Kliping Geografi - Berkenalan dengan Daerah Teraman di Ring of Fire
Ilustrasi kliping geografi
Anda diberi tugas untuk membuat sebuah kliping geografi? Jangan khawatir. Tulisan ini setidaknya bisa memberi sedikit bahan untuk tugas Anda. Tulisan ini akan mengupas tentang Pulau Sumatera beserta 8 provinsi yang terdapat di dalamnya. Pernahkah berpikir betapa luasnya Pulau Sumatera bila dibandingkan dengan Pulau Jawa? Bayangkanlah di provinsi Sumatera Selatan saja, waktu tempuh dari Palembang ke Lubuklinggau, bisa mencapai 9 jam. Itu pun telh potong kompas. Jangan bayangkan jarak satu kecamatan dengan kecamatan lainnya berdekatan.
Luas Pulau Sumatera dan Sumber Alamnya
Pulau Sumatera ini tiga kali luas Pulau Jawa. Bagaimana dengan Pulau Kalimantan? Pulau Kalimantan lebih besar daripada Pulau Sumatera. Jadi jangan takut kehilangan hal yang bisa dibicarakan kalau telah berbicara tentang geografi Indonesia. Di setiap pulaunya ada keunikan tersendiri. Di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, ada sungai-sungai dengan ukuran yang cukup lebar dan panjang. Sungai-sungai ini begitu besarnya sehingga terlihat bagai lautan kecil. Bahkan orang Palembang menyebut sungai Musi yang membelah kota Pempek ini dengan sebutan, Samudra.
Mulai dari Aceh hingga ke Lampung, Pulau Sumatera mengandung begitu banyak sumber energi yang berasal dari alam. Tidak hanya tambang minyak, gas, batubara, ada juga jenis tambang lainnya yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat yang meninggali pulau ini. Perkebunan pun banyak terdapat di pulau ini. Tidak mengherankan kalau banyak orang dari pulau lain datang ke pulau ini. Namun, di antara semua keindahan dan kekayaan yang dikandungnya, Pulau Sumatera ini mempunyai potensi bencana yang cukup besar.
Mulai dari gempa yang cukup besar yang pernah terjadi di Aceh (sekira 9 SR), gempa Padang, gempa Bengkulu, gempa Liwa, Lampung, dan beberap gempa lainnya. Tidak hanya gempa, tsunami pun menerjang pulau ini dengan sangat leluasa. Tidak hanya di Aceh, Pulau Mentawai yang ada di Sumatera Utara pun tersapu oleh tsunami yang menewaskan banyak penduduknya.
Luasnya pulau ini ternyata menjadi satu kendala tersendiri ketika akan memberikan bantuan kepada para korban. Jalan darat yang tidak mudah, jalan laut yang lebih sukar, dan jalan udara yang mahal, semakin menambah tingkat kesulitan yang harus dihadapi oleh para pemberi bantuan. Tuhan memang adil. Pulau yang kaya ini ternyata harus menghadapi tantangan yang tidak sedikit.
Paling Aman
Ada 9 provinsi di pulau Sumatera yang mempunyai luas 3 kali lipat dari pulau Jawa ini. Di antara kedelapan provinsi itu, provinsi Sumatera Selatanlah yang paling aman dari gempa. Bila melihat daerah yang berada di ‘ring of fire’, maka terlihatlah betapa amannya daerah Palembang (ibu kota Sumatera Selatan) dan sekitarnya. Pulau Bangka Belitong, provinsi termuda di pulau ini, juga termasuk wilayah yang aman dari gempa. Sementara ini belum terdengar adanya gempa dahsyat yang pernah terjadi di provinsi Bangka Belitong.
Bila Jambi dan Bengkulu pernah diguncang gempa cukup kuat, Palembang hanya merasakan getarannya. Begitu pun saat Lampung terkena gempa, Palembang tak merasakan hal yang begitu dahsyat. Paling hanya getaran kecil yang tak terlalu berarti. Tetapi hal ini tidak membuat masyarakat Palembang terlena. Mereka menghadapi bencana jenis lain yang setiap saat bisa saja menyerang terutama pada musim penghujan. Kota Palembang hanya berada 8 meter di atas permukaan laut. Di beberapa tempat malah mungkin di bawah permukaan laut.
Banjir rob atau banjir pasang sering terjadi. Tidak mengherankan kalau masih banyak rumah panggung yang dibangun oleh masyarakat terutama yang tinggal di dekat sungai. Yang menjadi kendala adalah bahwa tidak jarang banjir itu pun hingga setinggi 3 meter yang tentu saja membuat rumah panggung pun terkena banjir. Harta banyak hialng dan aktivitas pun terganggu. Selain aktivitas yang terganggu, genangan air ini ternyata menyimpan sumber penyakit yang bisa membunuh banyak orang.
Deman berdarah dan infeksi saluran pernapasan atas menjadi sesuatu yang biasa. Belum lagi diare yang bisa menyebabkan bayi dan balita mengalami penderitaan yang cukup menyedihkan. Kematian akibat penyakit selama musim banjir ini membuat pemerintah bekerja keras agar bisa lebih melindungi masyarakatnya.
Kalau untuk letusan gunung berapi, sementara ini Sumatera Selatan belum merasakan letusan seperti yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang disebabkan oleh gunung Merapi. Tetapi ada perkiraan bahwa gunung Dempo ini bisa meletus suatu ketika dengan letusan yang cukup besar. Sumatera Selatan hanya mempunyai satu gunung aktif, yaitu gunung Dempo. Gunung ini terletak di Pagaralam, dekat kabupaten Lahat, yang berjarak sekitar 325 km dari Palembang. Kondisi gunung Dempo saat ini masih dalam level waspada.
Setelah gunung Merapi mengamuk dan gempa Mentawai yang diikuti oleh tsunami, gunung Dempo juga mendapatkan perhatian lebih. Daerah gunung Dempo selain terkenal dengan alam pegunungan yang indah dan sejuk, juga terkenal dengan hasil kopinya yang luar biasa sedap.
Selain memiliki hanya satu gunung, Sumatera Selatan dikelilingi oleh banyak sungai besar maupun kecil. Sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera menjadi salah satu urat nadi kehidupan ekonomi di daerah yang kaya dengan gas, minyak bumi, karet, dan kelapa sawit ini.
Tanahnya mempunyai tingkat kesuburan yang berbeda. Misalnya, daerah Palembang yang berawa-rawa, banyak ditemui hutan kayu gelam yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Muara Enim, yang berjarak 200 km dari Palembang, cocok untuk tanaman karet dan sawit. Tanjung Enim yang kaya akan batubara dijadikan daerah tambang hingga menjadi tambang batubara terbesar di Indonesia. Selain tambang batubara, Tanjung Enim yang masuk dalam daerah Muara Enim juga mempunyai pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan air sungai Enim.
Sumatera Selatan baru saja memekarkan beberapa daerah kabupatennya yang begitu luas. Kini di antara kabupaten itu adalah Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, OKU Timur, OKU Selatan, Pali, Kota Madya Palembang, Pagaralam, dan Lubuk Linggau. Setiap kabupaten memiliki keunggulan masing-masing. Perluasan ini memang dibutuhkan mengingat betapa banyaknya penduduk yang dihidup di daerah yang sangat luas tersebut.
Lumbung beras ada di Belitang, OKU Timur dengan kesuburan tanah yang baik dan irigasi yang cukup representatif. Musi Rawas, OKI, dan Musi Banyuasin mempunyai kebun kelapa sawit dengan pabrik pengolahan kelapa sawit yang cukup besar. Pekerjaan penduduk di daerah pedesaan adalah bertani. Di daerah perkotaan selain sebagai pedagang juga menjadi karyawan swasta dan pegawai negeri.
Hasil sungai berupa ikan juga cukup banyak terutama di Musi Banyuasin dan OKI. Pembudidayaan ikan terutama ikan asli Sumatra Selatan, seperti Belido, Patin juga sudah dilakukan. Ini untuk menunjang pembuatan pempek yang menjadi makanan favorit di daerah ini.
Kini, Palembang semakin sering bersolek. Setelah menjadi tuan rumah PON di tahun 2008, sekarang Palembang bersiap menjadi tuan rumah ASEAN GAMES. Jalanan kota yang masih sering macet, akan dilebarkan. Perluasan pembangunan terutama di Jakabaring, tempat pembukaan dan pertandingan beberapa cabang olah raga, terus dikebut. Akan ada Waterboom yang cukup besar dengan danau buatan yang cukup luas.
Walaupun menjadi daerah teraman di ring of fire, Palembang ternyata tidak terlepas dari bencana. Banjir adalah salah satunya. Ini karena banyak tanah berawa yang dialihfungsikan sebagai perumahan. Selain banjir, Permasalahan air bersih, sanitasi dan pembuangan sampah juga harus menjadi perhatian.
Perumahan
Perekonomian Sumatera Selatan yang semakin berkembang membuat banyak orang datang ke kota ini. Mereka tentu saja membutuhkan tempat tinggal. Tidak mengherankan kalau banyak pengusaha properti tingkat nasional yang datang ke kota ini. Ada Citar Grand City yang diusung oleh perusahaan milik Ciputra. Bertetangga dengan Citra Grand City, ada Spring Hills yang telah banyak membangun perumahan di Jakarta dan kota besar lainnya termasuk juga di Malaysia. Kedua perumahan itu diapit oleh beberapa perumahan dengan ukuran luas tanah yang lebih sempit.
Ada Perumnas Talang kelapa dan Cluster Talang Kelapa serta Pondok Palm Indah. Dengan banyaknya perumahan yang ada di km 12 ini, ternyata masih dirasakan kurang. Oleh karenanya, perumahan juga menyebar di beberapa tempat lainnya.
Itulah Palembang dengan segala kekayaaan, kelebihan dan kekurangannya.

