Koleksi Cerita Bijak Lewat Novel Biola Tak Berdawai
Hati adalah sebuah ladang harapan yang tak terbatas, Di mana keajaiban terkadang bersemai…
Dibuka dengan sebuah quotes yang menyentuh di bagian cover, Biola Tak Berdawai sebuah novel karya Seno Gumira Ajidarma hadir ke hadapan Anda untuk memaparkan kehidupan seorang anak tunadaksa.
Novel yang Berasal dari Film
Novel Biola Tak Berdawai merupakan hasil adaptasi dari film dengan judul yang sama. Walaupun berasal dari scenario film, namun novel Biola Tak Berdawai memiliki ciri khas tersendiri seperti sudut pandang penceritaan dilihat dari seorang anak tunadaksa.
Film Biola Tak Berdawai sendiri merupakan karya penulis skenario dan sutradara Sekar Ayu Asmara, film ini memenangkan lima piala dalam tiga festival film yang berbeda di tiga Negara. Film Biola Tak Berdawai merupakan film apik yang enak ditonton, sedangkan novel Biola tak berdawai merupakan novel yang cantik dan bermutu tinggi.
Anda mungkin akan menemukan adegan-adegan yang mirip antara film dan novelnya, namun kedalaman rasa yang timbul akan berbeda. Tak ada salahnya Anda membaca novel Biola tak berdawai atau menonton filmnya dulu, karena novel dan filmnya saling melengkapi.
Biola Tak Berdawai, Getaran Cinta Anak Tunadaksa
Dewa, seorang anak tunadaksa berumur delapan tahun, tinggal di rumah panti asuhan bernama Rumah Asuh Ibu Sejati. Banyak bayi-bayi yang karena orang tua nya malu atau tidak sanggup mengurus anak-anak yang mempunyai lebih dari satu cacat, menitipkannya di rumah panti tersebut.
Renjani, ibu angkat Dewa, bahu membahu bersama Mbak Wid untuk mengasuh, mengurus, dan menghadapi banyak kematian bayi-bayi cacat di rumah panti tersebut. Renjani dan Mbak Wid memiliki masa lalu kelam yang ingin ditebus lewat panti tersebut.
Renjani, adalah seorang penari yang diperkosa oleh guru tarinya sehingga hamil dan memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Bagi Renjani, Dewa adalah pengganti anaknnya. Sedangkan, Mbak Wid adalah anak seorang pelacur yang telah menggugurkan kandungannya selama enam kali. Mbak Wid berusaha menebus dosa-dosa ibunya.
Meskipun Dewa adalah anak tunadaksa, namun bisa merasakan cinta dari Renjani, jiwa Renjani telah menyentuh jiwa Dewa. Sehingga Dewa mengalami kemajuan seperti merespon Renjani yang sedang menari, karena itulah Renjani memutuskan mengajak Dewa ke sebuah resital musik di Prambanan.
Dalam sebuah Resital Musik Renjani dan Dewa bertemu dengan seorang pemuda bernama Bhisma. Bhisma dan Renjani saling jatuh cinta, namun Renjani yang masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya menafikan Bhisma.
Bagi Bhisma, Dewa adalah biola tak berdawai. Terciptalah sebuah lagu berjudul biola tak berdawai untuk Renjani dan Dewa. Sayangnya, Renjani meninggal dunia karena kanker rahim yang dideritanya.
Biola Tak Berdawai dan Dunia Pewayangan
Novel ini mengisahkan realitas kekinian yang diramu dengan dunia pewayangan, yaitu kisah Mahabarata. Tokoh-tokoh dalam novel ini memiliki peranan dalam kisah Mahabarata.
Cerita pewayangan mungkin adalah dongeng lampau, dengan membaca novel ini Anda akan diajak menikmati kembali cerita-cerita bijak dunia pewayangan yang nilai moralnya masih bisa kita ambil dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa menyediakan tissue sebelum membaca novel ini, karena akan menguras air mata Anda. Selamat membaca.






