logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Idul Adha

Materi Khutbah Idul Adha


Ilustrasi khutbah idul adha
Khutbah Idul Adha merupakan bagian dari sholat Idul Adha. Isinya berupa ajakan tetap berada di jalan yang lurus. Jalan yang diridhoi oleh Allah Swt. Selain itu juga berisi tentang hubungan orangtua dan anak. Betapa demokratisnya Nabi Ibrahim dan betapa taat serta baktinya Nabi Ismail. Kedekatan ayah dan anak ini menjadi salah satu simbol abadi dalam setiap khutbah yang disampaikan pada Hari Raya Idul Adha tersebut. Terkadang ada juga sisipan tentang bahasan tentang apa yang sedang terjadi.

Makna Idul Adha

Idul Adha merupakan hari raya besar kedua ummat Islam setelah idul fitri. Idul Adha atau yang lebih akrab disebut dengan lebaran haji atau hari raya kurban, merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan Islam terhadap para jamaah haji. Yang telah menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam yang ke lima yakni melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu. Tidak jarang ketika khutbah disampaikan, ada saja jamaah yang menangis karena teringat keluarganya yang sedang berada di tanah suci. Kerinduan yang mendalam itu menambah keharuan pada hari raya tersebut.

Hari Raya Idul Adha biasanya dirayakan pada hari yang sama di seluruh Indonesia. Hal ini karena berdasarkan jadwal wukuf yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Ketika jamaah calon haji telah berkumpul di Arafah, saat itulah umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, berpuasa. Sehari setelahnya, maka perayaan hari raya haji. Di beberapa tempat, perayaan hari raya Idul Adha ini sama ramainya dengan perayaan hari raya Idul Fitri.

Tetapi di tempat lain, tidak ada perayaan khusus kecuali pemotongan hewan kurban dan makan bersama. Semua perbedaan itu hanyalah bentuk kebiasaan. Apalagi kini telah ada ponsel dan sarana jejaring sosial yang malah membuat orang tidak banyak lagi melakukan silaturahmi. Masing-masing orang seolah merasa telah ‘bertemu’ walau hanya lewat sms atau telepon. Terkadang malah hanya memasang status di facebook dan di twitter atau di BBM. Perkembangan zaman memang menimbulkan perubahan dalam bergaul.

Khutbah Hari Raya Haji ini juga mengingatkan kepada semua jamaah betapa ratusan ribu bahkan malah hampir lebih dari 2 jutaan umat muslim diseluruh penjuru dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf di padang Arafah. Mereka berdiam diri di adang nan luas itu tak lain hanyalah untuk memuji dan mengagungkan nama Allah yang Maha Suci dan Maha Besar. Suasana yang ada di padang Arafah itu sebagai satu gambaran bahwa suatu saat nanti manusia akan dikumpulkan di padang Masyar dengan sinar matahari nan terik.

Masing-masing orang bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Itulah mengapa masing-masing individu harusnya mengejar ilmu dan pengetahuan agar hidupnya bisa terbebas dari keraguan tata cara bermunajad kepada Allah Swt. Isi kandungan khutbah tak lain juga semata-mata untuk mengagungkan kebesaran Sang Maha Pencipta yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih itu akan sangat menyentuh ketika sang khatib menyampaikannya sepenuh hati.

Idul Adha sebagai salah satu hari raya besar ummat Islam, layaknya hari raya idul fitri juga didahului dengan ibadah puasa sunnah. Sebelum berangkat menunaikan ibadah shalat Idul Adha disunnahkan untuk tidak menyantap makanan apa-apa atau minum. Hal ini berlawanan dengan sunnah yang dianjurkan sebelum menunaikan shalat Idul Fitri. Pada Idul Fitri, kita disunnahkan makan-makan terlebih dahulu sebelum berangkat menunaikan ibadah shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Adha dan Khutbahnya

Salah satu hal yang menambah khidmat dan khusuknya kita dalam menjalani hari raya Idul Adha adalah pada saat kita melaksanakan shalat Idul Adha. Dan dalam shalat ini, hal yang akan paling sangat berkesan tentunya sejauh mana kita memaknai dan menyimak  khutbah Idul Adha yang disampaikan seorang khatib.

Khutbah merupakan bagian dari rukun shalat. Layaknya kita sedang membaca Al-fatihah dalam shalat. Oleh sebab itu pada saat khatib tengah berada di atas mimbar untuk berkhutbah, maka kita tidak diperkenankan berbicara, ngobrol atau melakukan aktivitas tak penting lainnya. Ingat bahwa khutbah merupakan bagian dari rukun shalat itu sendiri. Tidak boleh juga beranjak meninggalkan tempat sholat. Untuk mengingatkan hal ini, biasanya panitia akan mengingatkan para jamaah agar tetap berada di tempat sholat.

Berikut ini beberapa poin penting yang biasanya terkandung sebagai muatan khutbah pada Idul Adha yang disampaikan oleh seorang khatib.

1.  Pemaknaan Hakikat Berkurban
Ulasan yang biasanya kerap kita dengar adalah sejarah turunnya syariat berkurban yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim beserta putranya Ismail. Belajar dari ketulusan seorang Ibrahim dalam mengikhlaskan putranya Ismail untuk disembelih.

Yang dengan keikhlasan itu, Allah tidak menyia-nyiakan ketaatan seorang Ibrahim dan Ismail. Maka Allah pun mengganti Ismail yang akan dipotong dengan seekor kambing. Riwayat ini juga sekaligus mengajarkan dan mencontohkan ketaatan seorang anak terhadap orang tuanya yang berupaya melaksanakan syariah Allah dengan benar, meski dengan pengorbanan nyawa sekalipun.

2.  Kurban dan Manfaat Sosial
Poin penting lain yang perlu disampaikan dalam khutbah Idul Adha adalah manfaat dan peran sosial yang akan muncul dari ibadah berkurban ditengah masyarakat. Islam adalah agama yang mengajarkan kepekaan dan kepedulian yang sangat besar kepada masyarakat.

Disyariatkannya ibadah kurban bagi kaum muslimin tak lain semata-mata sebagai salah satu bentuk rasa saling berbagi, peduli dan kecintaan yang tinggi terhadap masyarakat kurang mampu yang merasa kesulitan untuk mengkonsumsi makanan mewah seperti daging sapi misalnya.

Ibadah kurban ditujukan bagi mereka yang memiliki kondisi ekonomi sulit. Sehingga akan sangat terasa keberkahan dari hari raya Idul Adha yang mereka jalani. Bukan untuk golongan orang-orang ekonomi elit yang menjadikan daging sapi atau kambing sebagai makanan sehari-hari.

3.  Pemaknaan Kurban pada Kondisi Kehidupan Bernegara
Hakikat kurban adalah pengorbanan. Ditengah keprihatinan bangsa Indonesia atas segala musibah yang datang beruntun memberikan tuntutan dan anjuran kepada kita untuk terus memupuk rasa kepedulian terhadap sesama.

Rasa solidaritas dan kepekaan terhadap nasib saudara-saudara kita yang tengah dilanda bencana menjadi bentuk aplikasi nyata dari pelaksanaan ibadah kurban. Inilah beberapa hal penting yang bisa menjadi muatan khutbah hari raya Idul Adha.

Isi Lain Khutbah

Terkadang ada juga khatib yang mengungkapkan hubungan orangtua dan anak yang seharusnya baik. Anak hendaknya menghargai dan menghormati orangtua. Orangtua oun begitu. Tidak boleh orangtua meminta terlalu berat kepada anak. Kalau orangtua mengungkit apa yang telah ia lakukan pada anaknya, anak akan menjadi tersinggung dan tidak akan menaruh hormat kepada orangtuanya. Sebaiknya memang orangtua merelakan dan mengikhlaskan apa yang telah ia lakukan untuk anaknya.

Bukankah memang merupakan kewajiban orangtua untuk memberikan semua itu kepada anaknya. Anak tidak minta dilahirkan. Semua telah diatur oleh Allah Swt sehingga tidak boleh mengeluh dengan apa yang telah terjadi. Kalau orangtua malah meminta balasan dan malah mengatakan tidak akan memberikan restu atau ridho kepada anak, hal ini malah akan memperburuk hubungan mereka. Kerendahan hati masing-masing memang sangat diharapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Di zaman yang semakin tidak karuan ini, makin banyak saja hubungan antara anak dan orangtua yang tidak harmonis. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Orangtua yang sombong yang memaksakan kehendaknya kepada anak atau anak yang merasa tidak perlu menyayangi orangtua yang telah membuatnya sakit hati. Sebaiknya masing-masing dari mereka berusaha saling memaafkan dan saling mengerti apa yang mereka alami.

Kalau mereka tetap pada pendapat masing-masing, maka hubungan mereka tidak akan pernah akur. Mereka hidup pada zaman yang berbeda sehingga pandangannya pun berbeda. Akan sangat berbeda ketika masing-masing hidup dengan pandangan yang sama. Memang tidak akan terlalu panjang khatib mengingatkan agar hubungan orangtua dan anak ini diperbaiki demi kemaslahatan bersama. Tetapi memang hal ini harus diungkapkan agar dunia ini lebih damai lagi.

Selain itu, khatib juga bisa menyampaikan siapa saja yang berhak atas daging kurban. Termasuk teknologi yang menggunakan kornet. Hal ini perlu disampaikan karena terkadang begitu banyak yang berkurban sehingga daging tersisa begitu banyak. Alangkah baiknya kalau daging itu diserahkan kepada Rumah Zakat yang mempunyai cara mengatur agar kornet kurban lebih tersebar ke banyak orang di seluruh negeri.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Amalan Menjelang Lebaran Idul Adha
  • Menelisik Puasa Sunah Idul Adha
  • Pentingnya Ucapan Selamat Idul Adha
  • Kartu Ucapan Idul Adha
  • Khutbah Kedua Idul Adha: Kandungan Materi Khutbah Idul Adha
  • Ketentuan Pelaksaan Qurban
  • Memahami Makna Idul Adha
  • Tema Pidato Idul Adha
  • Puasa Idul Adha dan Puasa Arafah
  • Makna Qurban - Hati-Hati Keliru Memahaminya
  • Fikih Hewan Qurban Idul Adha
  • Teknik Pemotongan Hewan Kurban
  • Menyampaikan Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa
  • Membuat Materi Khutbah Idul Adha
  • Hikmah Khotbah Idul Adha
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA