Tanaman Berkhasiat di Klinik Herbal - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi klinik herbal
Kesehatan adalah anugerah terpenting untuk kita jaga. Dengan kesehatan yang dimiliki, kita bisa melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Aktivitas yang baik menunjang produktivitas yang baik pula. Oleh karena itu, kesehatan harus dijaga sebaik-baiknya dengan usaha pencegahan sebelum penyakit menyerang. Salah satu upaya pencegahan penyakit adalah mendatangi klinik herbal.
Klinik herbal pengobatan mandiri
Walaupun kita sudah berusaha menjaga kesehatan sebaik mungkin, ada kalanya tubuh kita tidak bisa menghidari datangnya sebuah penyakit. Hal ini terjadi ketika daya tahan tubuh sedang lemah. Jika sudah demikian, pengobatan perlu dilakukan secepat mungkin.
Banyak sekali klinik herbal yang muncul saat ini. Muncul dengan spesialis-spesialis penyakit tertentu. Ada pula yang mengombinasikan klinik herbalnya dengan pengobatan lain. Namun, inti dari semua klinik herbal yang ada adalah penggunaan tanaman-tanaman untuk dijadikan obat. Tanaman yang digunakan sebagai obat pun tentu tidak sembarang tanaman. Tanaman-tanaman tersebut telah diteliti dan terbukti berkhasiat untuk pengobatan.
Tanaman Herbal Berkhasiat
Berikut ini beberapa tanaman berkhasiat di klinik herbal yang sering digunakan untuk penyembuhan.
1. Sambiloto
Salah satu tanaman obat yang banyak dibudidayakan secara mandiri adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Tumbuhan sambiloto masuk dalam katergori tanaman perdu. Tanaman ini bisa tumbuh subur daerah tropis, dengan karakter tanah yang gembur. Populasi sambiloto tersebar dari di seluruh Asia Tenggara, dan Asia Selatan seperti Pakistan, Bangladesh dan India.
Ciri khas sambiloto, daunnya kecil bentuknya lonjong dan lancip diujungnya. Kucup daun tumbuh ditangkai-tangkai yang kecil. Sedangkan bunganya kecil-kecil, kelopaknya putih sedangkan putiknya warnanya gelap.
Sambiloto diambil daunnya, untuk berbagai bahan membuat obat. Daunnya yang bersifat diuretic, mampu melancarkan air seni, cocok dipakai sebagai obat bagi orang yang mengidap batu ginjal.
Sambiloto mengandung diterpene, flavonoid, glucosides, dan androgamafoll lactone, yang menimbulkan rasa pahit. Tanaman ini berkhasiat untuk menurunkan demam, melindungi hati, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mampu melawan penyakit kanker.
Cara pengolahan sambiloto kebanyak dengan cara direbus kemudian dicampur dengan air perasan jeruk purut atau madu. Tujuannya untuk meredakan rasa pahit.
2. Kunyit
Kunyit / Curcuma domestica Val atau dalam bahasa Inggrisnya turmeric, termasuk tumbuhan rimpang-rimpangan. Kunyit merupakan tanaman semusim, tumbuhan ini hidup secara bergerombol, dia menyukai tanah yang gembur dan agak basah. Tanaman ini mudah tumbuh dimana saja. Pembibitannya melalui rimpangnya.
Kunyit selama ini kerap dipakai untuk bahan bumbu masak oleh masyarakat Indonesia. Selain itu juga dipakai untuk membuat jamu dan minuman herbal lainnya. Kunyit mengandung curcumin, zingbera, minyak asiri, dan turrmeon. Dengan zat-zat kandunganannya ini, kunyit menjadi obat yang ampuh untuk menurunkan demam seperti sambiloto.
Selain itu, kunyit sangat ampuh untuk mencuci darah dan mengecilkan rahim sehabis melahirkan juga sebagai antiseptik yang baik bagi tubuh. Air perasan kunyit juga bisa menghilangkan nyeri pada masa haid. Selain itu kunyit dipakai sebagai obat menyembuhkan diare, batuk dan masih banyak lagi.
3. Kencur
Satu lagi tumbuhan rimpang yang banyak dipakai untuk membuat bumbu dan obat. Namanya kencur, atau dalam bahasa latinnya Kaempferia galanga L.. Bentuk rimpang kencur relative kecil tak dari pada kunyit. Rimpang kencur berwarna putih, diselimuti kulit tipis. Seratnya halus dan daging rimpang bewarna putih. Daging rimpang ini memancarkan aroma yang wangi. Bau wangi ini berasal dari zat atsiri.
Sedangkan jenis tanaman ini adalah tanaman semusim, daunnya bulat lebar. Bunganya besar warnanya putih, bentuknya menyerupai bunga anggrek bulan. Tanaman kencur biasanya dibudidayakan saat masa penghujan, dia menyukai media tanam yang mengandung banyak air, dan persifat porous.
Kencur dipakai sebagai bahan penyedap makanan, bahan membuat sambal. Menurut kepercayaan masyarakat terdisional, kencur bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan pada anak kecil. Bahkan dikasanah kuliner Bali, daun kencur kerap dipakai untuk bahan membuat trancam.
Selain dipakai untuk bumbu makanan, kencur juga dipakai untuk bahan membuat jamu. Misalnya jamu berasa kencur, minuman herbal yang bermanfaat melancarkan peredaran darah, meredakan stress dan meredakan masuk angin.
Kencur mengandung mineral, minyak atsiri, asam cinnamic, asam anisic,alkaloid, asam metil kanil dan penta dekaan, paraeumarin, bornesol, dan gom. Tanaman ini berkhasiat untuk meredakan batuk, radang telinga, dan radang lambung.
4. Temulawak
Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza adalah tumbuhan genus lokal dari jawa. Seperti halnya tumbuhan rimpang lainnya. Bagian yang diambil dari temulawak adalah rimpangnya. Bentuk rimpang temulawak relative besar dan bercabang-cabang, menyerupai umbi. Warnanya coklat gelap.
Tumbuhan ini memilik daun yang lebar, dengan tangkai yang berpelapah. Daun muda bentuknya bergulung-gulung. Tanaman temulawak tingginya bisa mencapai 1,5meter. Usia layak panen antara 9 bulan sampai 10 bulan. Di mana pada masa itu pertumbuhan rimpang mencapai ukuran maksimal dan kandungan nutrisinya lengkap.
Masyarakat jawa memakai temulawak untuk mengobati sakit kuning, memulihkan gangguan ginjal, dan menambah stamina. Caranya temulawak segar, diparut, kemudian diperas dengan air matang. Air perasan itu disaring, dan hasilnya diminumkan kepada orang yang sakit kuning. Selain itu juga bisa direbus dalam air 250 ml. Caranya siapkan 2 biji temulawak ukuran besar, kemudian dikupas kulitnya, diiris kecil-kecil baru direbus. Air rebusan ini disaring, dalam gelas dan diminumkan selagi hangat.
Temulawak mengandung zat aktif seperti zanthorrhizol, germacrene. Temulawak juga mengandung alpha beta curcumena yang berhasiat untuk antiperadangan, meningkatkan pengeluaran empedu, dan antibotik yang bagus.
5. Brotowali
Tanaman brotowali, nama latinnya Tinospora crispa adalah tumbuhan tropis yang banyak tumbuh subur di pekarang. Tanaman ini masuk dalam keluarga Menispermaceae, tanaman rambat. Tanaman Brotowali bisa dikenali dari sifat pertumbuhannya yang merambat naik. Daunnya lebat dan lebar, bentuknya seperti hati, warnanya hijau muda, dan hijau tua.
Tanaman ini mudah tumbuh pada daerah yang sedikit berhawa panas, seperti dataran rendah,daerah dekat pantai. Brotowali bisa diperbanyak dengan cara okulasi atau distek, batangnya. Asalnya media tanamnya cocok dan diberi pupuk, tumbuhan ini akan tumbuh subur.
Brotowali dibudidayakan untuk diambil daunnya. Dalam tradisi jawa, mengenal jamu brotowali, rasanya sangat pahit dan getir. Namun demikian dibalik rasa pahit tersimpan khasiat yang luar biasa. Dipercayai meminum jamu brotowali mampu menjaga kesehatan empedu dan lever.
Brotowali mengandung alkaloida, berberin, dan kolumbin. Tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Selain itu, ampuh untuk membasmi gatal-gatal yang disebabkan oleh jamur, termasuk panu, kadas, dan kurap. Ampuh juga mengobati malaria, demam, hepatitis, diabetes, rematik, serta bisa digunakan untuk menambah nafsu makan.
Jamu brotowali bisa dibuat sendiri, caranya ambil lima helai daun brotowali segar, irisan temulawak. Siapkan 250 ml air, kemudian daun bahan-bahan tadi direbus hingga mendidih. Setelah itu airnya disaring. Air rebusan bisa diminumkan langsung, kepada orang yang sakit hepatitis,maupun rematik. Bila tak kuat dengan rasa pahit, bisa dicampuri dengan satu senduk makan madu murni.
Sedangkan cara mengobati kulit yang terluka, ambil daun brotowali kemudian diremas atau diparut. Daun parutan ini tempelkan langsung pada permukaan kulit yang terbakar. Sifat dingin yang berasal dari daun bisa meredakan rasa sakit.
Budidaya Tanaman herbal
Berkebun tanaman herbal adalah pilihan yang tepat, selain bisa menyalurkan hobby bertanam, juga turut melestarikan kasanah tanaman obat-obatan Nusantara. Ada beberapa jenis tanaman herbal yang mulai langkah, misalnya kumis kucing, sirih merah dan masih banyak lagi.
Budidaya tanaman herbal bisa dilakukan sebagai selingan mengisi waktu luang, pekerjaan iseng bermanfaat sambil mengerjakan pekerjaan utama. Malahan ada sebagian orang yang serius menggerakan bisnis herbal dengan menanam tanaman obat secara massal dan professional. Hasil panen tanaman herbal dijual kepada pabrik jamu nasional. Ini tentu menghasilkan manfaat bisnis bagi pemilik kebun.
Jika Anda tertarik, berikut ini tips ringkas berkebun tanaman herbal :
- Lahan
Lahan untuk kebun tanaman herbal bisa memanfaatkan lahan kosong yang tak produktif lagi. Atau kalau Anda tak memiliki lahan luas, bisa memanfaatkan halaman rumah, teras, atau loteng. Di siasati dengan cara menanam dalam pot, kaleng bekas, polibag dan media tanamn lainnya.
- Bibit
Sebagian bibit bisa disemai sendiri dari rimpangnya misalnya untuk jahe, kunyit, temulawak dan kencur. Sedangkan tanaman herbal lainnya, caranya melalui stek batang, penyemaian biji dan seterusnya. Setelah bibit tumbuh, baru dipindahkan dalam polybag, lobang tanah atau pot.
- Perawatan
Tahap selanjutnya adalah perawatan, semasa pertumbuhan sebaiknya Anda rutin memeriksa kondisi tanaman. Rumput yang tumbuh disekitar tanaman disiangi. Kemudian disirami pada siang hari. Periksa setiap helai daun jika ada insekta atau telur serangga, segera diambil.
- Panen
Masa panen tanaman herbal bermacam-macam untuk rimpang-rimpangan idealnya 7-9 bulan. Sedangkan tanaman herbal daun, tiga bulan sampai 11 bulan. Sedangkan tanaman daun berkayu keras bisa dipanen secara bertahap.
- Pengolahan hasil panen
Hasil panen bisa pakai sendiri maksudnya dikonsumsi sendiri, atau dijual dalam bentuk produk olahan atau dalam keadaan sudah dikeringkan. Semua memiliki pasar sendiri-sendiri, harganya pun berbeda.
Demikianlah sekilas tentang klinik herbal dan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Selamat berkebun.

