Mengenal Klasifikasi Diare dan Penanggulangannya
Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah 'diare'. Tapi tahukah Anda apa itu sebenarnya diare dan apa saja klasifikasi diare itu? Diare adalah suatu keadaan ketika meningkatnya frekuensi, volume, dan keenceran buang air besar.
Mengingat sebagian besar yang kita konsumsi setiap hari adalah cairan, termasuk ketika kita mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung air, maka tinja kita dalam keadaan normal memiliki kandungan air antara 60-90% air. Namun, pada saat kondisi diare kandungan air dalam tinja bisa sangat banyak lebih dari 90%.
Klasifikasi Diare
Ada banyak hal yang menyebabkan diare, antara lain sebagai berikut.
1. Diare Karena Virus
Diare yang muncul karena virus tertentu misalnya terjadi pada penderita influenza perut dan travellers diarrhea. Meski virus akan lenyap dengan sendirinya dalam 3-6 hari, namun diare akan tetap terjadi hingga beberapa hari setelahnya.
2. Diare Karena Enterotoksin
Diare golongan ini muncul karena kuman, terutama adalah kuman Ecoli dan Vibrio cholerae, Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan Entamoeba histolytica. Kuman-kuman tersebut kemudian membentuk enterotoksin.
Kuman-kuman tersebut akan merusak sel-sel mukosa, namun begitu sistem kekebalan tubuh mengganti sel-sel mukosa yang rusak, biasanya diare jenis ini akan sembuh dengan sendirinya.
3. Diare Karena Bakterial
Jenis diare ini jarang terjadi. Mekanisme terjadinya diare ini adalah ketika bakteri-bakteri noninvansif pada kondisi tertentu mengubah diri menjadi invansif dan merusak mukosa. Dalam mukosa mereka berkembang biak menjadi banyak dan masuk ke dalam darah.
Kemudian, akan memberi dampak seperti demam tinggi, pusing yang hebat, dan kadang disertai dengan kejang, dan tentunya diare yang disertai darah dan lendir. Bakteri penyebab diare jenis ini, antara lain Salmonella, Shigella, Champilobacter jejuni, dan beberapa jenis Coli tertentu.
4. Diare Parasiter
Diare ini diakibatkan oleh parasit. Biasanya akan bertahan lebih dari satu minggu. Penderita akan berkali-kali buang hajat disertai nyeri perut, demam, dan kadang muntah-muntah. Parasit penyebab ini adalah jenis protozoa, entamoeba histoliica, Giarda Liambia, Cryptosporidium dan cylospora.
Penanganan Diare
Pada kasus diare ringan, penanganan sederhana dan mudah yang bisa dilakukan adalah dengan memberi minum oralit. Oralit adalah campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam segelas air hangat. Atau bisa juga cairan ini diganti dengan makan sayur sop, sayur bayam, dan sayur segar lainnya yang memiliki campuran rasa asin dan manis.
Jika diare sudah pada tahap yang berat dengan diikuti demam tinggi, muntah, kotoran mengandung darah dan lendir, sebaiknya segera larikan pasien ke Rumah Sakit. Di sana pasien akan mendapatkan perawatan berupa penggatian cairan yang hilang, di mana cairan pengganti ini bisa diberikan dalam bentuk minuman atau juga dengan infus.
Menghindari Diare
Agar terhindar dari diare, biasakan pola hidup bersih. Jangan lupa mencuci tangan setiap saat begitu tangan terasa kotor, dan terutama sebelum makan atau sebelum memasak, dan makanlah makanan yang higienis.






