Koala, Si Penghuni Pohon

Koala merupakan hewan mamalia penghuni pohon yang menyerupai beruang kecil berwarna abu-abu. Koala termasuk jenis marsupialia, yaitu induk betina memiliki marsupium (kantong perut). Koala membawa anak-anaknya yang belum dewasa di dalam kantong perut. Koala adalah hewan pemakan tumbuhan.
Nama koala berasal dari suku Aborigin. Kata koala berarti tidak minum. Koala memenuhi 90% kebutuhan air dalam tubuh dari daun eukaliptus. Koala makan daun eukaliptus dan hanya minum bila mereka sakit atau dalam kondisi kekeringan.
Tubuh Koala
Koala memiliki tubuh berbulu lebat, lembut, dan berwarna abu-abu atau kecokelatan di punggungnya. Bulu di bagian perut berwarna putih. Koala yang hidup di bagian selatan memiliki bulu yang lebih tebal daripada koala yang hidup di bagian utara. Koala di bagian utara mendiami daerah beriklim panas sepanjang tahun sehingga memiliki bulu yang lebih tipis.
Koala memiliki hidung besar tak berambut dan telinga bulat. Koala tidak memiliki ekor. Koala dewasa berukuran panjang 64 hingga 76 cm dengan berat sekitar 7 hingga 14 kg.
Koala memiliki cakar panjang, kuat, dan tajam untuk memanjat pohon. Cakar depan mempunyai dua ibu jari untuk mencengkeram dahan. Cakar kedua dan ketiga terdapat di kaki belakang.
Habitat dan Makanan Koala
Koala mendiami wilayah Queensland, New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan. Habitatnya bervariasi dari pesisir pantai hingga hutan eukaliptus. Koala hidup berkelompok. Koala merupakan hewan teritorial. Mereka memerlukan wilayah yang luas agar dapat mempertahankan populasinya dan sebagai sarana koala-koala muda untuk berekspansi. Koala berkomunikasi dengan kelompoknya dengan menggunakan suara menyerupai mengorok atau bersendawa.
Koala memakan daun dan tunas pohon eukaliptus. Di Australia terdapat lebih dari 600 spesies eukaliptus. Namun, koala hanya memakan sekitar 20 spesies eukaliptus. Dalam area tertentu, hanya ada tiga hingga empat spesies eukaliptus yang dimakan secara teratur. Kadang-kadang koala juga memakan spesies dan pohon lain atau hanya digunakan sebagai tempat tidur.
Siklus Hidup Koala
Musim kawin koala berkisar antara bulan Agustus hingga Februari. Pada musim tersebut, koala jantan akan "berteriak" untuk menarik perhatian betina. Saat itu pula, koala muda dari tahun sebelumnya siap untuk meninggalkan induk dan hidup mandiri.
Setelah kawin, 35 hari kemudian bayi koala lahir. Bayi koala disebut joey. Panjangnya sekitar 2 cm dengan berat kurang dari 1 gram. Tubuh bayi koala berwarna merah muda, tidak berbulu, tanpa telinga, dan buta. Secara naluriah, bayi koala akan bergerak menuju perut induknya dan menemukan jalan masuk ke dalam kantong.
Di dalam kantong perut, bayi koala menempelkan mulut pada puting susu induknya. Puting susu tersebut kemudian membesar di dalam mulut bayi koala sehingga puting susu sang induk tidak akan terlepas. Induk betina mampu mengencangkan otot-otot pada bukaan kantong perut sehingga bayi koala tidak akan terjatuh keluar.
Setelah dilahirkan, bayi koala berada di kantong perut induknya selama 6 atau 7 bulan. Bayi koala menyusu induknya dari dalam kantong perut. Saat berusia sekitar 22 hingga 30 minggu, induk betina memberi makan bayinya dengan semacam bubur yang berasal dari makanan sang induk yang belum tercerna. Hal ini bertujuan untuk melatih bayi koala agar beradaptasi dengan makanan sesungguhnya, yaitu daun eukaliptus. Setelah keluar dari kantong perut, bayi koala bergelantungan di punggung induk betina. Namun, mereka tetap menyusu hingga berumur satu tahun.






