Komunikasi
Keluarga adalah sistem sosial yang terkecil, namun berperan vital dalam pembentukan karakter seorang anak. Keluarga mewakili suatu konstelasi hubungan yang sangat khusus, dengan pola-pola komunikasi yang berbeda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Ketika kita akan membicarakan pola ikatan keluarga, terlebih dahulu kita jabarkan pengertian keluarga.
Definisi Keluarga
Menurut Seligmann, keluarga adalah sekelompok orang yang terikat oleh darah, perkawinan atau adopsi. Pengertian tersebut terlalu sempit. Sebuah survei nasional yang melibatkan kurang lebih 1.200 orang dewasa yang dipilih secara acak, hanya 22% yang merasa puas dengan definisi tersebut dan sisanya lebih menyukai definisi keluarga adalah orang yang saling mencintai dan menyayangi.
Galvin dan Brommel memaparkan definisi yang lebih luas, bahwa keluarga adalah jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama; yang terikat oleh perkawinan, darah, atau komitmen, legal atau tidak; yang menganggap diri mereka sebagai keluarga dan yang membagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yang terkait.
Dari definisi di atas jelaslah bagaimana sebuah keluarga melakukan komunikasi dengan para anggotanya yang memiliki nilai dan pengharapan.
Komunikasi Keluarga
Isu permasalahan keluarga muncul dari ketidakharmonisan suami-istri, kenakalan anak-anak, sampai pada tindakan yang lebih parah, misalkan terjadinya perceraian, anak-anak terlibat pergaulan bebas, terjadinya kekerasan dan lain sebagainya, sebagian besar diakibatkan karena pola komunikasi yang kurang tepat atau yang tidak efektif di dalam keluarga. Setiap keluarga memiliki aturan, pedoman, dan kebiasaan dalam kegiatannya, kebiasaan, dan segala hal yang berbau tindakan yang berbeda.
Contoh kasus yaitu kebiasaan makan/berkumpul di meja makan. Salah satu keluarga membuat aturan bahwa jam makan malam adalah wajib karena di situlah keluarga berkumpul, dilanjutkan dengan acara nonton televisi dan saling berkomunikasi menceritakan pengalaman hari ini. Namun, ada pula keluarga yang tidak seperti itu.
Perbedaan pola bincang dalam keluarga bisa disebabkan karena faktor budaya di mana mereka tinggal/lahir, kebiasaan orang tua yang diterima oleh orang tuanya, dan lain sebagainya.
Faktor Utama Lemahnya Keterikatan
Dalam keluarga, faktor kohesi dan adaptasi merupakan faktor utama dalam melakukan komunikasi. Kohesi adalah sejauh mana kedekatan antara satu anggota keluarga dengan anggota lainnya. Jika kedekatan antaranggota keluarga sangat kuat maka tingkat emosionalnya dan fisik mereka sangat tinggi, di antara mereka saling mengetahui urusan masing-masing dan memiliki sedikit privacy.
Sedangkan jika kedekatannya sangat rendah, maka sedikit sekali hubungan yang terjadi di antara mereka cenderung masing-masing privasi sangat dijaga.
Keluarga adalah sistem yang kadang-kadang bisa berubah. Perubahan yang terjadi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, misalkan perubahan yang terjadi karena perceraian, perkembangan anak, dari ia masih kecil, kemudian beranjak remaja, dewasa, lalu menikah dan meninggalkan rumah. Situasi tersebut mau tidak mau mengakibatkan pola-pola komunikasi harus melakukan adaptasi terhadap perubahan tersebut.
Komunikasi Rusak, Konseling Jawabannya
Konseling keluarga adalah jenis psikoterapi yang mungkin memiliki satu atau lebih tujuan. Konseling keluarga dapat membantu untuk mempromosikan pola komunikasi keluarga yang lebih baik dan pemahaman dalam sebuah keluarga yang teratur. Ini mungkin khusus dan insidental, seperti misalnya konseling keluarga selama perceraian, atau kematian mendekati anggota keluarga.
Bergantian konseling keluarga dapat memenuhi kebutuhan keluarga ketika salah satu anggota keluarga menderita penyakit mental atau fisik yang mengubah tingkah lakunya atau kebiasaan dengan cara yang negatif. Untuk keluarga modern, biasanya proses konseling dilakukan kepada para ahli profesional, para psikiater, para psikolog, para ahli komunikasi terapan yang akan membantu melancarkan proses kontak di dalam keluarga sendiri. Namun, tentu saja ada hambatan lainnya. Misalkan, komunikasi tidak bisa dipaksakan begitu saja.
Dan akhirnya, para ahli pun membuat semacam kelas khusus. Bagi masyarakat tradisional, konseling dilakukan dengan cara penerapan hukum adat, seperti pengucilan kepada anggota keluarga yang melanggar. Atau di titipkan kepada lembaga khusus, seperti langgar, pesantren, di bawah pimpinan seorang ulama, dan pemangku adat.
Konseling keluarga sering terjadi dengan semua anggota keluarga tanpa kecuali. Dan biasanya berlangsung pada saat ada kesulitan tertentu yang akan mengambat pola hubungan di dalam keluarga. Walau yang semacam itu tidak selalu terjadi. Seorang anggota keluarga yang menderita kecanduan alkohol misalnya, atau obat narkoba mungkin tidak akan menghadiri kebersamaan yang dibangun, dan mungkin sebenarnya menjadi alasan mengapa anggota keluarga mencari konseling keluarga.
Bagian dari tujuan terapis adalah untuk mengamati interaksi antara anggota keluarga. Bagian lain adalah untuk mengamati persepsi dari anggota keluarga yang non-berinteraksi dengan anggota keluarganya sendiri. Jadi jika dua anggota keluarga berdebat dalam sesi, terapis mungkin ingin tahu bagaimana anggota keluarga lainnya berhadapan dengan ketidaksetujuan atau cara di mana dua anggota membawakan konfliknya sendiri.
Selain observasi, terapis sering membantu keluarga merefleksikan cara yang lebih baik berkomunikasi satu sama lain. Jadi konseling keluarga mungkin sebagian instruksi dan dorongan. Bahkan, konseling keluarga sering mengajarkan anggota keluarga cara baru dan lebih positif untuk berkomunikasi untuk menggantikan hubungan yang lampau, atau sering juga disebut pola komunikasi negatif.
Pengamatan juga dapat digunakan untuk menunjukkan betapa miskinnya konteks hubungan , berlangsung terutama ketika si keluarga sangat penuh dengan percekcokan, yang mempengaruhi perilaku dan kebahagiaan anak-anak. Anak-anak lantas mendapat manfaat dari forum yang aman dari sesi. Mereka mungkin bisa untuk membahas hal yang mereka tidak suka tentang perilaku pengasuh dan / atau saudara kandung. Diskusi seperti ini mungkin tidak diizinkan dalam pengaturan rumah.
Seperti dalam konseling kelompok, terapis juga bertindak sebagai moderator dalam konseling keluarga. Dia mencoba untuk memastikan bahwa setiap anggota keluarga mendapatkan waktu yang adil untuk mengungkapkan keprihatinan mereka dan lantas masing masing bisa memberikan kontribusi bagi percakapan tentang bagaimana keluarga dapat berbuat lebih banyak lagi demi situasi yang lebih baik. Kadang kadang para terapis dapat mengidentifikasi anggota keluarga satu yang lainnta, atau lebih yang membutuhkan lebih dari model konseling keluarga, dan mungkin manfaat dari terapi individu. Masalah-masalah pribadi salah satu anggota keluarga dapat mempengaruhi semua anggota keluarga lainnya.
Terapis dapat mengidentifikasi bahwa keluarga tidak dapat berkembang menjadi format hubungan yang lebih baik tanpa orang yang menerima bantuan lebih lanjut, dan mungkin sekedar obat hati. Seorang anggota keluarga dengan kimia bipolar mungkin ingin menjadi orangtua yang baik, tetapi mungkin secara fisik tidak dapat mengubah suasana hati radikal tanpa kombinasi terapi individu dan pengobatan.
Konseling keluarga mungkin tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan sekedar satu sesi. Seringkali keluarga mendapatkan keuntungan 4-5 sesi. Kadang-kadang keluarga memerlukan lebih banyak bantuan dan mungkin perlu 20-30 sesi untuk menyelesaikan masalah keluarga yang signifikan atau yang sedang berlangsung, dan sangat krusial.
Bagi keluarga, konseling dan komunikasi internal di dalam keluarga sering membantu karena melibatkan pihak ketiga arbitrer, yang tidak mendukung salah satu anggota keluarga. Artinya orang ini berada dalam kondusi netral dan bisa dipercaya. Ini umumnya mengapa seorang terapis untuk satu anggota keluarga tidak akan setuju untuk menjadi konselor keluarga untuk keluarga klien. Tampilan dari keberpihakan dapat membuat konseling keluarga tidak efektif.
Model teoritis yang berbeda ada dalam konseling keluarga. Seorang terapis dapat bekerja dari sikap perilaku, dari prinsipal psikologi Gestalt, atau dari kombinasi pendekatan terapeutik. Apapun pendekatannya, tujuan utama tetap akan meningkatkan hubungan setiap anggota keluarga yang lain, sehingga keluarga berlangsung sebagai unit yang harmonis, yang mampu melakukan pola komunikasi ideal satu dengan yang lainnya.
Mengulas Dasar Komunikasi
Salah satu kebutuhan utama makhluk hidup salah satunya adalah berinteraksi sesama. Fungsi dari berinteraksi sesama manusia yakni bagian dari eksistensi dan hakikat hidup manusia itu sendiri. Alat dari interaksi adalah dengan cara berkomunikasi. Makhluk hidup seperti manusia dan hewan bisa saling bertukar informasi. Selain itu, dengan komunikasi makhluk hidup juga saling mempengaruhi satu sama yang lain.
Sejak pra sejarah manusia sudah membangun sebuah kesepakatan berinteraksi dalam hal ini adalah bahasa. Karena komunikasi yang benar adalah jika informasi itu disampaikan dengan jalur yang benar menggunakan bahasa yang sudah disepakati dan informasinya diterima sesuai dengan kemauan si pembawa info.
Lebih sempurnya informasi itu ditanggapi. Nah bahasa inilah yang selalu berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban manusia.
Jenis Komunikasi
Macam bahasa ada dua; yakni bahasa / komunikasi verbal dan bahasa lisan, sedangkan bahasa tulis merupakan modifikasi dari bahasa verbal di kemudian hari kelak.
• Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan cara berinteraksi dengan menggunakan gambar, tanda dan bahasa tubuh agar informasi itu bisa disampaikan dengan cara melihat kemudian memahaminya. Intinya bahasa tanpa mengucapkan tapi bisa disampaikan secara efesien kepada lawan bicaranya.
Komunikasi verbal merupakan sebuah alat interaksi yang sudah lama dibangun sedari manusia masih dalam masa pra sejarah. Namun di dunia modern fungsi dasar dari komunikasi verbal adalah sebagai back up dari bahasa lisan dan bahasa tulisan. Fungsi lain adalah untuk menguatkan fakta dan menyakinkan lawan bicara.
• Komunikasi Lisan
Bahasa yang dibangun pada jenis komunikasi ini adalah bahasa tutur atau yang keluar dari mulut manusia atau berbicara. Dengan cara bertutur kata antarmanusia, informasi yang disampaikan lebih cepat terkirim dan bisa langsung dipahami oleh lawan bicara. Selain itu umpan baliknya juga bisa terasa.
Komunikasi lisan bisa dibangun secara sempurna jika memenuhi beberapa syarat, antara lain ; kesepakatan bahasa antar pengguna komunikasi. Dengan bahasa yang sudah dipahami contohnya bahasa Jawa, komunikasi ini dapat berjalan sempurna jika lawan bicara Anda mengerti bahasa Jawa.
Tapi kalau kalau pihak kedua tak mengerti bahasa Jawa yang Anda pakai, maka di sana ada ketimpangan atau malahan terjadi miscommunication. Intinya informasi yang Anda sampaikan tak bisa diterima dengan baik.
Dampaknya Anda tak mendapatkan umpan balik dari informasi yang disampaikan. Karena lawan bicara tak mengerti dengan alat yang Anda pakai yakni bahasa Jawa. Syarat yang kedua adalah saluran komunikasi.
Banyak sekali saluran komunikasi yang bisa dipakai dalam komunikasi lisan ini. Fungsi dari piranti ini adalah bisa menyampaikan informasi kepada banyak lawan bicara Anda. Piranti komunikasi ini antara lain radio, televisi, telepon dan piranti modern lainnya, dalam hal ini perangkat elektronik.
• Feed Back
Setelah komunikasi Anda sampaikan dengan menggunakan berbagai macam bahasa dan piranti sebagai saluran komunikasi, maka harapan terakhir adalah umpan balik dari lawan bicara Anda. Tentu umpan balik yang dinanti adalah sesuatu yang diharapkan oleh Anda dan tak terjadi informasi yang hilang ketika proses informasi itu disampaikan.
Agar Feed back yang anda peroleh sesuai harapan Anda. Caranya pakailah bahasa yang sederhana tapi bisa dimengerti lawan bicara, gunakan saluran yang tepat agar informasi bisa sampai dengan efisien.

