logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Konflik Sosial    Konflik

Konflik - Masalah Sosial yang Wajar

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata konflik? Tentunya akan ada banyak pendapat yang muncul. Ya, sebagai makhluk sosial, keberadaan konflik sangatlah dekat dengan keseharian manusia. Hampir setiap perjalanan atau kisah hidup seseorang dihiasi oleh konflik. Mulai dari konflik pribadi hingga konflik sosial. Lantas, apa sebenarnya konflik itu? Bagaimana pula cara untuk meredakan konflik yang sedang dialami?

Nah, dalam artikel kali ini, penulis akan  mengupas beberapa hal yang berkaitan dengan konflik. Penulis akan menghadirkandefinisi dari kata konflik, langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan konflik, hingga serba-serbi lain yang bersumber dari sebuah konflik. seperti apa bahasannya? Simak uraian berikut.

Sekilas Tentang Konflik

Kata konflik memiliki akar dari bahasa Latin. Sebuah kata kerja configereyang artinya 'saling memukul'. Konflik bisa dialami oleh tiap individu dan golongan, baik sebagai konflik pribadi maupun sebagai konflik sosial. Konflik pribadi muncul ketika ada persinggungan batin yang dirasakan seorang individu. Misal, ada keinginan yang belum bisa diwujudkan atau sejenisnya. Sedangkan konflik sosial muncul seiring dengan keberperanan kita dalam suatu sistem kehidupan, baik itu berkeluarga, bermasyarakat, maupun bernegara.

Jika dilihat secara ilmu sosial, konflik memiliki arti sebagai sebuah proses sosial yang terjadi antara perorangan atau kelompok. Ketika konflikterjadi, biasanya salah satu pihak selalu berusaha untuk menyingkirkan pihak lawannya. Konflik yang terjadi di masyarakat biasanya selalu didasari oleh perbedaan. Perbedaan dalam hal apapun. Sebuah perbedaan yang tidak disadari sebagai sebuah kekayaan, keunikan, dan keberagaman. Konflik akan pecah jika salah satu kelompok tertentu merasa paling baik di antara kelompok yang lain.

Perbedaan tersebut biasanya berkenaan dengan cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal, perbedaan yang berkenaan dengan fisik, tingkat kecerdasan, kepercayaan, adat istiadat, dan hal-hal yang malah cenderung sepele. Konflik juga bisa terjadi akibat perebutan atau persengketaan terhadap sesuatu, seperti tanah atau benda-benda bernilai lain.

Konflik adalah kericuhan dalam kegiatan bersosial masyarakat yang wajar terjadi. Tidak ada satu pun masyarakat atau kelompok masyarakat yang tidak pernah mengalami konflik dengan angngota kelompok lain. Selama masih ada interaksi antara individu atau kelompok dalam masyarakat, konflik juga akan tetap ada. Konflik akan hilang jika masyarakat itu sendiri turut hilang.

Konflik sangat bertentangan dengan integrasi atau pembauran, percampuran. Konflik dan intergrasi adalah dua proses sosial yang beriringan dalam masyarakat. konflik dalam masyarakat yang terkontrol dengan baik akan mengintegrasi masyarakatnya menjadi satu. Namun, jika proses integrasi tersebut tidak berjalan dengan baik, yang terjadi justru konflik.

Konflik Menurut Beberapa Ahli

Konflik telah menjadi kajian para ahli sosial dalam beberapa tahun kebelakang. Definisi tentang konflik pun pada akhirnya datang dari berbagai ahli sosial. Pendapat tentang definisi konflik yang paling terkenal dikemukakan oleh beberapa ahli sosial, di antaranya Robbin, Stoner dan Freeman, dan Myers. Mereka adalah ahli sosial di zamannya.

1. Definisi Konflik Menurut Robbin

Menurut Robbin, konflik dapat meningkatkan kinerja suatu kelompok tertentu. tetapi justru ada beberapa kelompok yang dengan sengaja menjauhkan konflik dari mereka. Pandangan tentang konflik menurut Robbin dibagi menjadi tiga.

  • Pandangan tradisional atau The Tradisional View. Pandangan ini masih bersifat kolot. Menganggap konflik adalah hal yang buruk dan tidak memiliki sisi positif.
  • Pandangan hubungan manusia atau The Human Relation View. Pandangan ini menyatakan bahwa konflik adalah fenomena yang wajar terjadi di masyarakat. Dalam pandangannya ini, konflik dianggap sebagai satu hal yang sama sekali tidak dapat dihindari.
  • Pandangan interaksionis atau The Interactionist View. Pandangan jenis ini justru mendorong kelompok masyarakatnya untuk membuat suatu konflik. Konflik dianggap perlu terjadi pada satu kelompok yang statis, dinamis, dan kurang “seru”.

2. Definisi Konflik Menurut Stoner dan Freeman

Lebih sederhana, Stoner dan Freeman membagi definisi konflik ke dalam dua poin. Pandangan tradisional dan pandangan secara modern.

a. Konflik dalam Pandangan Tradisional

Dalam pandangan tradisional konflik selalu dipandang sebagai suatu hal yang hanya dapat menimbulkan kerugian. Konflik adalah hal yang harus dihindari dalam kegiatan bermasyarakat. Konflik yang terjadi menurut pandangan tradisional hanya dapat disebabkan oleh faktor kesalahan dalam mengatur sesuatu.

Salah satu contoh konflik tradisional biasanya terjadi pada kaum buruh dan atasannya. Pihak buruh selalu dirugikan atas beberapa kebijakan yang diterapkan oleh atasannya. Seorang atasan cenderung bertindaksemau gue dalam membuat sebuah kebijakan tanpa memikirkan dampak yang dirasakan para buruh yang menjadi karyawannya.

b. Konflik dalam Pandangan Modern

hampir sama dengan konflik dalam pandangan tradisional, dalam pandangan modern, konflik juga selalu dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, yang membedakan keduanya adalah penyebab dari lahirnya konflik yang bersangkutan. Pandangan tradisional menyebut bahwa kesalahan dalam mengatur sesuatu sebagai penyebab lahirnya konflik. Sedangkan dalam pandangan modern, adanya perbedaan, seperti perbedaan visi dan misi serta perbedaan persepsi-lah yang mengakibatkan terciptanya konflik.

3. Definisi Konflik Menurut Myers

Tidak terlalu beda jauh dengan definisi yang sudah lebih dulu dinyatakan oleh Robbin, Stoner, dan Freeman. Myers menyatakan bahwa konflik adalah hal yang tidak bisa dihindari di masyarakat. Sebuah konflik akan semakin membesar jika melibatkan emosi dan hati.

Myers juga mengatakan bahwa konflik dapat merusak hubungan baik hubungan antarindividu di dalam masyarakat. Myers mengatakan pula bahwa seharusnya konflik bukan dianggap sebagai penghancur, melainkan sebagai sarana peningkatan kinerja suatu organisasi.

Cara Mengatasi Konflik

Selalu ada jalan keluar untuk meredakan atau menghilangkan konflik yang muncul. Jika konflik yang muncul berupa konflik pribadi, maka cara yang paling baik untuk meredakannya adalah dengan melakukan introspeksi diri. Sedangkan jika konflik yang muncul berupa konfliksosial, cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan duduk bersama dan membicarakan jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak.

Kedengarannya memang mudah, namun praktik di lapangannya tidaklah semudah yang diucapkan. Selalu ada faktor lain yang membuatkonflik  sosial sulit untuk diredakan, terlebih jika faktor tersebut adalah yang bersifat negatif. Alih-alih mereda, yang ada konflik tersebut akan semakin membesar atau meluas sehingga melibatkan lebih banyak pihak.

Diperlukan kebesaran hati dan sikap legowo ketika memusyawarahkan konflik yang tengah terjadi antara kita dan orang lain. Harus ada salah satu pihak yang bisa melunak terkait konflik yang tengah dihadapi, dengan catatan harus diputuskan terlebih dahulu solusi terbaik untuk kedua pihak yang terlibat konflik.

Ketika Konflik Tak Menemukan Titik Terang

Bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi ketika konflik yang dihadapi dua pihak tidak menemui titik terang. Telah banyak contoh yang bisa dilihat ketika suatu konflik tak menemukan titik terang. Sebut saja lepasnya Provinsi Timor-timor, konflik Poso, atau konflik yang terjadi antara Suku Dayak dan masyarakat Madura.

Suasana mencekam yang menghadirkan ketakutan luar biasa langsung bermunculan ketika sebuah konflik berakhir dengan bentrokan. Krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap pemerintahan pun mau tidak mau akan diterima oleh pemerintah. Jika hal seperti ini dibiarkan, kita hanya tinggal mengucapkan selamat datang pada kekacauan.

Untuk itu, perlu disadari bersama, bahwa hanya dengan berpikiran positiflah suatu konflik bisa diredakan. 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Akar Konflik Sosial Masyarakat
  • Konflik Sosial Budaya Sebagai Proses Pendewasaan
  • Tragedi Bintaro - Melihat Skenario Takdir Kematian
  • Penyebab Konflik Sosial dan Upaya Pengendaliannya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA