logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    25 Nabi Dan Rasul    Kisah Nabi Muhammad

Kisah Nabi Muhammad yang Zuhud

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak kisah yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang yang zuhud. Kezuhudan dan kesederhanaan merupakan ciri kehidupan beliau. Salah satu kisah Nabi Muhammad saw tentang zuhud dapat dilihat melalui peristiwa berikut.

Suatu ketika Nabi Muhammad saw telah bersumpah akan berpisah dengan istri-istrinya selama satu bulan sebagai peringatan bagi mereka. Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar sederhana yang letaknya agak tinggi. Terdengar kabar di kalangan para sahabat bahwa Nabi Muhammad saw telah menceraikan semua istrinya.

Ketika Umar bin Khaththab ra. mendengar kabar ini, dia segera berlari ke masjid. Setibanya di sana ia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka bersedih dan menangis. Juga kaum wanitanya menangis di rumah-rumah mereka. Kemudian Umar ra. pergi menemui putrinya, Hafshah ra. yang telah dinikahi oleh Nabi Muhammad saw.

Umar bin Khaththab ra. mendapati Hafshah ra. sedang menangis di dalam kamarnya. Umar ra. bertanya, “Mengapa engaku menangis?” Bukankah selama ini saya telah melarangmu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi?”

Kemudian, dia kembali ke masjid, terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menangis di dekat mimbar. Kemudian, Umar ra. duduk bersama para sahabat beberapa saat, lalu berjalan ke arah kamar Nabi Muhammad saw yang terletak di tingkat atas masjid. Dia mendapati Rabbah ra, seorang hamba sahaya sedang duduk di tangga kamar itu.

Melalui Rabbah ra, dia meminta izin untuk menemui Nabi Muhammad saw. Rabbah ra. pergi menemui Nabi Muhammad saw, kemudian kembali dan memberitahukan bahwa dia telah menyampaikan keinginannya, namun Nabi Myhammad saw Hanya diam tanpa menjawab pertanyaan. Permintaan Umar ra. untuk menemui Nabi Muhammad saw. disampaikan beberapa kali, hingga akhirnya Nabi Muhammad saw. mengizinkan Umar ra. masuk untuk menemuinya.

Ketika Umar ra. masuk, dia menjumpai Nabi Muhammad saw. sedang berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah daun kurma, sehingga di badan beliau yang putih bersih dan indah itu terlihat jelas bekas-bekas daun kurma. Di tempat kepala beliau ada sebuah bantal yang dibuat dari kulit binatang yang dipenuhi oleh daun dan kulit pohon kurma.

Umar ra, bertanya, ”Ya, Rasulullah saw, apakah engkau telah menceritakan istri-istri engkau?” Beliau menjawab, “Tidak”.

Umar ra. merasa sedikit lega mendengar jawaban Nabi Muhammad saw. Kemudian, sambil bercanda Umar ra. berkata, ”Ya Rasulullah, kita adalah kaum Quraisy yang selamanya telah menguasai wanita-wanita kita. Tetapi setelah kita hijrah ke Madinah, keadannya ungguh berbeda dengan orang-orang Anshar. Mereka dikuasai oleh wanita-wanita mereka sehingga wanita-wanita kita terpengaruh oleh kebiasaan wanita-wanita mereka.”

Nabi Muhammad saw. tersenyum mendengar perkataan Umar ra. Kemudian, Umar memperhatikan kamar beliau. Terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah dismak dan sedikit gandum di sudut kamar itu. Selain itu tidak terdapat apapun, saya menangis melihat keadaan ini.
Nabi Muhammad saw bertanya, “Mengapa engkau menangis?”

“Bagaimana saya tidak menangis, ya Rasulullah. Saya sedih melihat bekas tanda tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia dan saya prihatin melihat keadaan kamar ini. Semoga Allah Swt. mengaruniakan kepada tuan bekal yang lebih banyak.

Orang-orang Persia dan Romawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup dikelilingi taman yang di tengahnya mengalir sungai, sedangkan engkau adalah pesuruh Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan miskin.

Nabi Muhammad saw berkata,”Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal itu. Dengarlah, kenikmatan di alam akhirat, tentu akan lebih baik jika kesenangan hidup dan kemewahan di dunia. Jika orang-prang kafir itu dapat mewah di dunia, kita pun akan memperoleh semua kenikmatan tersebut di akhirat nanti. Di sana kita akan mendapatkan segala-galanya.”

Mendengar ucapan Nabi Muhammad saw, Umar merasa menyesal, lalu berkata “Ya Rasulullah, mohon ampunkanlah kepada Allah Swt. untuk saya. Saya telah bersalah dalam hal ini.”

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Cerita Nabi Muhammad saw. – Perkenalkan Sejak Dini pada Anak
  • Ringkasan Tentang Kisah Nabi Muhammad saw
  • Hikmah Dibalik Kisah Kisah Nabi dan Rasul
  • Kisah-Kisah Nabi - Kisah Nabi Idris, Si Penjahit yang Melihat Surga dan Neraka
  • Cerita Nabi Nuh
  • Nama Nama Nabi dan Rasul beserta Sepenggal Kisahnya
  • Kemuliaan Di Akhir Kisah Nabi Sulaiman as.
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA