Kimia
Ilustrasi kimia
Seperti yang sudah kita ketahui, kimia adalah sebuah ilmu yang banyak mempelajari tentang struktur, komposisi, atau sifat zat yang di mulai dari atom hingga molekul dalam pembahasannya tersebut. selain mempelajari ilmu – ilmu di atas tadi, kimia juga membahas tentang perubahan atau transformasi yang di akibatkan oleh terjadinya inetraksi antar zat. Pemahaman sifat dan interaksi atom pun di pelajari dengan tujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan.
Selain mempelajari ilmu – ilmu yang sudah di terangkan di atas, kimia juga merupakan ilmu pusat di karenakan berhubungan dengan ilmu fisika, biologi dan kedokteran. Hubungan tersebut terjadi karena konsep – konsep dari ilmu – ilmu tersebut di manfaatkan oleh ilmu itu sendiri. sebagi contohnnya adalah kimia fisik yang melibatkan ilmu fisika terhadap ilmu atom dan molekul yang juga di bahas dalm fisika tersebut.
Sejarah Kimia
Sebagai awal dari terbentuknya ilmu kimia ini adalah dapat di lihat dari fenomena pembakaran yang terjadi. Dari hasil pembakaran ini, dapat kita temukan bahwa kekuatan dari api yang membakar tersebut dapa mengubah suatu zat menjadi zat lain. Dan inilah yang menjadikan kima sebagi suatu ilmu yang bisa kita dalami dan di pelajari.
Sejarah awal kimia di mulai dengan penelitian Robert Boyle yang membedakan kimia dengan alkimia pada tahun 1627 – 1691. Pembedaan ini diterangkan melalui karya yang ia buatnya sendiri dengan judul “The Sceptical Chymist” pada tahun 1661. Baik kimia amupun alkimia yang ia terangkan dalam penelitiannya tersebut, menerangkan bahwa keduanya mempelajari sifat materi dan perubahan – perubahannya. Hal ini berbeda dengan alkimiawan dan kimiawan yang menerpakan metode ilmiahnya saja.
Pada tahun 1789 di Perancis terjadi revolusi besar yang berdampak pada perkembangan sejarah dunia. Revolusi tersebut berdampak pada bidang politik yang di terjadi pada saat penjara Bastille yang di serbu oleh rakyat dan hal ini yang menumbuhkan sifat demokrasi bagi seluruh rakyat di Eropa.
Hal kedua yang terkena dampak dari revolusi besar Perancis tersebut ialah pada bidang ilmu. Dampak pada bidang ilmu ini terjadi ketka Antoine Laurent Lavoisier menerbitkan buku yang bertajuk “Traite Elementaire de Chimie” pada tahun 1743 – 1794 yang merupakan awal dari tumbuhnya kimia modern. Dalam bukunya ini, Lavoisier mengembangkan hukum kekekalan massa sebagai hal yang utama di bahasnya.
Kemudian dengan sejarah yang panjang setelah itu, terciptalah dari penemu Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869 dengan adanay unsur periodik yang menjadi puncak ilmu kimia berkembang.
Dengan pengembangan yang di lakukan oleh Antoine Lavoisier yang menitiuk beratkan pada kekekalan massa pada tahun 1783 dan juga Dmitri Mendeleyev yang mebuat unsur periodik pada tahun 1869 tersebut, membuatnya diberikan penghargaan Nobel Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 yang memberikan gambaran bagus tentang perkembangan ilmu kimia tersebut.
Cabang Ilmu Kimia
Seperti yang sudah kita ketahui, cabang ilmu kimia terdiri dari lima cabang utama. Cabagn – cabang dari ilmu kimia tersebut di antaranya ialah kimia analitik, biokimia, kimia anorganik, kimia organik, dan kimia fisik. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai cabang ilmu kimia tersebut, mari kita simak tentang penjelasan mengenai cabang – cabang ilmu tersebut :
Kimia Analitik
Cabang ilmu kimia yaitu kimia analtik ini merupakan cabang ilmu kimia yang membahas tentang analisis yang mempelajari pemahaman mengenai susunan dan struktur kimia. Cabang – cabang ilmu kimia ini melibatkan metode penelitian yang menggunakan metode eksperimen dalam ilmu tersebut.
Berdasarkan hal – hal yang di pelajari dalam cabang ilmu kimia analitik ini, cabang ilmu ini terbagi dalam ilmu kimia bioanalitik, analisis material, analisis kimia, analisis lingkungan, dan forensik.
Biokimia
Cabang ilmu biokimia ini merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang apa – apa dari peranan berbagai molekul. Molekul – molekul ini bereaksi dalam kimia yang berlangsung dalam mahkluk hidup. Cabang ilmu ini sangat luas jangkauannya karena menitik beratkan pada sistem yang terjadi di dalam mahkluk hidup. Tidak hanya itu, ilmu biokimia itu pun mempelajari berbagai proses organisme yang ada dan terjadi pada mahkluk hidup di mulai dari organisme sederhana hingga yang kompleks sekalipun.
Seperti sebagaimana namany biokimia merupakan ilmu yang langsung berhubungan dengan ilmu biologi seperti molekular, fisio;logi, dan genetika. Cabang ilmu biokimia ini juga merupakan cabang ilmu yang utama dari keseluruhan cabang ilmu yang ada pada ilmu kimia tersebut.
Sebagai pemahaman yang lebih jelas mengenai biokimia ini, maka terdapat pembagian yang ada dalam biokimia ini. Pembagian ini bertujuan untuk menegnal konsep – konsep dasar yang terjadi dalam proses kehidupan. Pembagian tersebut di antaranya :
1. Protein
2. DNA dan Ekspresi Genetik
3. Membran dan komunikasi antar sel
4. Transduksi energi dan metabolisme
Kimia Anorganik
Cabang ilmu kimia selanjutnya adalah kimia anorganik. Cabang ilmu kimia ini mempelajari sifat – sifat dan reaksi senyawa anorganik. Dengan adanya kimia anorganik ini tentunya akan ada kimia organik. Namun, perbedaan antar kedsuanya tidak bisa di bedakan dengan jelas. Sehingga perbedaan tersebut bersifat tidak mutlak dan terkesan tumpang tindih.
Cabang ilmu kimia ini banyak membahas mengenai sifat da reaksi anorganik. Dalam hal ini cabang ilmu tersebut membahas semua senyawa yang ada, akan tetapi cabang ilmu ini tidak membahas tentang rantai atau cincin atom – atom karbon.
Kimia Organik
Kimia organik ini merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang membahas dan mengkaji mengenai sifat, struktur, mekanisme, kompisisi, dan reaksi senyawa organik. Senyawa organik ini merupakan segala sesuatu mengenai senyawa yang berdasarkan rantai karbon yang tidak di pelajari oleh kimia anorganik tadi.
Pengertian dari kimia organik ini sendiri berasala dari kesalah pahaman tentang senyawa oragnik yang tidak selalu berasal dari oragnisme hidup. Ini terbukti bahwa dalam organisme hidup terdapat beberapa pengecualian akan kimia organik ini. Pengecualian ini memang terbukti dengan adanya bukti bahwa kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik yang ,erupakan suatu bentuk dari enzim, logam transisi, besi dan tembaga dan sebagainya yang banyk kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari.
Kimia Fisik
Kimia fisik ini pertama kali di temukan dan di gunakan oleh Mikhail Lomonsov. Pada tahun 1752 ia menerangkan tentang landasan kimi fisik modern yang ia jelaskna sebagai mata kuliah pada mahasiswa di Universitas Peterburg. Landasan ilmu ini sebenarnya pertama kali di ciptakan oleh Josiah Willard Gibbs pada tahun 1876 dalam karyanya berupa makalah yang berjudul “On the Equilibrium of Heterogeneous Substances” yang di dalamnya di terangkan konsep seperti prinsip penting dari kimia fisik, energi Gibbs yang diciptakannya, serta potensial dan aturan fase Gibbs.
Cabang ilmu kimia ini banyak menggunakan konsep – konsep dan prinsip Fisika Kalsik seperti energi, entropi, suhu, tekanan, tegangan permukaan, viskositas, hukum Coulomb, dan interaksi dipol. Selain menggunakan fisika klasik, cabang ilmu ini juga menggunakan fisika kuantum seperti foton, bilangan kuantum, spin, keboleh jadian, dan prinsip ketidak pastian. Dan juga menggunakan mekanika statistik seperti fungsi partisi, distribusi Boltzmann.
Cabang ilmu kimia fisik dari ilmu kimia ini juga membahas mengenai dasar fisik sistem serta proses kimia. Bidang - bidang yang mencakup dalam kimia fisik ini juga mencakup ilmu termodinamika, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan juga spektroskopi.
Demikianlah sedikit mengenai ilmu – ilmu kimia yang sudah disampaikan. Setipa ilmu pastinya mempunyai manfaat – manfaat tersendiri untuk hidup kita, oleh karena itu, sudah seharusnya kita terus menggali dan mengkaji apa – apa yang terkandung dalam setiap ilmu di hidup kita. dengan mengenal dan mempelajari ilmu, kita akan bisa menggali potensi diri kita dengan meneliti hal – hal yang sebelumnya belum pernah ada. Semoga bermanfaat!

