Kisah Nabi Isa dalam Sejarah 25 Nabi dan Rasul
Ilustrasi kisah nabi isa
Kisah Nabi Isa a.s dapat ditemukan di dalam kitab suci Al-Quran, terutama dalam surat ke-19, yakni Maryam. Dalam Al-Quran, Nabi Isa a.s disebut sebagai Isa, Putra Maryam, Isa Putra Maryam, dan Al-Masih. Nabi Isa a.s diturunkan di tengah-tengah kaum Yahudi sekitar 600 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. diturunkan ke tengah-tengah bumi Arab.
Berbicara tentang Kisah Nabi Isa tentu tak bisa kita lepaskan dengan kejadian ajaib yang hanya bisa dilakukan oleh Allah Swt. Bagaimana tidak? Isa adalah seorang nabi yang terlahir dari rahim seorang gadis perawan bernama Maryam. Perempuan bernama Maryam binti Imran adalah seorang gadis yang hidup dalam keadaan bersih dan suci. Sebuah kehidupan yang dipuji Allah Swt. melalui firman-Nya dalam surat At-Thamrin ayat 12:
“Dan (Ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka ditiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami. Dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya. Dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Thamrin: 12)
Kisah Nabi Isa - Kelahiran Sang Nabi
Ketika Maryam menginjak usia remaja, ia keluar dari rumah menuju ke arah timur dari Baitul Maqdis. Tiba-tiba, di bawah pohon yang rindang, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang lelaki tampan dan gagah. Melihat Maryam yang sangat khawatir dengan kedatangannya, lelaki itu kemudian menjelaskan tentang siapa dia sebenarnya.
Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah Swt. untuk memberikan anak yang suci, yang diberi derajat kenabian dan hikmah dari Allah Swt. Setelah mengetahui sosok lelaki yang mendatanginya, Maryam menjadi tenang dan menyetujui apa yang telah dikehendaki Allah. Setelah itu, Jibril meniupkan ruh ke dalam rahimnya.
Pertemuan Maryam dan malaikat Jibril terkait kisah Nabi Isa ini disebutkan di dalam Al-Quran (QS Maryam: 19 - 21):
“Dia (Jibril) berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci’”.
“Maryam berkata, ‘Bagaimana aka nada bagiku seorang anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’”.
“Jibril berkata, ‘Demikianlah. Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’”
Demikianlah kisah Nabi Isa dimulai dengan Maryam yang mengandung Nabi Isa a.s tanpa disentuh seorang lelaki pun. Dari semua perempuan yang ada di bumi ketika itu, Allah Swt. memilih Maryam untuk memikul tanggung jawab dan ujian ini. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS Ali Imran: 42)
Setelah positif mengandung, Maryam mengasingkan hidupnya ke tempat yang jauh untuk menyelamatkan kandungan sekaligus menghindari cemoohan orang yang sudah pasti akan diterimanya. Ia pergi ke suatu tempat sejuk dan nyaman di suatu bukit yang jauh dari Baitul Lahm. Di tempat inilah, Isa dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari ibunya, Maryam.
Kisah Nabi Isa - Mukjizat Pertama Sang Nabi
Kelahiran Nabi Isa adalah sebuah perjuangan jihad yang berat bagi Maryam. Dalam kisah Nabi Isa di Al-Quran, Maryam sempat merasa bersedih hati karena kesakitan yang luar biasa saat ia melahirkan Nabi Isa sendirian di bawah pohon kurma. Allah memudahkan kelahiran Nabi Isa dan membesarkan hati Maryam melalui Jibril sebagai perantara-Nya.
Selepas bayinya lahir, Maryam turun dari bukit dan kembali ke Baitul Lahm. Di sana, seperti yang sudah diduga, orang-orang mencemoohnya sebagai perempuan pezina. Melalui Jibril, Allah memerintahkan Maryam untuk tidak menggubris cemoohan orang-orang, bahkan untuk tidak berbicara sepatah kata pun.
Ketika orang-orang menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, Maryam hanya menunjuk Nabi Isa yang berada dalam gendongannya. Lantas bayi tersebut berbicara:
“Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku untuk (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dlimpahkan kepadaku pada hari ku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.” (QS Maryam: 30 - 33)
Kisah Nabi Isa - Awal Kenabian
Saat berusia 30 tahun, Nabi Isa a.s berkunjung ke rumah Yahya bin Zakariyah yang oleh orang-orang Nasrani dijuluki Yohanna Pembaptis. Lalu, Yahya memandikan Isa dengan mandi tobat yang dalam istilah Nasrani disebut “baptis”.
Setelah itu, Malaikat Jibril turun kepadanya dan menyuruhnya pergi ke gurun pasir. Setelah selama 40 hari berada di gurun pasir tanpa makan ataupun minum, Nabi Isa diberi wahyu oleh Allah Swt. berupa kitab suci bernama Injil.
Dalam Al-Quran, diceritakan tentang kenabian Nabi Isa a.s:
“Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yakni Taurat, dan memberi kabar gembira tentang akan datangnya seorang rasul sesudahku yang bernama Muhammad (Ahmad).” (QS. Ash-Shaaf: 6)
Dalam kisah Nabi Isa, semasa beliau menyebarkan ajarannya, tidak sedikit cobaan yang ia dapatkan dari cemoohan mereka yang kafir. Akan tetapi, sebagaimana Nabi dan Rasul yang lain, Nabi Isa juga memiliki pengikut-pengikut yang saleh lagi setia yang meyakini ajarannya. Mereka selalu ada di sisi Nabi Isa dan membantunya berdakwah di tengah cemoohan mayoritas kaum Yahudi. Para pengikut ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Ash-Shaff ayat 14:
“… sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?’ Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, ‘Kamilah penolong-penolong agama Allah’, lalu segolongan Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir…”
Kisah Nabi Isa - Perihal Penyaliban
Sebagai orang Islam, kita harus meyakini tentang kebenaran Al-Quran yang menceritakan bahwa yang disalib itu bukanlah Nabi Isa, melainkan orang Yahudi bernama Yudas Eskariot yang diserupakan dengan Nabi Isa oleh Allah Swt. Yudas Eskariot adalah seorang pengikut setia Nabi Isa yang berkhianat pada akhirnya dengan berpihak kepada orang-orang kafir. Dalam Al-Quran, disebutkan:
“Dan Karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Putra Maryam, Rasul Allah. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka.” (QS. An-Nisa: 157)
Kisah Nabi Isa - Berbagai Mukjizat Sang Nabi
Semasa hidupnya, Nabi Isa memiliki beberapa mukjizat seperti yang diterangkan dalam Al-Quran. Di antara Mukjizatnya itu adalah sebagai berikut.
- Dapat berbicara ketika masih dalam buaian ibunya.
- Dapat menghidupkan orang yang sudah mati.
- Dapat menghidupkan burung yang terbuat dari tanah.
- Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak kecil.
Mukjizat-mukjizat Nabi Isa ini juga dipaparkan dalam Al-Quran, terutama bahwa Nabi Isa melakukan semua mukjizatnya dengan seizing Allah:
“… ‘Hai Isa Putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis hikmah Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniupkan kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalagi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, ‘Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.’” (QS Al-Maidah: 110)
Kisah Nabi Isa - Nabi Tanpa Bapak
Di antara kekuasaan Allah yang maha hebat adalah dengan terciptanya Adam tanpa bapak dan ibu, menciptakan Hawa tanpa ibu dan menciptakan Isa tanpa bapak, serta menciptakan manusia lain dari bapak dan ibu.
Ketika Allah Swt hendak menciptakan Nabi Isa as, Ia mengutus malaikat jibril, yang berwujud menyerupai manusia, supaya mengunjungi Maryam. Pada waktu Jibril datang Maryam sedang menyendiri di sebelah timur rumahnya.
Tatkala Maryam melihat jibril, ia pun memohon perlindungan kepada Allah Swt, supaya malaikat jibril menjauh darinya.
Malaikat Jibril menjawab, ia adalah utusan Allah Swt untuk menyampaikan bahwa Dia mengaruniai Maryam seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi, Jibril berkata "Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanmu untuk mengaruniaimu seorang anak laki-laki yang suci".
Dengan perasaan kaget Maryam menjawab apa yang Jibril katakan "Bagaimana aku bisa mempunyai anak, sedang manusia tidak pernah menyentuhku dan bukanlah aku seorang buat yang keji."
Dengan lantang jibril menjawab, "Ini adalah perkara yang remeh bagi Allah Swt. Allah Menghendaki hal itu agar menjadi tanda bagi manusia atas kekuasaan-Nya dan sebagai rahmat bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan ia telah memutuskan untuk mejadikannya dan itu pasti terjadi"
Akhirnya Maryam pun hamil. Hingga tiba waktu bersalin, ia pun mendatangi sebuah pohon kurma dan melahirkan di bawahnya. Kemudian, ia pergi membawa bayi Isa kepada kaumnya. Sayangnya, mereka beranggapan bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap.
Pada waktu itu orang-orang ingin menghukum Maryam dengan merajamnya. Namun, Maryam memberi isyarat kepada mereka untuk bertanya kepada bayinya.
Orang-orang itu berkata,"Bagaimana kami bisa berbicara dengan seorang bayi?" Ternyata bayi Isa menjawab:"Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, dia memberiku kitab (Injil), menjadikan aku sebagai nabi, dan memberkati aku di manapun aku berada.
Serta berwasiat kepadaku agar aku mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat selama aku hidup, berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku sebagai orang sombong yang sengsara. Dan selamatlah atasku pada hari aku di lahirkan dan ketika aku dilahirkan dan ketika aku mati serta aku di bangkitkan dalam keadaan hidup." Setelah itu barulah orang-orang menyadari kesucian Maryam.
Pemberitahuan Tentang Kedatangan Nabi Terakhir Muhammad Saw.
Diantara tugas Nabi Isa adalah memberitahukan tentang kedatangan nabi terakhir sesudahnya yang bernama Ahmad, yaitu Nabi Muhammad Saw.
Tatkala Isa anak Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk membenarkan taurat yang ada di hadapanmu, dan memberitahukan kedatangan seorang rasul yang akan datang sesudah aku, bernama Ahmad." (QS.As-Shaf Ayat 6)
Pembantu-pembantu Nabi Isa
Pada saat itu kaumnya masih banyak yang membangkang dan kafir terhadap ajarannya, kecuali sebagian orang saja. Ketika itu Nabi Isa berseru kepada kaumnya, "Siapakah yang mau menjadi pembantu-pembantuku untuk membela ajaran Allah?"
Maka murid-murid Nabi Isa menyambut seruannya, dan mengumumkan keimanan mereka dengan berani, walaupun hanya terdiri dari beberapa orang.
Para pembantu Nabi Isa as itu sangat sedikit. Mereka berjumlah 12 orang, dan mereka dinamakan Al-Hawariyin.
Allah Swt Berfirman : Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)." (Q.S Ali Imran Ayat 52-53)
Akhir Kehidupan Nabi Isa as
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya." (Q.S Al-Imran ayat 55)
Arti mematikanmu ialah aku menetapkan ajalmu, dan tidak menjadikan seseorang yang akan membunuhmu, maka di sini menunjukkan terpeliharanya Al-Masih dari musuh-musuhnya.
Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa Allah mengangkat Isa dengan tubuh dan ruhnya kepada-Nya.
Dalam hadis sahih menyebutkan, bahwa Isa akan turun ke bumi sebagai salah satu tanda akan datangnya hari kiamat. Turunnya Isa di tengah-tengah umat islam dan menetapkan syariat islam, yang bersumber dari kitab Allah (Al-Quran), yaitu membersihkan bumi dan memenuhunya dengan keadilan setelah dipenuhi dengan kejaliman.
Pendapat kedua dari para ahli tafsir ialah, bahwa Isa hidup hingga Allah mematikan dia, sebagaimana Allah mematikan nabi-nabinya. Dijelaskan dalam hal pengangkatan sesudah kematian, terdapat pada firman Allah Ta'ala ("Akan tetapi Allah mengangkat kepada-Nya").
Ia mengangkat derajat di sisi Allah sebagai mana Allah berfirman kepada idris "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi". (Q.S Maryam Ayat 57)
Nah, itulah sepenggal cerita tentang kisah Nabi Isa yang diyakini sebagai Tuhan oleh pemeluk agama Kristen. Semoga bermanfaat!

