logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Tauhid

Tentang Kisah Qorun


Ilustrasi kisah qorun

Kisah Qorun tidak banyak yang mengetahui. Padahal, kita sering mendengar istilah harta karun. Yakni harta yang ditemukan berada di dalam tanah. Padahal, seringkali diketahui asal usul benda yang ditemukan tersebut. Baik berasal dari kapal yang tenggelam, maupun peninggalan kerajaan jaman dahulu. Namun semua disebut sebagai harta karun.

Penyebutan ini bisa dikatakan sedikit salah kaprah. Karena orang menjadi beranggapan bahwa semua benda berharga yang ditemukan di dalam tanah harus disebut sebagai harta karun. Meski orang-orang tersebut belum mengetahui, bahwa asal usul penyebutan tersebut berasal dari kisah Qorun.

Sejarah Qorun

Lantas siapa sebenarnya Qorun tersebut? Dan mengapa semua orang beranggapan bahwa harta atau benda berharga yang terbenam di dalam tanah adalah harta karun/ Qorun? Tentu ada latar belakang dari semua itu.

Qorun adalah seorang yang hidup di jaman nabi Musa. Bahkan, Qorun sebenarnya masih memiliki pertalian darah dengan Musa. Sebab, dia adalah anak dari paman Musa yang pernah menjadi pengikut setia Musa.

Masa kecil Qorun dilalui dengan hidup sengsara dan serba kekurangan. Namun ketika dewasa, Allah menganugerahi Qorun dengan harta kekayaan yang berlimpah ruah. Inilah yang menyebabkan Qorun menjadi sombong dan lupa daratan. Dia menjadi angkuh dan enggan membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Keangkuhannya bertambah, saat ada sebagian orang yang gila harta memuja-muja Qorun sedemikian rupa. Inilah yang menyebabkan Qorun menjadi besar kepala, serta lupa kepada  Allah. Dia menganggap bahwa kekayaan yang diperolehnya berkat kerja keras dan kepandaiannya semata.

Kesombongan Membawa Bencana

Musa sebagai saudaranya mendengar kecongkakan dan keangkuhan Qorun, lalu mengingatkan untuk kembali ke jalan Allah. Namun peringatan Musa tersebut, sama sekali tidak diindahkan oleh Qorun. Mata hatinya sudah ditutup oleh gelimang harta dan melupakan Dzat yang seharusnya disembah.

Akhirnya, Musa berdo’a kepada Allah dan memohon agar Qorun diberikan adzab. Hal ini agar menjauhkan kesesatan yang makin bertambah pada Qorun dan seluruh pengikutnya. Do’a nabi Musa adalah agar Qorun beserta seluruh hartanya dibenamkan ke dalam tanah.

Do’a ini lantas dikabulkan oleh Allah. Dan dengan kuasaNya, Qorun si penggila harta kemudian dibenamkan ke dalam tanah berikut semua harta benda miliknya. Akibat kejadian ini, seluruh pengikut Qorun pun merasa kecewa dan kehilangan pegangan. Sebagian dari mereka akhirnya memilih untuk kembali ke jalan Allah yang dikabarkan oleh Musa.

Demikianlah kisah Qorun, yang pada kemudian hari namanya menjadi ikon untuk semua harta yang ditemukan terbenam di dalam tanah. Dan kisah ini pun menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak terlalu menggilai dan mencintai harta secara berlebihan. Terutama jika sampai berakibat lupa pada kekuasaan Allah.

Belajar dari Qorun

Dari kisah qorun yang dipaparkan menjadi pelajaran berharga bagi kita, bahwa harta yang diberikan oleh Allah Swt. bisa menjadi manfaat bagi kita dan bisa menjadi mudharat. Manfaat harta adalah, mau berbagi kepada orang lain. Mau menyayangi saudara-saudara dengan menggunakan harta yang dimiliki.

Namun mudharat harta juga banyak. Salah satunya, bisa menjadikan kita jauh dari Allah Swt. Belajarlah dari Qorun. Ia lupa kepada Allah Swt. Ia dengan gampangnya menyatakan bahwa harta yang didapatnya adalah hasil dari usahanya. Ia lupa bahwa yang memberikannya usaha adalah Allah Swt.

Karena itu, seharusnya kita menjadi orang yang senantiasa memanfaatkan harta dengan baik. Mampu menjadikan harta sebagai bekal di akhirat nanti. Jangan sampai harta yang dimiliki diambil kembali oleh Allah Swt.

Lihatlah Qorun, hartanya diambil kembali oleh Allah Swt. Cukup mudah bagi-Nya. Dengan membenamkannya ke dalam bumi, maka Qorun tak bisa berbuat banyak. Hartanya yang banyak tersebut pun tak dapat menolongnya.

Sekiranya saja, mau menuruti apa yang diajak oleh Nabi Musa as. maka ia tak akan ditenggelamkan Allah. Begitulah kehidupan manusia. Awalnya tak memiliki apa-apa, begitu diberi oleh Allah Swt.  suka lupa kepada-Nya. Akhirnya, diambil kembali oleh Allah Swt.

Manusia tak memiliki apa-apa. Harta yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah Swt. titipan yang semestinya dijaga dengan baik. Jika kenderaan dijaga dengan memperhatikannya dengan baik. Maka harta dijaga dengan memberikan kepada orang yang membutuhkan  pertolongan. Jangan pernah menguasai sendiri harta yang dimiliki.

Maka tak salah, bila seorang ahli hikmah mengatakan, bahwa tanda orang yang tidak mau bersyukur kepada Allah adalah, ketika bertambah hartanya bertambah pelitnya. Artinya,  jangan menjadi pribadi yang tak mau berbagi. Jadilah pribadi yang senantiasa memperhatikan orang lain yang kondisinya di bawah kita. Orang-orang yang memang membutuhkan pertolongan kita.

Bisa jadi harta yang dimiliki banyak, tapi bukan untuk kita. Harta itu hanya dijadikan Allah sebagai jalan untuk membantu orang lain. Terkadang, kita lupa bahwa Allah memberi harta lebih tersebut agar kita bisa berbagi dengan lain. Sikap seperti inilah yang tak ada pada Qorun. Ia merasa, kalau mau memiliki harta harus bekerja keras seperti dirinya.

Padahal, orang yang memohon bantuannya atau yang layak dibantunya adalah orang yang sudah bekerja keras, namun tak berhasil. Di sinilah yang layak menjadi pelajaran bagi kita. Membantu orang lain yang sudah bekerja keras adalah keharusan. Demikian halnya dengan orang yang sudah tidak mungkin lagi dapat bekerja keras.

Lagi-lagi kita belajar dari Qorun. Bahwa Allah tak pernah lupa memantau apa yang dikerjakan manusia. Biasanya, Allah Swt. sebelum mengambil harta selalu mengirimkan orang lain untuk menasehati. Bila nasehat yang diberikan tak memberi manfaat, maka Allah mengambilnya. Meski prosesnya dari permohonan nabi Musa. Namun, tanpa diminta pun Allah akan memberikan ganjaran kepada Qorun.

Hati-Hatilah Dengan Doa Orang yang Terzholimi

Di sini, yang dijadikan pelajaran bukanlah Qorun, tetapi Nabi Musa. Ia mendoakan kepada Allah agar memberikan hukuman kepada Qorun. Tentu saja, doa Nabi Musa tersebut disebabkan ingkarnya Qorun dengan ajakannya. Keingkaran inilah yang menyebabkannya terbenam di tanah bersama harta-hartanya.

Selain itu, menjadi pelajaran juga bagi kita. Bahwa doa orang yang dicintai Allah sangat cepat dikabulkannya. Lihatlah Nabi Musa. Ia adalah hamba yang paling dicintai-Nya. Tanpa menunggu lama ketika Nabi Musa memohon kepada Allah, dengan segera Qorun merasakan azab Allah.

Artinya, janganlah kita berbuat zhalim kepada orang yang dicintai Allah. Jika sampai terjadi, lalu ia berdoa kepada Allah maka akan segera hadir musibah yang menimpa. Maka senantiasalah berbuat baik. Karena Allah sangat tidak menyukai orang yang berbuat zhalim.

Jangan sampai Allah mendatangkan azab. Jika itu terjadi, tak bisa diundur sedikitpun. Tak bisa direvisi apa yang sudah ditentukan Allah. Jika musibah sudah datang, tak bisa lagi menjauh. Karena itu, senantiasalah berbuat kepada sesama orang. Lihatlah Qorun yang tak pernah mau berbuat baik kepada sesamanya.

Bencana: Antara Menjadi Baik atau Malah Makin Berpaling

Dari kisah Qorun ini, kita belajar bahwa ketika Allah datangkan azab kepada Qorun, tetap saja tidak semua mau beriman kepada Allah. Ada juga yang tetap ingkar kepada-Nya. Padahal, sudah disaksikannya dengan mata kepalanya bahwa orang yang ingkar kepada Allah dengan mudah dibenamkan-Nya ke dalam tanah.

Namun, tetap saja tidak mau beriman kepada Allah. Ini artinya, bahwa masalah keimanan seseorang adalah urusan Allah. Sudah pun disaksikannya bencana  dengan mata kepalanya, namun jika tidak dikehendaki Allah maka tak akan beriman ia kepada Allah.

Maka dari itu, tugas kita hanya seperti apa yang dilakukan Nabi Musa. Kita hanya mengingatkan seseorang untuk taat kepada Allah Swt. Jika tidak mau taat, maka azab Allah akan segera hadir.

Cukuplah kisah Qorun menjadi pelajaran bagi kita. Pelajaran untuk tidak sombong dengan harta dan kemampuan yang dimiliki. Jadilah pribadi yang dermawan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pergeseran Akhlak Manusia di Era Modern
  • Kumpulan Judul Naskah Dakwah Islam Peduli Anak
  • Misteri Kehidupan Setelah Mati
  • Akhlak Adalah Keyword Utama untuk Informasi Akhlak
  • 20 Sifat wajib allah
  • Akhlak yang Baik - Orang yang Paling Baik Akhlaknya
  • Pengawasan dari Yang Maha Mengawasi
  • Tanda-tanda Kiamat Besar yang Perlu Diketahui
  • Tiga Kunci Karakteristik Agama Islam
  • Konsultasi Agama: 30 Menit Mengenal Islam
  • Mengenal Sifat-Sifat Allah SWT
  • Para Pencari Tuhan
  • Keajaiban Tuhan: Tubuh Bayi Bertuliskan Ayat Al Quran
  • Sang Ahli, Konsultasi Agama Islam Yang Tepat
  • Membangun Bangsa dengan Ahklak Islami
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA