logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Kisah Sejati    Kisah Mereka Yang Bertahan Hidup

Kisah Motivasi: Kebahagiaan dan Kebenaran


Ilustrasi kisah motivasi

Banyak orang yang mencari kisah motivasi padahal motivasi ada di dalam diri sendiri. Cara memotivasi diri pun bermacam-macam termasuk dengan membandingkan diri dan melihat orang lain. Misalnya tentang permasalahan hidup. Ada kalanya dalam hidup segala usaha kita tidak kunjung berarti.

Kita boleh saja bekerja membanting tulang 12 jam sehari. Namun, derajat kehidupan kita tak kunjung meningkat. Kita juga sudah berusaha maksimal dengan menambah ibadah, rajin berdoa, rutin berpuasa, bahkan tiap hari salat di masjid.

Agar lebih afdhol, kita juga sering membantu teman-teman atau para tetangga. Tapi, Tuhan seperti membiarkan kita hidup kurang layak. Sebaliknya, ada orang-orang yang begitu mudah mencukupi kebutuhan hidupnya padahal ia hanya duduk-duduk dan memberi perintah.

Bahkan, orang tersebut tidak membayar zakat sebagaimana mestinya, salatnya di masjid bisa dihitung dengan jari, dan sikapnya terhadap orang lain sangat menjengkelkan. Kadang, keadaan yang berbanding terbalik ini membuat kita bertanya, “adilkah Tuhan?”.

Banyak Masalah, Banyak Cinta

Percayakah Anda bahwa hidup adalah permasalahan tanpa henti? Tuhan menciptakan manusia untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, bukan menghindarinya atau malah bersembunyi darinya. Semakin banyak masalah yang diatasi seseorang, semakin tinggi pula derajatnya di hadapan Tuhan.

Sebaliknya, semakin sedikit masalah yang dirampungkan seseorang, dapat dipastikan, semakin jauh ia dari Tuhan. Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “hidup di dunia adalah mimpi. Mereka yang tergoda mimpi pasti akan menyesal (karena mimpi tidak nyata).”

Jadi, mengapa Anda merasa perlu mengambil banyak hal dalam mimpi, lalu menyimpannya dengan berpikiran bahwa mimpi Anda akan abadi? Bukankah jika kita terjaga, hal-hal yang Anda simpan (tanpa dibelanjakan dengan baik), menjadi sia-sia, tak berguna?

Kebahagiaan Berbeda dengan Kebenaran

Saat ini, tolak ukur kehidupan yang baik, suka atau tidak suka, adalah uang. Mereka yang berusaha hidup zuhud, berpasrah diri pada Allah akan dianggap sok idealis atau menyengsarakan anak. Sebaliknya, mereka yang mengejar kelayakan hidup akan dianggap berbuat wajar. Toh, selalu ada alasan yang bisa dilekatkan.

Suami-istri muda akan berkata, “kami membutuhkan susu untuk si kecil.” Suami-istri yang lebih tua akan berkata, “biaya sekolah atau kuliah anak kami membengkak. Kami ingin dia menjadi orang terbaik.

” Lalu, suami-istri yang hampir selesai masa tugasnya merawat anak akan berkata, “biaya pernikahan anak kami sangat besar. Pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup. Kami akan mengumpulkan uang sebanyak mungkin.”

Menarik jika kita bisa melihat bahwa sumber alasan-alasan tersebut adalah uang. Padahal, Imam Ali berkata, “tidak ada keanehan yang melebihi penderitaan karena uang. Semakin kau kumpulkan, semakin menderita hidupmu (untuk menjaga uang tersebut atau membelanjakannya). Akan tetapi, ketika kau tak cukup memilikinya, hidupmu juga menderita.”

Tidak salah jika ada yang berkata, “semakin kau mencari kebahagiaan dalam hidupmu, semakin jauh dia darimu.” Kebahagiaan tak pernah berjalan selaras dengan kebenaran. Kita hanya mampu memilih salah satu di antaranya.

Jika kita memilih kebahagiaan, kita tidak akan mencapai kebenaran. Akan tetapi, jika kita mengejar kebenaran, tentu dengan menekan upaya meraih kebahagiaan, dengan ajaib kebahagiaan akan mendatangi kita tanpa diminta.

Kisah Motivasi dalam Cerita Ramayana

Maharaja Kala merupakan seorang ayah dengan seorang puteri bernama Sita Dewi. Suatu hari, ia mengadakan sayembara memanah dengan tujuan mendapatkan suami bagi anaknya. Pada sayembara itu didapatkan seorang pemenang yang berhasil memanah dengan baik, yakni Rama yang merupakan anak dari raja Ayodhya. Mereka pun kemudian menikah.

Namun, karena suatu hal, Rama diharuskan meninggalkan istana sehingga ia pun pergi ke hutan untuk bertapa bersama Sita dan Laksamana (adik sebapa). Di tengah perjalanan, Rahwana yang menginginkan Sita berusaha mengganggu mereka dengan mengutus dua raksasa yang berubah menjadi kijang.

Saat itu, Sita begitu tertarik dengan kedua kijang tersebut sehingga meminta Rama untuk menangkapnya. Namun, ketika Rama berusaha menangkap kijang-kijang tersebut, terdengar suara minta tolong dari arah Rama. Laksamana yang diperintahkan Rama untuk menjaga Sita mau tidak mau harus menolong Rama dan meninggalkan Sita sendirian.

Namun, karena kelicikan Rahwana, Sita pun bisa ditangkap dan dibawa ke negeri Lengka. Di sana ia ditawan sampai Rama dan Laksamana datang untuk bertarung dengan Rahwana setelah mengutus Hanuman dan memberikan cincin perkawinannya kepada Sita. Di sana, Rahwana pun kalah dan Sita pun bisa kembali ke sisi Rama.

Sayangnya, banyak orang tidak percaya kalau Sita masih suci sehingga ia diasingkan ke sebuah hutan. Di sana, ia tinggal dengan Valmiki sampai akhirnya memiliki dua orang anak yang mengingatkannya pada Rama, ayah kedua nak tersebut. Kedua anak itu pergi ke kota untuk mengikuti sayembara.

Di sana, mereka menyanyikan lagu Ramayana yang dapat mengingatkan Rama pada Sita. Namun, karena ibu pertiwi menginginkan Sita, Rama tidak bisa bersama lagi dengannya. Ia hanya bisa mengenang Sita lewat Ramayana tersebut. 

Tema yang diangkat dalam kisah ini adalah kesetiaan dan rasa saling percaya yang dibina oleh pasangan yang saling mengasihi. Motivasi dan hal-hal yang bisa diambil hikmahnya juga bisa dilihat dari karakter tokoh di dalam kisah tersebut.

  • Rama : merupakan seorang yang bijaksana, namun mudah terombang-ambing oleh omongan orang lain. Ia juga merupakan seorang pangeran yang pandai memanah. 
  • Sita Dewi : seorang wanita cantik yang patuh dan menurut kepada orang tua. Ia merupakan sosok isteri yang setia dan lemah lembut, serta pantang menyerah.
  •  Laksamana : seorang adik Rama yang berbeda ibu, namun tetap menyayangi Rama seperti saudara seibu. Ia adalah orang yang suka menolong, dan cepat dalam melakukan sesuatu.
  • Bharata : adik Rama yang juga berbeda ibu, namun selalu bersikap bijaksana dan adil.
  • Rahwana : seorang raja dari negeri Raksasa yang tamak dan licik, serta mau menang sendiri.
  • Supranakha : adik perempuan Rahwana yang sangat mencintai Rama sehingga rela melakukan apa saja demi kepentingannya.

Dari karakter tokoh-tokoh tersebut, dapat diambil beberapa amanat yang juga bisa menjadi motivasi agar hidup kita menjadi lebih baik lagi. Berikut adalah motivasi yang bisa diambil dari kisah Ramayana tersebut.

  • Dalam melakukan suatu hal, kita harus bersikap hati-hati.
  • Jangan mudah menyerah.
  • Kita tidak boleh menuduh orang sembarangan.
  • Bertindaklah setelah berpikir agar suatu hari tidak menyesal.

Kisah Motivasi dalam Cerita Rakyat "Hikayat Ahmad Muhamad"

Di sebuah kerajaan, tinggallah seorang puteri yang sangat cantik sehingga memesona banyak orang, tak terkecuali raja dari negeri seberang yaitu raja Habsyi si penyembah berhala. Ia kemudian berniat untuk meminang puteri tersebut dan mengutus seorang patih untuk melamarnya.

Namun, lamarannya ditolak karena raja Mesir beragama Islam tidak mau memiliki menantu penyembah berhala. Kemudian Raja Habsyi memerintahkan dua hulubalang untuk menculik Tuan Putri. Dua hulubalang itu bernama Wira Maya dan Wira Santiaka. Rencana tersebut berjalan mulus. Di istana, tuan Putri dipaksa menikah dengan Raja Habsyi.

Di lain pihak, ayah sang puteri sangat bingung mencari anaknya itu. Dalam kebingungannya itu, datanglah Ahmad menawarkan diri untuk mengambil kembali Tuan Putri dari tangan Raja Habsyi. Raja pun mengizinkannya. Karena Ahmad memiliki kesaktian yang luar biasa, dalam sekejap pun Raja Habsyi dapat ditaklukkannya.

Raja Habsyi menjadi sangat marah dan menyuruh kedua hulubalangnya mengejar Ahmad dan Tuan Putri. Perkelahian pun terjadi dengan sengit, namun berkat pertolongan Allah kedua hulubalang itu dikalahkannya. Kedua hulubalang itu akhirnya menyerah dan meminta dibacakan syahadat agar mereka bisa memeluk agama Islam.

Dari cerita di atas, kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran yang juga memotivasi untuk hidup lebih baik dalam bermasyarakat. Motivasi tersebut antara lain adalah :

  • Perbedaan bukan merupakan jalan kita untuk bermusushan.
  • Kita harus saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing.
  • Janganlah menyelesaikan masalah dengan kepala panas.
  • Hendaklah berbuat jujur dalam menginginkan sesuatu.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cerita Pengalaman Berbuah Rezeki
  • Mengintip Rekam Jejak Sejarah Slank
  • Baladat Pelaut: John F. Kennedy dan Bola Basket
  • Kalimat Motivasi, Mutiara Hidup Tumbuh dari Pengalaman
  • Makalah Agama Islam Tentang Akhlak: Belajar Akhlak dari Pelacur
  • Bara Jihad dalam Pertempuran Surabaya
  • Kisah Nyata Pemberi Motivasi
  • Novel Teenlit – Gambaran Keindahan Masa Remaja dalam Karya
  • Kisah Sukses Andrew Darwis Sebagai Pendiri Kaskus
  • Kisah Para Mualaf dan Hidayahnya
  • Kisah Dongeng The rainbow Bridge, Mengenalkan Anak pada Kematian
  • Jangan Seratus Persen Mempercayai Kata-Kata motivasi
  • Tiket Untuk Pergi Ke Ujung Dunia
  • Kisah Perempuan Malam
  • Kisah Orang Sukses - Oprah Winfrey
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA