logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Kimia

Rumus dan Persamaan Reaksi dalam Kajian Kimia Anorganik


Kimia anorganik. Suatu reaksi kimia akan lebih mudah dipelajari jika reaksi tersebut dinyatakan dalam bentuk persamaan yang disebut dengan persamaan kimia. Dalam penulisannya biasanya dinyatakan dengan rumus kimia dan ditulis memakai lambang unsur-unsurnya. Maka dari itu, untuk memahaminya harus terlebih dahulu mengetahui lambang unsur dan tata nama senyawa kimia.

Tata Nama Senyawa kimia Anorganik

Terdapat banyak senyawa kimia yang ditemukan di alam maupun hasil sintesis di laboratorium. Jumlah yang banyak membuat senyawa-senyawa ini harus diberikan tata nama yang sistematis agar tidak kesulitan untuk mengingatnya.

Oleh karena itu, beberapa pakar kimia yang tergabung dalam organisasi kimia (IUPAC) memutuskan untuk menetapkan aturan penamaan bagi senyawa kimia. Aturan penamaan ini tentunya disusun secara sistematis agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Beberapa tata nama senyawa kimia anorganik adalah sebagai berikut.

1. Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa biner merupakan senyawa yang terbentuk dari dua jenis unsur yang berbeda. Tata namanya dibuat berdasarkan nama-nama unsur pembentuknya. Penamaannya dituliskan secara berurutan dan disesuaikan dengan rumus kimianya dan ditambahkan akhiran –ida. Contohnya adalah natrium klorida dan kalsium hidroksida.

Apabila terdapat dua unsur yang dapat membentuk senyawa lebih dari satu, tidak hanya ditambahkan akhiran –ida. Hal ini karena dikhawatirkan akan bermunculan senyawa-senyawa dengan nama yang sama. Oleh karena itu, pada penamaannya selalu diawali kata mono-, di-, tri-, atau tetra-. Contohnya yaitu nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida.

2. Tata Nama Senyawa Poliatom

Senyawa poliatom merupakan senyawa yang terbentuk dari lebih dua unsur kimia. Senyawa ini biasanya mengandung atom oksigen pada strukturnya. Tata nama senyawa ini dibuat berdasarkan jumlah atom oksigen yang menyusunnya. Senyawa dengan jumlah atom oksigen paling banyak diberi akhiran –at. Sedangkan senyawa dengan atom oksigen paling sedikit diberi akhiran –it. Contohnya yaitu natrium klorat dan natrium klorit.

Metode penamaan seperti ini sudah lama muncul sebelum ditemukannya beberapa senyawa baru. Oleh karena itu, terdapat penataulangan kembali untuk beberapa senyawa poliatom. Senyawa yang strukturnya mengandung atom oksigen yang lebih banyak diberi awalan per-. Sedangkan senyawa poliatom yang atom oksigennya lebih sedikit diberi awalan hipo-.

Rumus Kimia untuk Senyawa Kimia Anorganik

Semua senyawa kimia pastinya harus dituliskan dengan menggunakan lambang yang menunjukkan unsur-unsur penyusunnya. Selain itu, juga disertai dengan komposisi unsur yang dapat diketahui melalui percobaan di laboratorium.

Lambang yang dituliskan untuk suatu senyawa kimia ini disebut sebagai rumus (formula) kimia. Dengan demikian, rumus kimia dapat diartikan sebagai rumus suatu spesi atau zat yang dituliskan menggunakan lambang unsur-unsur pembentuknya dan disertai dengan jumlah atom atau ion penyusunnya.

Pada saat menentukan rumus kimia yang harus diperhatikan adalah konsep pembentukan senyawanya. Ketika suatu senyawa ion terbentuk, di dalamnya akan terjadi perpindahan elektron yang akan menghasilkan ion positif dan ion negatif. Banyaknya jumlah ion yang terlibat dalam pembentukan ikatan kimia ini harus sesuai dengan jumlah muatan negatifnya.

Sebagai contohnya adalah senyawa natrium karbonat yang untuk menentukan rumus kimianya harus memerlukan dua ion natrium agar menyamai jumlah ion karbonatnya.

Agar dapat menentukan rumus kimia dari ion-ion penyusunnya maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut.

  • Selalu menuliskan nama senyawa ionnya.
  • Selalu menuliskan ion-ion yang terlibat dalam proses perpindahan elektron.
  • Menyetarakan muatan positif dan negatif ion-ionnya.
  • Menuliskan rumus kimianya tanpa adanya muatan ion.

Persamaan Reaksi Kimia Anorganik

Persamaan reaksi merupakan bentuk penulisan dari zat-zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia. Persamaan reaksi juga dapat didefinisikan sebagai suatu persamaan untuk menyatakan kesetaraan dari jumlah zat yang terlibat dalam reaksi kimia.

Prinsipnya yaitu dengan menuliskan lambang unsurnya atau rumus kimianya. Penulisan persamaan reaksi kimia ini berlaku untuk senyawa yang ditemukan di alam maupun senyawa yang sengaja direaksikan di laboratorium.

Pada umumnya, di dalam suatu reaksi kimia pasti akan terdapat zat pereaksi (reagen) dan zat hasil reaksi (produk). Zat pereaksi adalah zat-zat yang direaksikan dalam suatu reaksi kimia. Sedangkan zat hasil reaksi merupakan zat-zat yang terbentuk dari proses reaksi kimia. Untuk penulisan persamaan reaksinya yaitu dengan menuliskan rumus kimia pereaksi di sebelah kiri.

Sementara itu, untuk rumus kimia hasil reaksi dituliskan di sebelah kanannya. Sedangkan di antara keduanya dihubungkan dengan tanda anak panah yang menunjukkan arah berlangsungnya reaksi.

Untuk menyetarakan suatu reaksi kimia dapat dilakukan dengan menambahkan bilangan di bagian depan masing-masing rumus kimianya. Tentu saja dengan memberikan angka-angka yang sesuai. Bilangan atau angka ini disebut juga sebagai koefisien reaksi.

Jangan sampai menyetarakan reaksi dengan cara mengubah fakta yang didapat melalui percobaan. Walaupun mungkin akan ditemukan keadaan persamaan reaksi yang tampak sudah setara, akan tetapi hal seperti ini tidak bisa dibenarkan.

Untuk itu, dalam menuliskan persamaan reaksi kimia yang benar dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

  • Menuliskan terlebih dahulu lambang unsur atau rumus kimianya. Tahap ini disebut juga sebagai tahap penulisan kerangka.
  • Menyetarakan jumlah atom-atom yang terdapat pada zat pereaksi dan zat hasil reaksi. Tahapan kedua ini akan mendapatkan suatu persamaan reaksi yang sudah setara.
  • Melengkapi persamaan reaksi yang sudah setara dengan fasanya, yaitu gas (g), cairan (l), padatan (s), dan larutan (aq).

Jenis-jenis Reaksi Kimia Anorganik

Setelah memahami konsep persamaan reaksi kimia, selanjutnya akan lebih mudah untuk mempelajari jenis-jenis reaksi yang terjadi pada senyawa kimia anorganik. Untuk memahami reaksi kimia dapat dilakukan dengan mengamati perubahan-perubahan yang terjadi ketika reaksi berlangsung. Di antaranya yaitu perubahan warna, perubahan wujud, dan perubahan zat yang diiringi dengan perubahan energi kalor.

Berdasarkan beberapa perubahan yang terjadi tersebut, jenis-jenis reaksi kimia dapat digolongkan sebagai berikut.

1. Reaksi Penggabungan

Jenis reaksi ini merupakan reaksi penggabungan antara dua zat atau lebih. Contohnya yaitu reaksi penggabungan antara fosfor putih dengan gas klorin dan akan membentuk senyawa fosfor triklorida yang berupa cairan tidak berwarna.

2. Reaksi Penguraian

Reaksi penguraian merupakan suatu reaksi kimia yang di dalamnya terjadi penguraian senyawa tunggal menjadi dua atau lebih zat yang sifatnya baru. Contohnya yaitu penguraian senyawa kalsium karbonat (batu kapur) menjadi kalsium oksida (kapur tohor) dan karbon dioksida.

3. Reaksi Pendesakan

Reaksi yang sering disebut sebagai reaksi pertukaran tunggal ini merupakan reaksi yang berlangsung antara suatu unsur dengan senyawa. Pada reaksi ini maka akan terjadin pergantian salah satu unsur dalam senyawa tersebut dengan suatu unsur yang baru. Contohnya yaitu unsur besi yang ditambahkan ke dalam senyawa tembaga nitrat akan mengendapkan logam tembaga dan membentuk senyawa besi nitrat.

4. Reaksi Metatesis

Reaksi yang merupakan reaksi pertukaran ganda ini melibatkan pertukaran antara spesi-spesi yang terdapat di dalam dua senyawa pereaksi. Contohnya yaitu reaksi antara natrium sulafat dengan barium nitrat akan menghasilkan senyawa natrium nitrat dan endapan barium sulfat.

5. Reaksi Pembakaran

Reaksi pembakaran merupakan reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan gas oksigen. Contohnya yaitu reaksi pembakaran antara senyawa karbon di udara yang mengandung oksigen. Maka hasilnya akan terbentuk senyawa karbon dioksida. Karbon monoksida, ataupun jelaga.

Rumus dan persamaan reaksi ini merupakan kajian penting dalam memahami ilmu kimia. Makna dari persamaan reaksi itu sendiri adalah untuk menunjukkan jati diri zat, baik yang bereaksi maupun hasil reaksi. Selain itu, pemahaman yang diperoleh dapat digunakan untuk menggolongkan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di alam ke dalam jenis reaksi yang sesuai. Maka dari itu, tujuan dari mengkaji ilmu kimia anorganik ini dapat tercapai jika beberapa pihak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Sifat Kimia Tanah
  • Manfaat Ilmu Kimia untuk Berbagai Bidang Kehidupan Manusia
  • Kimia Organik dan Gugus Fungsional
  • Manfaat Kimia bagi Kehidupan
  • Senyawa-Senyawa Kimia dalam Kehidupan Kita
  • Manusia adalah Tabung Reaksi dari Reaksi Biokimia Kompleks
  • TEORI ASAM BASA
  • Percobaan Kimia di Permukaan Kulit
  • Sejarah Perkembangan Sistem Periodik
  • Mengenal Kalsium Propionat
  • Bahan Kimia pada Rokok
  • Reaksi Kimia, dan Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika
  • Berbagai Sistem Penerapan Rekayasa Genetika
  • Bahan Kimia dalam Kehidupan - Asam dan Deposit Asam
  • Pemisahan Campuran dalam Kimia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA