Mengenal Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol verbal. Dalam kehidupan manusia, bahasa merupakan simbol verbal yang secara sederhana menunjukkan bahwa komunikasi verbal adalah sebuah komunikasi yang menggunakan bahasa atau kata-kata secara lisan maupun tertulis.
Dalam melakukan komunikasi verbal, Anda harus mampu membingkai pesan sehingga pesan itu bisa dipahami secara baik oleh orang yang Anda tuju. Sebaiknya, Anda sudah merencanakan dengan baik kalimat per kalimat yang Anda susun agar mampu menyatakan pendapat dan keinginan Anda secara efektif.
Dalam menyampaikan sebuah gagasan atau pendapat atau untuk mengevaluasi hasil pemikiran orang lain, sebaiknya Anda menggunakan hal-hal faktual yang disampaikan dengan kata-kata netral. Hal ini perlu dilakukan agar maksud baik Anda tidak dipahami dengan salah sehingga menimbulkan perdebatan atau perselisihan yang tidak efektif.
Komunikasi verbal mencakup beberapa aspek yang meliputi:
Perbendaharaan Kata
Jika perbendaharaan kata seseorang terbatas, dikhawatirkan orang itu tidak mampu secara maksimal menyampaikan apa yang diinginkannya. Komunikasi akan tersendat dan menjadi tidak efektif jika sebuah pesan disampaikan dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti atau dipahami. Contoh: seorang pelayan ekspedisi akan mengalami kesulitan jika tiba-tiba saja dia ditugaskan menjadi pelayan salon karena perbendaharaan kata yang mereka gunakan sehari-hari tentu jauh berbeda.
Kecepatan Bicara
Dalam berkomunikasi, diharapkan seseorang dapat mengatur kecepatan bicaranya dengan tepat. Jangan berkomunikasi terlalu cepat atau lambat karena akan mengganggu keefektifan komunikasi. Contoh: jika sedang mengajarkan suatu pengetahuan baru pada seorang lansia, Anda tidak bisa menerangkannya dengan kecepatan bicara yang super. Seorang lansia membutuhkan waktu yang cukup untuk mencerna kata-kata Anda.
Intonasi suara
Intonasi suara sangat mempengaruhi isi pesan secara dramatis. Sebuah pesan yang disampaikan dengan intonasi yang keliru akan menimbulkan pemahaman yang keliru. Maka, sampaikanlah sebuah pesan dengan intonasi suara yang proporsional. Contoh: kata "masuk" yang memiliki arti "mempersilakan masuk" jika disampaikan dengan intonasi yang tinggi akan menimbulkan arti "menyuruh" atau "memerintah" seseorang untuk segera masuk.
Kepadatan
Komunikasi akan berjalan dengan efektif jika seseorang menggunakan bahasa yang baik dan benar, padat dan jelas, langsung pada pokok permasalahan dan tidak berputar-putar menimbulkan kelelahan dalam memahami sebuah pesan.
Contoh: dalam meceritakan sebuah kejadian pencurian, seorang saksi hendaknya langsung menceritakan bagaimana proses pencurian berjalan dan tidak menceritakan apa yang dilakukannya sebelum itu.
Waktu
Dalam berkomunikasi, seseorang harus memperhatikan waktu. Jangan sampai Anda menyampaikan sebuah pesan di waktu yang tidak tepat sehingga pesan tidak akan ditangkap dengan baik.
Komunikasi hanya akan berjalan dengan lancar jika seseorang bersedia melakukan komunikasi. Artinya ia bersedia memperhatikan dan mendengar karena ia menyediakan waktu untuk itu. Contoh: seorang istri sebaiknya tidak meyampaikan tagihan-tagihan hutang saat suami baru saja pulang dari kerja yang melelahkan.






