logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Pewarisan Budaya

Klenik Kenapa Ada?


Ilustrasi klenik kenapa ada?
Klenik kenapa ada? Banyak alasan dan kondisi yang membuat klenik ini ada dan bercokol dengan damainya di bumi pertiwi ini. Pertama, banyak orang tidak menyadari bahwa yang dilakukannya adalah bagian dari klenik. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan hanya sekedar melestarikan budaya. Padahal ketika mereka berhubungan dengan dunia yang tidak kasat mata , itulah sesungguhnya klenik. Ketika merasa takut dengan mahluk lain selain Allah Swt, itulah klenik.

Ketiadaan Ilmu

Klenik masih saja berkembang hingga sekarang karena manusia tidak mau menggali ilmu yang sebenarnya. Mereka sibuk dengan hal lain yang mungkin tidak ada hubungannya dengan keimanannya malah mungkin akan merusak iamn itu sendiri. Misalnya, budaya Yasinan di beberapa tempat yang masih begitu melekat pada diri masyarakat, tidak ada tuntunannya dalam agama Islam. Membaca surat Yasin sendiri tidak ada salahnya. Namun, ketika membaca surat Yasin ini untuk tujuan tertentu, itu yang dianggap sebagai bid’ah atau mengada-adakan yang tidak ada.

Kebanyakan dari kita sering kali hanya mengikuti budaya yang telah ada dan tidak mau atau tidak ada waktu untuk belajar yang sebenarnya. Ketika ada yang membawa atau yang memberitahukan tentang ajaran yang benar, orang tersebut malah dijauhi dan dikucilkan. Padahal seharusnya orang yang telah menginvestasikan waktunya untuk mempelajari hukum yang sesungguhnya harus dihargai dan malah harus dijadikan guru. Bukankah orang yang paling baik itu adalah orang yang belajar tentang Al-Quran dan yang mengajarkannya.

Pengetahuan tentang agama terkadang dianggap tidak bisa dipakai dalam mencari uang. Padahal, semua hal yang ada di dunia ini ada ilmunya dan ada tuntunannya. Ketika waktu lebih banyak dipakai untuk melihat hal-hal yang tidak ada manfaatnya atau melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya, sama saja dengan menyiakan waktu. Padahal waktu tidak akan kembali. Waktu akan selalu berlalu tanpa ada hentinya. Hanya manusia yang harus berpikir bagaimana memanfaatkan waktunya. Ketika ia merasa bersalah, ia bersegera diri untuk bertaubat.

Kalau ia mau, maka ilmu itu ada di mana-mana dan akan menghampirinya pada saat hatinya terbuka dan tetap bersih. Saat ia rela menerima ketetapan Allah Swt, ia berpasrah, maka akan semakin banyak ilmu yang ia dapatkan. Kerelaan menerima ketetapan dari Allah Swt ini tidak mudah. Keegoisan diri manusia itu sangat tinggi. Ketika ada hukum yang menurut logikanya merugikannya, maka ia enggan mengikuti hukum itu. Ia mungkin akan mengeluarkan berbagai alasan.

Saat manusia telah berargumentasi dengan segala alasan, itulah tandanya ia tidak mau mengikuti hukum itu. Manusia memang bertingkat berdasarkan ketaqwaannya. Orang-orang berilmu yang mengamalkan ilmunya mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Mereka ini akan mendapatkan cahaya Ilahi tiada henti. Mereka tidak akan disesatkan lagi setelah Allah Swt menyelamatkannya. Ingatlah bahwa tiada yang bisa menyesatkan siapapun kalau Allah Swt telah menjadi pelindungnya.

Budaya Instan dan Jikalau

Belum lekang dalam ingatan, pemandangan di depan rumah Ponari, seorang dukun cilik. Semua mengantre untuk mendapat celupan batu petir pada airnya. Mereka berharap dapat sembuh dari segala jenis penyakit, seolah-olah dunia kedokteran sudah tidak masuk dalam hitungan. Belum juga lekang mungkin ingatan banyak orang ketika ilmu seperti Reiki masuk ke Indonesia dan menyebarkan ajaran yang mengatakan bahwa energi itu bisa mengobati berbagai macam penyakit. Kalau memang iya, maka dokter tidak ada manfaatnya lagi.

Bukan hanya itu saja, ada juga berita tentang para caleg yang datang pada dukun atau mengunjungi tempat keramat agar bisa dapat lolos dan terpilih dalam pemilu. Mereka begitu kuat begadang dan membaca berbagai bait-bait yang dipercaya bisa membuat mereka menjadi apa yang diinginkannya. Mereka berusaha dalam beberapa hari bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Komitmen mereka kuat sekali. Andai saja keinginan itu diarahkan kepada sesuatu yang lebih berdasarkan tuntunan agama yang benar, tentunya mereka akan menjadi lebih baik.

Klenik ini ada karena budaya manusia yang menginginkan segala sesuatunya terwujud secepatnya. Mereka ingin kaya, ingin terkenal, ingin awet muda, ingin terlihat hebat, dan semuanya harus dalam waktu yang sangat singkat. Keinginan inilah yang membuat banyak orang akhirnya menempuh jalan pintas dan meminta bantuan dari jin. Kalau manusia mau ingat, sebenarnya, ketika Allah Swt belum mengabulkan permintaan seorang hamba, pasti ada sesuatu yang baik dibalik semua itu. Tidak perlu memaksakan kehendak karena sesungguhnya Allah Swt tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya.

Berpasrah, berdoa, dan tetap berusaha adalah tiga langkah yang tepat agar apa yang diinginkan itu cepat terwujud. Yakinlah bahwa ketika keinginan itu tidak terwujud di dunia, mungkin di akhirat nanti akan terkabulkan dalam bentuk yang jauh lebih indah dan memesona. Yang terpenting adalah menerima hukum yang telah ditetapkan dan tetap belajar menggali semakin banyak ilmu dan hukum yang belum pernah diketahui. Lupakan sejenak keinginan yang maunya serba kilat. Bersabar dan bersyukurlah.

Begitu banyak ujung satu ayat Al-Quran yang menyatakan untuk bersabar dan bersyukur. Artinya akan banyak sekali cobaan yang akan menjadi penghalang tercapainya semua cita-cita. Siapa tahu sesungguhnya Allah Swt sedang menyelamatkan umat-Nya dari marabahaya yang luar biasa kalau ia segera mendapatkan keinginannya itu. Betapa tidak sedikit orang yang dahulunya baik, lalu mendapatkan nikmat yang luar biasa. Tetapi nikmat itu malah membawa sengsara.

Lihatlah apa yang terjadi pada Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Siapa yang tidak kenal mereka. Angelina Sondakh pun begitu. Ketiganya merentas karir sebagai orang baik. Namun, jabatan yang mereka dapatkan kini penuh dengan ujian. Mereka tersandung perkara hukum. Tidak ada yang mengira hal ini akan terjadi. Hanya Allah Swt yang tahu apa yang akan terjadi pada umat-Nya. Jadi, tidak perlu memaksakan kehendak. Tunggu saja dan tetaplah bersabar dan bersyukur dengan apa yang ada.

Klenik Akan Selalu Ada

Membaca tulisan di atas Anda pasti berpikir, separah itukah? Sayangnya, kita harus mengakui mau tidak mau bahwa itu sudah menjadi sesuatu yang mendarah daging di dalam masyarakat Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dari sebuah survei yang dilakukan sebuah lembaga yang bergerak dalam bentuk media.

Mereka melakukan survei secara acak dan menemukan fakta mengejutkan bahwa banyak responden yang percaya pada hal klenik, dan jauh lebih banyak yang melakukan kegiatan klenik. Seperti misalnya percaya pada ramalan dan mendatangi seseorang yang dianggap “orang pintar” lalu kemudian mengadukan masalahnya dan meminta ramalan.

Atau yang paling jelas, banyak sekali kalangan orang-orang berdasi dan bersekolah di Universitas tinggi tetap percaya hal tersebut, mendatangi dan meminta restu dan jampi-jampi tanpa rasa malu ataupun takut disebut Syirik. Indonesia terdiri atas beragam budaya. Sejak sebelum Indonesia menjadi sebuah negara kesatuan, dahulu kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara menganut pada ajaran agama nenek moyang, yang dekat dengan segala macam berbau klenik.

Orang percaya dan meminta pada yang sudah mati. Mereka yakin ada roh nenek moyang yang akan selalu menolong. Kebiasaan tersebut terus ada, dan mendarah daging. Walau Islam sudah masuk, namun kebiasaan itu lekat di masyarakat. Oleh sebab itu banyak sekali tradisi yang berbau klenik, contoh yang nyata adalah mencuci keris yang dilakukan orang keraton di Yogya ataupun Solo.

Lalu air cuciannya digunakan oleh masyarakat setempat dan dipercayai bisa mengundang keberkahan dan keberuntungan. Islam memang masuk, namun sayangnya justru klenik yang ada mulai bersembunyi dibalik suasana Islam.  Katakan seperti ini, kalau ada orang yang datang, mereka akan memberi jampi-jampi dan jimat dalam bahasa Arab, seolah-olah itu adalah perbuatan yang diperbolehkan oleh agama.

Lalu, masyarakat pun mengamininya begitu saja. Bagi yang menganut Islam, mereka percaya bahwa klenik yang didasarkan dari huruf Arab atau bacaan-bacaan Al-Quran sah-sah saja. Pendapat yang sembrono dan asal-asalan.

Say No to Klenik
Kita adalah masyarakat yang bergama. Agama kita (Islam, Kristen) mengajarkan untuk mempercayai bahwa hanya Tuhan saja yang bisa menentukan. Jadi, jangan meminta selain kepada Tuhan. Percaya klenik berarti menyerahkan urusan kita kepada hal-hal gaib, seperti Jin atau sebangsanya. Hal itu dapat memudarkan keimanan kita yang sesungguhnya. Jadi, Say No To klenik!

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Menelusuri Kebudayaan Suku Maya
  • Sejarah Kerajaan Pajajaran
  • Belajar Membuat Makanan Khas Sumatera Selatan
  • Piramid-piramid Terkenal di Dunia
  • Mengenal Sejarah dan Dongeng Bahasa Jawa
  • Proses Terjadinya Transformasi Budaya
  • Bahasa Melayu Cikal Bakal Bahasa Indonesia
  • Gambar Peninggalan Agama Hindu
  • Patung Yunani, Simbol Manusia Meraih Kebijaksanaan
  • Sejarah dan Pemaknaan Gambar Bintang Daud
  • Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
  • Bambu Petuk, Jenis Bambu yang Dipercaya Membawa Keberuntungan
  • Mengenal Pakaian Tradisional Banten
  • Menyibak Asal Rebana
  • Sejarah Kerajaan Singasari
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA