9 Cara Komunikasi Efektif

Pernahkah pesan yang Anda sampaikan justru ditangkap berbeda oleh pendengar? Ya, pesan A justru dibaca menjadi pesan B, atau malah C. Sudah pasti rasa kesal menyelimuti diri Anda. Namun, jangan langsung menyalahkan pendengar, boleh jadi Anda yang salah dalam berkomunikasi.
Komunikasi adalah bentuk kegiatan pertukaran ide dan gagasan. Dalam komunikasi akan selalu ada unsur komunikator, pesan, media, komunikan, dan umpan balik. Unsur-unsur ini yang memegang peranan penting dalam sukses tidaknya penyampaian pesan adalah sebagai berikut.
- Komunikator, orang yang menyampaikan pesan.
- Pesan, ide atau gagasan yang diberikan.
- Media, sarana atau saluran komunikasi.
- Komunikan, pendengar atau pihak yang menerima pesan.
- Umpan balik, respons dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya.
Poin penting dalam komunikasi efektif ialah respons dari komunikan. Ketika komunikan memahami pesan yang disampaikan, responsnya pun akan sesuai dengan tujuan dan harapan komunikator. Namun, dalam praktiknya, pesan kerap kali menjadi aspek penting, atau dalam pepatah berarti “the medium is the message”. Ide atau gagasan (content) acap kali gagal sampai manakala sarana komunikasinya salah sasaran.
Berikut ini cara-cara dalam melakukan komunikasi yang efektif.
- Menguasai ragam komunikasi. Mulai dari menulis sampai berbicara. Teknik komunikasi yang dipakai bergantung pada siapa yang dihadapi. Penguasaan ragam komunikasi meminimalisasi terjadinya ketidaktepatan memakai cara komunikasi.
- Bersikap empati. Memposisikan diri Anda dalam situasi yang dialami orang lain. Dengan cara ini kita mampu lebih bersikap objektif dalam berkomunikasi.
- Terbuka. Dalam artian, bersedia untuk dikoreksi kalau itu memang keliru. Siap meminta maaf jika terbukti salah.
- Fleksibel. Anda tidak harus melulu serius dengan pembawaan gaya yang formal dan kaku. Anda sekali-kali memakai gaya informal dengan selipan rasa humor agar terlihat santai dan fresh.
- Lugas dan ringkas. Pergunakan kata yang to the point dan diringkas sepadat mungkin dalam susunan kata yang pendek. Pemakaian kata yang bertele-tele membuat komunikasi menjadi membosankan.
- Memahami komunikasi nonverbal. Ya, Anda perlu tahu gestur tubuh dari komunikan. Terkadang, bahasa tubuh lebih bermakana ketimbangan bahasa verbal karena sulit dimanipulasi.
- Pendengar yang baik. Apakah Anda menyimak dengan saksama ketika rekan Anda berbicara? Pastikan Anda bisa melakukan hal tersebut.
- Konsisten. Tidak plin plan dan mengubah begitu saja apa yang sudah diucapkannya "saiki dele, sesok tempe" (sekarang kedelai, besok tempe) kata orang Jawa.
- Egaliter. Menghilangkan sekat-sekat pembatas yang mungkin muncul. Mulai dari struktur formal (atasan-bawahan) hingga aspek kultural.






