Komunikasi Antarpribadi - Lancar Berkomunikasi dengan Berbagai Karakter Manusia
Setiap orang tentu pernah melakukan komunikasi antarpribadi. Benarkah? Ya, tak terkecuali Anda, penulis yakin bahwa komunikasi antarpribadi bukanlah aktivitas yang asing dalam keseharian. Sadar ataupun tidak, komunikasi antarpribadi telah menjadi bagian dalam kegiatan sosial setiap manusia.
Masih bingung dengan pernyataan penulis? Berikut penulis berikan beberapa definisi tentang komunikasi antarpribadi yang bersumber dari beberapa pendapat yang pernah melakukan penelitian tentang komunikasi antarpribadi secara khusus.
Definisi Komunikasi Antarpribadi
- Definisi komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang terjalin antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang dan dilakukan secara bertatap muka atau berkerumun.
- Komunikasi Interpersonal (KIP) atau disebut juga komunikasi antarpribadi adalah interaksi orang ke orang yang dilakukan dua arah, baik secara verbal dan non verbal. Tujuan komunikasi antar pribadi ini, salah satunya untuk saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antarindividu di dalam kelompok kecil
Menurut ilmu psikologi, karakter seorang manusia merupakan hasil interaksi antara bakat genetik orangtua dan pengaruh lingkungan di mana ia bertumbuh. Genetik? Ya, benar. Bahkan, bayi sekalipun, jika diamati, memiliki kecenderungan sikap yang berlainan.
Keunikan manusia ini terkadang bisa membuat pusing jika kita dihadapkan dengan kepribadian yang bertolak belakang atau tidak kita pahami. Oleh sebab itu, pemahaman komunikasi antarpribadi sangatlah penting.
Agar aktivitas komunikasi antarpribadi dapat berjalan lancar, seseorang harus memahami karakter atau kepribadian lawan bicaranya. Tanpa pemahaman karakter lawan bicaranya, komunikasi antarpribadi tidak akan terjalin dengan efektif.
Untuk itu, Mari kita mengenal 4 temperamen dasar atau kepribadian yang membentuk seseorang dan tips menghadapinya agar setiap aktivitas komunikasi antarpribadi Anda dapat berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Tempramen Dasar dalam Komunikasi Antarpribadi
1. Sanguin (Si Burung Merak) dalam Komunikasi Antarpribadi
Untuk menjalin komunikasi antarpribadi dengan seseorang yang bertempramen dasar tipe sanguin, Anda harus benar-benar memahami seperti apa karakter sanguin ini. Seseorang dengan karakter sanguin merupakan sosok yang ‘bikin hidup lebih hidup’. Ciri khas orang sanguin adalah sikap yang ekstrovert, suka bicara, optimis, hangat, hidup, berapi-api.
Dalam pergaulan, biasanya mereka populer karena tingkahnya sering menjadi pusat perhatian. Ia tidak ragu menunjukkan ekspresi di muka orang lain; dalam dirinya terdapat gabungan antara kenaifan anak kecil dan energi antusiasme yang tidak habis-habis. Ia juga tipe pemaaf dan punya kreativitas tinggi.
Mayoritas sanguin juga bersifat egois, mudah melupakan orang, memiliki kecenderungan bersikap tidak dewasa, dan kadang tanpa sadar berbicara terlalu banyak. Jadi, jangan terlalu cepat emosional atau sakit hati menghadapi temperamen ini.
Meski tampak ‘rusuh’, sanguin sebenarnya tipe sobat yang solider dan tulus. Mungkin ia tampak cepat marah, tetapi juga cepat reda. Ketika Anda jengkel akan kecenderungan sanguin untuk bicara tapi kurang mendengar, katakan saja terus terang tapi jangan dengan emosional.
Ketika hendak manjalin komunikasi antarpribadi dengannya, bersikaplah sabar dan gunakan bahasa persuasif, terlebih ketika hendak mengkritik kelemahannya. Selain itu, singgung juga keunggulannya karena sanguin mudah tersanjung. Ketika sudah tersanjung, ia akan lebih terbuka pada omongan Anda selanjutnya.
2. Melankolis (Si Burung Hantu) dalam Komunikasi Antarpribadi
Orang-orang melankolis sangat teliti, peka, dan lembut. Ia pemikir yang hebat, dengan ciri khas sikap introvert dan perfeksionis. Sebagai sosok yang idealis, ia menginginkan segala sesuatu berjalan sesempurna mungkin, menurut stadarnya yang tinggi.
Otak melankolis juga jago dalam melakukan analisis mendalam dan hebat mengurusi grafik atau diagram. Ia adalah tipe pekerja yang tekun dan sungguh-sungguh.
Sayangnya, melankolis memiliki kecenderungan memaksakan standarnya yang tinggi itu pada orang lain. Ia juga punya kecenderungan merasa rendah diri dan berulang kali menunda pekerjaan, bukan karena malas, justru karena tidak mau memulai sebelum semuanya ‘sempurna’. Orang kerap mengeluhkan komentar melankolis yang terlalu ‘jujur’.
Lantas, bagaimana menyikapi kelemahan melankolis?
Orang melankolis lebih mengedepankan logika dan peraturan daripada perasaan. Ketika suntuk menghadapi mulut pedasnya, ingatlah bahwa itulah satu-satunya cara yang ia kenal untuk mendorong kemajuan proyek. Meski pedas, Anda bisa mempercayai ucapannya yang selalu objektif dan jujur.
Perlu sedikit kehati-hatian saat hendak melakukan komunikasi antarpribadi dengan tipe melankolis. Saat hendak mengkritisi orang ini, lakukan dengan lemah lembut dan hati-hati karena mereka sangat sensitif. Bukalah dialog dengan kepala dingin.
3. Koleris (Si Burung Elang) dalam Komunikasi Antarpribadi
Kaum koleris umumnya sosok yang berwibawa, menjadi kepala di tiap proyek. Ia memiliki ambisi, etos kerja yang siap diuji, dan naluri kepemimpinan yang baik. Dalam bekerja, ia selalu bertindak cepat dalam mengambil keputusan sehingga koleris mudah naik darah saat melihat orang yang ia nilai lambat atau pemalas.
Ciri khas temperamen ini adalah sikapnya yang ekstrovert, aktif, dinamis, dan optimis. Ia berani bersikap kritis dan memperjuangkan perubahan jika ia yakin memang benar. Koleris tidak mudah diintimidasi oleh masalah. Bahkan, dalam situasi panik sekalipun ia bisa menjaga akal sehatnya.
Bijaklah menghadapi sikap tidak sabaran orang tipe ini. Memang ia cenderung keras kepala dengan pendapatnya dan sulit sekali mengaku salah atau minta maaf.
Yang bisa menggerakkan orang koleris adalah bukti nyata. Ingatlah untuk selalu memasukkan fakta dalam argumen Anda. Karena suka mengambil keputusan mandiri dan bekerja sendiri, orang koleris rentan terperosok pada kesalahan menganggap dirinya selalu benar.
Nah, ketika hendak berkomunikasi antarpribadi dengannya, Anda harus membawa penjelasan yang logis, yang bisa diterima akal sehatnya. Kalau tidak, Anda tidak akan didengarkan.
4. Phlegmatis (Si Burung Merpati) dalam Komunikasi Antarpribadi
Kenapa phlegmatis disebut tipe yang damai? Itu karena pembawaannya yang ‘adem-ayem’. Tidak pernah tampak marah besar, tapi juga tidak tampak sangat gembira. Tenang, santai, dan pengendalian diri yang matang adalah keunggulan phlegmatis. Ciri utama lain adalah introvert, pengamat yang baik, rendah hati, simpatik, dan sabar.
Sayangnya, orang phlegmatis cenderung pemalas. Bahkan, malas untuk berubah meski itu untuk kebaikan. Kerap peragu dan keras hati. Jika ingin mengkritisi kebijakan atau sikap orang phlegmatis, lakukan ketika moodnya sedang bagus dan tetaplah menyinggung penghargaan Anda akan hubungan persahabatan atau cinta yang anda jalin dengannya karena itu sangat vital bagi orang phlegmatis.
Cara yang paling efektif untuk menjalin komunikasi antarpribadi dengan orang ini adalah dengan rajin-rajinlah memberi motivasi dan dorongan positif padanya karena ia sangat senang mendapat perhatian.
Catatan, sekaligus informasi berharga untuk Anda, umumnya setiap orang memiliki 1-2 jenis temperamen dalam dirinya. Untuk itu, pintar-pintarlah menilai karakter seseorang, terlebih saat hendak menjalin komunikasi antarpribadi dengan mereka.







