) mengumandangkan adzan (seruan ajakan sholat). Sebagian umat Muslim ada yang mempraktekkan adzan dua kali, sebagian yang lain ada yang hanya satu kali. Perbedaan ini bukanlah hal yang prinsip, sehingga umat Muslim biasa mengikuti yang mana saja.

2. Imam atau Khotib naik mimbar untuk menyampaikan khotbah Jum'at bagian pertama. Jika adzan dilakukan dua kali, setelah adzan pertama dikumandangkan, peserta (jama'ah) berdiri untuk menunaikan sholat sunnah qobliyyah (sholat sunnah sebelum sholat wajib sebanyak dua raka'at).

3. Setelah selesai, mu'adzdzin biasanya membacakan salah satu hadis Nabi SAW yang artinya, "Ketika kamu berbicara kepada temanmu pada hari Jum'at, padahal Imam sedang menyampaikan khotbah, maka sia-sialah ibadahmu." Hadis ini dibaca untuk mengingatkan kepada semua peserta sholat agar mereka benar-benar menyimak apa yang akan disampaikan oleh Khotib.

4. Setelah itu, Imam atau Khotib naik mimbar dan menyampaikan salam, kemudian duduk di kursi. Kemudian, Mu'adzdzin mengumandangkan adzan kedua. setelah itu Imam atau khotib berdiri lagi untuk menyampaikan khotbah bagian pertama.

5. Setelah Imam atau Khotib menyelesaikan khotbah bagian pertama, ia duduk sejenak. Pada saat Khotib duduk, seluruh peserta (jama'ah) sholat Jum'at sangat dianjurkan memanjatkan do'a. Pada sebagian umat Muslim, pada jeda ini, mua'adzdzin membacakan sholawat Nabi SAW dengan mengeraskan suara.

6. Imam atau Khotib berdiri lagi untuk menyampaikan khotbah bagian kedua. Dalam khotbah kedua ini, khotib menutupnya dengan do'a yang diamini oleh para peserta.

7. Setelah khotib mengakhiri khotbahnya, mu'adzdzin berdiri untuk mengumandangkan iqamah (ajakan untuk berdiri dan segera menunaikan sholat).

8. Sholat Jum'at berjama'ah dilaksanakan sebanyak dua raka'at. Imam berdiri paling depan dan di belakangnya diikuti oleh makmum (jama'ah yang mengikuti sholat Imam). Semuanya menghadap kiblat atau ke arah Ka'bah di Mekah, Saudi Arabia.

9. Semua makmum harus merapatkan dan meluruskan barisan dan harus mengikuti Imam dengan sepenuhnya hingga sholat Jum'at berjama'ah selesai.

Rukun Khotbah Jum'at
Berikut ini adalah rukun (hal-hal yang harus dilakukan) dalam khotbah Jum'at.
1. Khotib memuji Allah SWT, misalnya dengan mengucapkan "Innal hamda lillah", pada kedua khotbah.
2. Khotib membaca sholawat Nabi SAW, misalnya dengan mengucapkan "Allahumma sholli 'alaa Muhammad", pada kedua khotbah.
3. Khotib berwasiat taqwa kepada Allah SWT, pada kedua khotbah.
4. Membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu khotbah.
5. Berdo'a untuk Mu'minin dan Mu'minat pada khotbah kedua.

Syarat Khotbah Jum'at
Khotbah Jum'at sah apabila syarat-syarat berikut ini dipenuhi:
1. Khotbah Jum'at dilakukan sebelum sholat Jum'at.
2. Khotib niat untuk menyampaikan khotbah.
3. Sebagian ulama mensyaratkan Khotib berkhotbah dalam bahasa Arab. Sebagaian ulama memperbolehkan Khotib berkhotbah dalam bahasa selain Arab.
4. Khotbah dilakukan setelah masuk waktu dzuhur.
5. Khotib duduk sejenak diantara khotbah bagian satu dan khotbah bagian dua.
Demikanlah hal-hal yang berhubungan dengan Khotbah Jum'at. Wallahu a'lam bisshowab.

Khotbah Sholat Idul Fitri

Untuk khotbah sholat Idul Fitri, khotib biasanya akan membuat isi khotbah selain yang berkaitan dengan mengajak bertaqwa, bersabar, dan bersyukur juga menekankan kemenangan yang telah diraih setelah berpuasa selama satu bulan. Kesholehan sosial juga diingatkan karena pada hakikatnya ibadah yang dijalankan selama Ramadhan itu banyak sekali yang berhubungan dengan manusia lainnya. Mulai dari pemberian zakat, infaq, sedekah hingga memperbanyak perbuatan baik lainnya.


Adanya budaya silaturahmi juga dibahas. Manusia memang harus pandai bersyukur agar tidak terjebak ke dalam kegelisahan hati dan jiwa. Kalau tidak pandai bersyukur, maka hidup ini akan terasa sangat gersang. Kegersangan inilah yang akan membuat masalah semakin menumpuk hingga akan semakin menyesakan dada. Banyak orang menjadi stres dan bingung harus bagaimana lagi menyikapi kesulitan hidup yang dihadapinya.

Dunia seolah menjadi sempit. Tidak heran kalau ada pemberitaan bahwa bahkan orang yang bergelar profesor pun bisa menjadi gila dan menggelandang. Cukup disesalkan bila hal ini bisa terjadi. Selain tentang khotbah, biasanya sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan, ada pengumuman jumlah zakat dan infaq dan penyalurannya.

Khobah Sholat Idul Adha

Isi khotbah sholat Idul Adha biasanya lebih ditekankan pada kemauan untuk berkurban. Darah hewan yang dikurbankan itu merupakan simbol disembelihnya keegoisan diri manusia dan sifat kebinatangan manusia. Kisah tentang kesholehan dan hubungan orangtua dan anak juga disinggung dengan cara mengambil teladan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Biasanya pelaksanaan sholat Idul Adha ini lebih pagi dibandingkan dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Hal ini dilakukan karena adanya aktivitas penyembelihan setelah sholat Idul Adha tersebut. Khotbah sholat Idul Adha ini juga diselingi dengan pengumuman berapa jumlah hewan kurban yang ada di lingkungan masjid. Untuk orang-orang di Pulau Sumatera, pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha biasanya banyak dilakukan di masjid. Selian masjidnya berukuran besar, lapangan masjid pun cukup lebar dan luas. Berbeda dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri atau Idul Adha di daerah Pulau Jawa. Biasanya pelaksanaannya lebih di tanah lapang.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tiga Kunci Karakteristik Agama Islam
  • Kisah para sahabat nabi
  • Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
  • Sekilas Tentang Aqidah dan Akhlak
  • Menengok Gambaran Hari Kiamat untuk Memperkuat Iman
  • Pengawasan dari Yang Maha Mengawasi
  • Tips Membangun Akhlak Mulia
  • Materi Akhlak Bagi Pribadi Mulia
  • Menjadikan Tanda tanda Kiamat Sebagai Instrospeksi Diri
  • Materi Kultum Islam - Manfaat Puasa bagi Tubuh dan Mental Manusia
  • Perjuangan Aktivis Dakwah
  • Akhlak Islam Adalah Tuntutan Iman
  • Membuat Makalah Dakwah Islam
  • Pergeseran Akhlak Manusia di Era Modern
  • Melihat Tanda-Tanda Kebesaran Allah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA