Meredam Konflik Antar Suku di Indonesia

Indonesia terdiri dari berpuluh-puluh suku yang setiap waktu melakukan mobilitas untuk tetap bertahan hidup dan berpenghidupan. Keragaman ini tidak jarang menimbulkan konflik antar suku di Indonesia. Konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan budaya. Bahkan, kebiasaan antar suku tersebut.
Sesuai dengan semboyan negara kita, bhineka tunggal ika, yang artinya 'berbeda-beda tapi tetap satu jua', seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. Banyak dan beragamnya suku di Indonesia layak dijadikan kebanggaan karena merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki bangsa kita. Keragaman yang ada akan lebih indah jika bisa hidup selaras dan berdampingan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dari hari ke hari.
Mencegah Timbulnya Konflik Antarsuku
Sebetulnya, konflik antarsuku di Indonesia tidak perlu terjadi jika kita memiliki sikap-sikap berikut ini.
1. Mengenal
Dengan mengenal pihak yang berbeda suku, terutama yang hidup berdampingan, akan memperkecil bahkan mencegah timbulnya konflik antar suku di Indonesia. Mengenal tidak hanya tahu namanya, tetapi mengetahui suku bangsanya serta adat atau kebiasaan yang bersangkutan. Dengan demikian, ketika suatu saat ada hal-hal yang berbeda dengan adat atau kebiasaan suku kita, dapat kita pahami dan bisa kita terima dengan besar hati.
2. Tidak Ekspresif
Bertindak ekspresif ketika ada sesuatu yang berbeda dengan kita, kadang, menimbulkan terjadinya konflik antarsuku di Indonesia. Sebetulnya, jika kita sudah mengenal, hal ini tdak akan terjadi. Oleh karena itu, ketika mereka bertindak atau bertingkah laku tidak sama dengan kita, bahkan jauh berbeda, kita tidak kaget lagi.
Dengan begitu, tidak akan ada saling mencemooh atau pihak lain yang tersinggung karena tindakan kita yang ekspresif tersebut, biasanya berujung pada saling serang yang pada akhirnya hanya merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Toleransi
Adanya sikap menghargai perbedaan membuat kedua belah pihak bisa hidup berdampingan walaupun keduanya memiliki adat dan budaya atau kebiasaan berbeda. Semua pihak bisa melakukan adat dan budaya atau kebiasaan masing-masing dengan bebas, tanpa merasa terganggu dan diganggu oleh pihak lain, sehingga budaya yang ada dalam suku tersebut tidak punah.
4. Empati
Dengan memposisikan diri sebagai orang lain, kita akan mengetahui bagaimana rasanya ada di posisi pihak lain sehingga kita tidak akan mengusik ketika pihak lain melakukan ritual atau kebiasaan tertentu sukunya. Begitupun pihak lain, tidak akan mengusik ritual atau kebiasan suku kita.
5. Bangga
Bangga yang harus kita miliki adalah kebanggan sebagai negara kesatuan Indonesia, bukan bangga sebagai individu dari suku tertentu. Merasa bangga karena keragaman suku yang ada di Indonesia. Keragamaan yang merupakan aset negara ini sehingga konflik antar suku di Indonesia tidak akan terjadi.






