logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Sejarah Singkat Kincir Angin


Ilustrasi kincir angin

Kincir angin tentu bukan sesuatu yang asing bagi Anda. Kincir angin merupakan suatu benda yang menjadi ciri khas sebuah negara di Eropa yaitu Belanda. Di setiap rumah di Belanda selalu terdapat benda ini, tentu saja bukan hanya sekedar untuk penghias tapi lebih kepada fungsi utamanya. Apakah hanya Belanda yang memiliki kincir ? Apakah fungsi utama dari kincir? Apakah Anda mengetahui sejarah tentang kincir?

Sejarah kincir angin ternyata bermula pada abad ke tujuh masehi. Namun tidak banyak orang yang mengetahui hal ini. Orang awam hanya tahu bahwa kincir berasal dari Belanda dan tidak tahu kapan ditemukannya benda ini. Oleh karena itu berikut ini akan dioaparkan mengenai jenis-jenis kincir, yaitu

  • Kincir Angin Horizontal

Kincir pertama ternyata bukan ditemukan di Eropa, akan tetapi di Persia pada abad ke tujuh masehi. Kita bisa melacak tulisan tentang benda ini di kitab yang ditulis oleh Banu Musa bersaudara. Cara kerja kincir ini relatif sederhana akan tetapi telah dipergunakan secara luas pada masa itu. 

  • Kincir Angin Verrtikal

Kincir jenis ini tersebar dari Iran dan Afganistan kemudian tersebar ke Timur Tengah dan Asia Tengah, kemudian menyebar ke China dan India.  Dan pada saat perang salib membawanya ke Eropa. Kincir ini pun kemudian menjamur di Eropa, terutama Belanda. 

Fungsi kincir di wilayah Eropa pada umumnya digunakan untuk membelah kayu, menggerus batu kapur, hingga menggiling jagung, selain tentunya mengangkut air. Sayangnya, akibat revolusi industri, keberadaan kincir terancam. Terbukti bahwa pada saat ini keberadaan kincir di Belanda hanya tersisa sekitar 1.040 unit kincir dan itupun sebagian besar hanya berfungsi sebagai museum.

Pemerintah Belanda kemudian secara terus-menerus melakukan berbagai upaya restorasi. Pada Tahun 2007 lalu mereka mengucurkan dana senilai 60 juta euro untuk membuat dan memperbaiki sekitar 120 kincir. Hal ini ditujukan agar kelestarian benda ini yang sudah menjadi ciri khas dan bahkan simbole negara tetap lestari.

Kincir Angin di Belanda.

Banyaknya kincir di Belanda tak lepas dari kondisi geografis negara tersebut. Belanda terletak antara 500 LU-530 LU dan 30 BT-70 BT. Dari luas wilayah 41.160 KM2, Kebanyakan wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Fungsi kincir salah satunya adalah mengeringkan wilayah di bawah permukaan laut tersebut. Tanggul (Dam) dibangun, kemudian air dipompa keluar menggunakan kincir karena itulah banyak daerah di Belanda menggunakan kata “Dam” (Rotterdam, Amsterdam,dll).  

Di Belanda, kincir dibagi menjadi dua jenis yaitu kincir untuk kepentingan industri dan kincir untuk penyaluran air. Banyak jenis kincir untuk kepentingan industri dan mereka diberi nama sesuai dengan kegunaannya, contohnya kincir untuk menggiling jagung (cornmill) atau kincir untuk menggergaji (sawmill).

Hingga beberapa abad lalu di Belanda ada sekitar 10.000 kincir sekarang tinggal 1000 kincir dan berfungsi sebagai obyek wisata. Ada dua tempat obyek wisata kincir yang terpopuler di Belanda yaitu Zaanse Schans di Provinsi Belanda Utara (Province North Holland) dan Kinderdijk di Provinsi Belanda Selatan (Province South Holland).

Kincir yang berada di Zaanse Schans ini membantu proses pengalihan air di daerah Belanda Utara (Noord-Holland, red.). Di sini pengunjung bisa melihat cara kerja kincir dalam mengalihkan air dan juga bisa melihat objek wisata lain yaitu pembuatan keju, pembuatan sepatu kayu (klompen red) dengan tiket masuk lokasi gratis. 

Kincir Angin di Denmark 

Denmark juga memiliki kincir yang banyak digunakan sebagai sumber tenaga listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan. Denmark sedang mencoba mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin (PLTAngin) terbesar di dunia. Negara itu membangun 80 turbin kincir dengan tinggi sekitar 110 meter di 20Km dari pantai Denmark yang dapat menghasilkan listrik sebesar 160 MW. Dengan kipas sendiri berukuran panjang 30 meter.

Kincir Angin di Indonesia

Negeri kita tercinta ternyata juga memiliki kincir, kebanyakan merupakan pembangkit listrik tenaga angin. Contohnya, Indonesia memiliki  lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kw) yang sudah dibangun.

Pada tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas yang sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit.

Selain itu, pemerintah juga telah membangun proyek energi listrik hibrid terbesar di Indonesia. Tempatnya adalah di  kawasan Pantai Pandansimo Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Proyek ini dimungkinkan karena kecepatan  angin laut dan angin darat di pantai Pandansimo rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap. Proyek ini dipelopori Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek).

Energi listrik hibrid itu menggunakan sistem konversi energi angin dan sistem energi matahari. Pada Pembangkit hibrid ini terdapat  40 kincir. Satu kincir mampu menghasilkan listrik 1 kilowatt. Pembangunan energi listrik hibrid menggunakan  dana Rp 3 miliar dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Ada juga dukungan dana oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Pemerintah Kabupaten Bantul, UGM Yogyakarta, Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp 5 miliar. Banyak manfaat yang bisa dihasilkan dari proyek hibrid ini.

Energi listrik hibrid yang dibangun di kampung nelayan Pantai Pandansimo itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat setempat. Misalnya, untuk memproduksi 1.000 kilogram es balok per hari serta untuk memompa air sumur  yang dipergunakan untuk kebutuhan petani di pesisir pantai, terutama pada musim kemarau. Selain itu, energi listrik yang dihasilkan juga bisa untuk penerangan jalan umum.

Selain itu, kincir juga di pasang di jembatan penyebrangan Surabaya- Madura (Suramadu). Sebelumnya  penerangan di Suramadu sangat minim akibat tingginya beban biaya yang harus dibayarkan oleh pengelola  ke PLN. Akibatnya, kawasan di sekitarnya hingga Bangkalan cenderung gelap pada malam hari. Hal ini tentu membahayakan bagi para pelintas yang akan menuju ke Surabaya maupun sebaliknya.

Oleh karena itu, badan pengelola jembatan Suramadu kemudian mengeluarkan izin pengembangan wind power dan pembangkit tenaga surya, yang ditenderkan untuk investor  untuk menggantikan listrik PLN.  Dengan kekuatan itu, rata-rata setiap titik lampu/tiang membutuhkan daya 500 watt.

Sebanyak 300 watt dari energi angin, sementara 200 watt energi surya. Studi kelayakan untuk proyek  itu memakan waktu sekitar dua bulan. Dengan adanya kincir ini, penerangan di jembatan Suramadu bisa lebih optimal sehingga bisa lebih aman dan nyaman bagi para pengendara yang melintas di sana.

Sejarah kincir memang panjang, meliputi berbagai belahan dunia mulai dari Persia, Eropa, Hingga Indonesia. Benda ini telah ikut mewarnai perkembangan dunia ini sejak awal-awal abad masehi hingga jaman modern ini, dengan segala manfaat melimpah yang bisa dihasilkannya, termasuk di bidang pengairan, pertanian, teknologi, dan lain-lain.

Mengingat begitu banyak manfaat yang telah diberikan kincir angin untuk umat manusia, tentunya kita berharap mudah-mudahan benda ini tetap eksis dan bisa terus dikembangkan lagi. Sehingga anak cucu bangsa-bangsa di dunia mengetahui keunikan, kehebatan dan keindahan dari kincir.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Konsep Kimia Fisika dalam Rekayasa Materi
  • Terjadinya Perpindahan Panas terhadap Wujud Zat
  • Atom dalam Dunia Listrik
  • Unit Arus Listrik dan Hukum Ampere
  • Lamanya Pembentukan Minyak Bumi
  • Fisika Gelombang Bunyi Sederhana
  • Mengamati Berbagai Fenomena Fisika
  • Mengenal Struktur Atom Menurut Beberapa Ahli
  • Cara Melakukan Konservasi Energi
  • Macam Pesawat Sederhana
  • Angin Bahorok, Angin Lokal yang Meresahkan
  • Fisika Dasar Tentang Panas
  • Energi Angin, Penerapan Fisika Mekanika
  • Mengenal Optika Fisis, Cabang Studi Cahaya
  • Dinamika Iklim Dunia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA