logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Belanja    Elektronik    Setrika

Koil, Komponen Setrika Listrik yang Utama


Ilustrasi komponen setrika listrik

Teknologi senantiasa menawarkan kemudahan. Namun tanpa kesadaran tinggi, teknologi beresiko tinggi pula. Salah satunya adalah setrika listrik. Pada generasi awal yang tak dilengkapi saklar otomatis, panas yang dialirkan pada lempengan logam di bawah itu akan mencapai panas sangat tinggi sehingga menyebabkan putusnya lilitan atau koil setrika listrik. Komponen setrika listrik utama memang terletak pada koil ini.

Pegangan ini harus mampu meredam panas yang dialirkan daya listrik menjadi energi panas. Sebelum menyetrika, sering-seringlah memeriksa pegangan ini, jangan sampai terlalu longgar baut-bautnya atau bahkan terhubung dengan aliran listrik yang bisa berbahaya manakala dipegang dalam keadaan tersambung ke sumber listrik.

Komponen kedua yang juga harus mendapat perhatian adalah plat atau lempengan dasar setrika. Pada lempengan inilah aliran listrik yang telah diubah menjadi energi panas melalui koil. Kalau sering dipergunakan tanpa dirawat dengan baik, bagian lempeng ini bisa berkarat.

Padahal jika lempeng ini berkarat, maka aliran panas akan terhambat sehingga lempengan tidak optimal sementara aliran listrik tetap berfungsi. Dengan berkaratnya lempengan bawah setrika ini, di samping panas tidak optimal juga akan menyebabkan borosnya energi listrik.

Padahal untuk menghasilkan panas yang optimal sehingga bisa merapihkan pakaian yang kusut, untuk produk di Indonesia, setrika listrik ini membutuhkan daya minimal 350 watt dalam tegangan 220 Volt.

Komponen selanjutnya adalah koil. Secara sederhana, koil adalah sebuah lilitan kawat yang dililitkan pada lempengan asbes atau dari bahan lain yang tahan panas. Melalui koil inilah arus listrik dialirkan sehingga menimbulkan panas. Panas dari koil inilah yang akan dihantarkan pada lempengan bawah setrika, sehingga Anda bisa menyetrika pakaian yang kusut menjadi rapi.

Jika dalam setrika tradisional yang panasnya bersumber dari bara, dengan seiringnya waktu, bara akan berkurang kekuatan panasnya, maka sebaliknya dalam setrika listrik yang menggunakan koil sebagai penghantar panas, makin lama akan makin panaslah lempengan kawat dalam lilitan asbes itu, sehingga bisa menyebabkan putus.

Di sinilah diperlukan saklar otomatis yang bisa hidup dan mati dalam suhu tertentu. Tanpa alat ini, setrika listrik akan menjadi benda berbahaya. Perhatikan selalu saklar ini jangan sampai tidak berfungsi, sebelum anda mengalami dampak buruknya.

Kabel yang menghubungkan koil kepada aliran arus listrik juga merupakan bagian penting. Melaui kabel inilah arus listrik dialirkan melalui kabel sampai menimbulkan panas. Karena berhubungan dengan arus listrik, senantiasa perhatikan bagian kabel ini. Biasanya kabel gampang mengelupas pelindungnya akibat terkena gesekan panas pada setrika atau bahkan sering pula yang tersetrika.

Kabel setrika yang baik biasanya dilindungan dengan lilitan plastik, lalu pada bagian luarnya dililitkan pula rajutan benang sehingga tetap aman. Bagian-bagian inilah yang harus selalu diperhatikan sebelum anda menggunakan setrika listrik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Setrika Listrik - Sejarah, Cara Kerja dan Cara Merawat Setrika Listrik
  • Meja Setrika dalam Aneka Bentuk
  • Setrika Uap: Penemuan Terbaru Dunia Fesyen
  • Rangkaian Setrika Listrik: Sederhana, Harga Berbeda
  • Mengorek Mekanik Mesin Setrika
  • Mengenal Sejarah Setrika
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA