KITAB SUCI
Tahukah Anda kitab suci Taurat atau kitab Taurat? Kitab suci Taurat adalah kitab yang diturunkan Allah Swt., kepada Nabi Musa as. Kitab Taurat ini diberikan kepada Nabi Musa saat sedang berada di Bukit Tursina, Gurun Sinai untuk bermunajat. Jika dilihat maknanya yang berasal dari bahasa Tabrani, taurat itu maknanya adalah ‘peraturan’, ‘undang-undang’, dan ‘syariat’.
Pokok-pokok Penting dalam Kitab Suci Taurat
Apa saja pokok-pokok penting yang ada di dalam kitab Taurat ini? Mantan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia), Prof. Dr. Hamka, mengatakan bahwa ada 10 poin penting di dalam kitab suci Taurat. Berikut ini 10 poin penting yang ada di dalam kitab Taurat.
- Adanya pengakuan ats keesaan Allah Swt.
- Allah Swt., tak sama dengan makhluk-makhluk-Nya dan ada larangan untuk menyembah patung atau berhala.
- Karena sangat menyakini keesaan Allah, maka dilarang menyebut nama Allah Swt., dengan sia-sia.
- Hari Sabtu merupakan hari termulia atau paling mulia.
- Hormat pada kedua orangtua.
- Jangan pernah sekali-kali mengambil atau menghabisi nyawa orang lain.
- Manusia tidak diperbolehkan atau tak diizinkan berzina dengan alasan apa pun.
- Tidak boleh melakukan pencurian.
- Tak boleh atau dilarang memberikan kesaksian palsu.
- Hak setiap manusia itu pada dasarnya telah diatur sehingga kita tidak boleh mengganggu hak orang lain.
Allah Swt., tidak hanya mengajarkan 10 jenis aturan kepada Nabi Musa as. Ada pula wahyu-wahyu lainnya yang ditemukan seperti berkaitan dengan tata cara ibadah salat, kurban, dan lain sebagainya. Sementara itu, penyebaran ajaran yang dilakukan Nabi Musa as., ini dibantu pula oleh Nabi Harun as.
Dalam Al-quran, kata taurat disebut sebanyak delapan belas kali. Kitab Taurat merupakan kumpulan firman Allah Swt., yang diwahyukan pada Nabi Musa as. Taurat adalah kitab yang hanya berlaku bagi Nabi Musa as dan Bani Israil. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt., berikut ini.
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa.” (QS. Al-Baqarah: 87).
“Dan Kami berikan kepada Musa kitab taurat dan Kami jadikan kitab Taurat petunjuk bagi Bani Israil.” (QS. Al Isra’:
Kitab Suci Taurat Menurut Agama Yahudi dan Kristen
Taurat dianggap sebagai salah satu bagian dari kitab suci agama Yahudi yang disebut dengan Biblia atau Alkitab. Bibli ini terdiri atas Thora, Nabiin, serta Khetibiin). Sementara itu, umat Kristen menamakan Taurat dengan sebutan Perjanjian Lama (Old Testament). Menurut sejumlah sumber, Taurat yang ada di dalam Perjanjian Lama tersebut konon katanya berasal dari Nabi Musa as. dan terbagi menjadi lima kitab, yaitu sebagai berikut.
- Kitab Kejadian (Genesis). Kitab ini berisi tentang kisah kejadian alam semesta, kisah Adam dan Hawa, kisah dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga, turunnya Adam, serta kisah nabi-nabi lainnya sampai Nabi Yusuf as.
- Kitab Keluaran (Axodus). Kitab ini berkisah tentang keluarnya Bani Israil dari wilayah Mesir yang dipimpin oleh Nabi Musa as karena adanya penindasan oleh Fir’aun. Kisah-kisah lainnya adalah tentang keberadaan Nabi Muda di Padang Tih, Semenanjung Sinai selama kurang lebih 40 tahun, munajat Nabi Musa as. kepada Yawhe (Allah), sampai kisah turunnya Sepuluh Perintah.
- Kitab Imamat (Leviticus). Kitab ini berisi kumpulan tentang hukum atau syariat dalam agama Yahudi.
- Kitab Bilangan (Numbers). Kitab ini menjelaskan jumlah keturunan Bani Israil sebanyak dua belas pada zaman Nabi Musa as.
- Kitab Ulangan (Deuteronomy). Kitab ini berisi ulangan cerita kepergian Bani Israil dari wilayah Mesir dan berisi juga ulangan kumpulan peraturan.
Taurat itu berasal dari bahasa Ibrani, thora yang artinya ‘syariat’ atau ‘hukum’. Kitab ini pun memang pertama kali diturunkan dalam bahasa Ibrani. Menurut Yahudi dan Kristen, isi pokok kitab Taurat ini terdiri atas sepuluh firman atau perintah (Ten Commandements) Tuhan yang diterima oleh Musa saat berada di puncak Gunung Thursina.
Sepuluh perintah atau firman yang meliputi asas-asas keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syariat) tersebut tertulis dalam kitab Keluaran pasar 20: 1-17 serta kitab Ulangan pasal 5: 1-21. Berikut ini perintah Tuhan yang ada dalam Taurat menurut kepercayaan mereka.
- Kewajiban untuk meyakini ke-Esa-an Allah dan keharusan mencintai-Nya.
- Pelarangan untuk menyembah berhala atau patung karena Allah tak dapat disamakan dengan makhluk-makhluk-Nya, baik makhluk yang ada di darat, di air, dan di langit.
- Perintah untuk menyebut nama Allah dengan penuh hormat.
- Perintah untuk memuliakan hari Sabat atau Sabtu.
- Perintah untuk homat kepada orangtua (ayah dan ibu).
- Tak boleh membunuh sesama manusia.
- Tidak boleh berbuat zina atau perbuatan cabul.
- Larangan untuk mencuri.
- Larangan untuk berbohong atau berdusta (menjadi saksi palsu).
- Dillarang untuk mempunyaia ataupun menguasai barang milik orang lain dengan cara yang tak benar.
Kaum Yahudi Mengubah Isi Kitab Suci Taurat
Wafatnya Nabi Musa as., membuat umat Yahudi menjadi bebas dan mudah mengubah isi dari ajaran Allah dalam Taurat yang sebelumnya diajarkan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun. Jadi, hampir sebagian firman yang sudah Allah Swt., berikan kepada Nabi Musa as., lewat kitab Taurat diubah oleh kaum Yahudi dengan begitu saja.
Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini.
“Dan mereka tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya saat mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Jawablah (ya Muhammad): “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembarann-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan apa yang kamu dan bapak-bapak kamu belum ketahui.” Katakanlah: “Allah (telah menurunkannya)”. Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. Al An’am: 91)
Dalam ayat tersebut, Allah Swt., menugaskan Nabi Muhammad saw., untuk membiarkan kaum-kaum yang sudah dengan berani merusak ajaran dari Allah dengan sengaja. Ajaran yang dirusak atau yang diubah oleh umat Yahudi adalah sifat-sifat kerasulan dan ajaran-ajaran Allah Swt., lainnya.
Ada juga firman lainnya, yaitu sebagai berikut.
“Apakah kamu (umat Muhammad) masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal sebagian mereka telah mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 75)
Lewat ayat tersebut, Allah Swt., menegaskan bahwa sifat kerasulan yang sudah ada diubah oleh orang-orang Yahudi.
Ketidakslian Kitab Suci Taurat Saat Ini
Allah Swt., memberikan kitab Taurat kepada Nabi Musa as. sebagai pedoman hidup bagi kaum Bani Israil. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 44.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab taurat di dalamnya (ada )petunjuk dan cahaya(yang menerangi).”(QS. An-Nisa, 44)
Tapi kini, keaslian isi Taurat telah hilang karena diubah oleh orang Yahudi. Hukum-hukum dan akidah syariat telah hilang dalam Taurat. Jadi, Taurat yang kini dimiliki oleh kaum Yahudi bukan kitab Taurat asli. Ya, mereka telah melakukan banyak perubahan terhadap kitab tersebut.
Kesimpulannya, semua ulama telah bersepakat bahwa kitab suci Taurat yang saat ini dimiliki umat Yahudi tidaklah asli lagi atau palsu.

