logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa    Konservasi Hutan

Mengenalkan Hutan pada Anak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Lingkungan hidup bukanlah warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan menjadi sangat penting untuk menyiapkan generasi yang akan datang agar mereka bisa hidup dengan aman dan nyaman.

Jika lingkungan tidak dijaga dari sekarang, bukan tidak mungkin generasi anak cucu kita nanti akan menemui lingkungan yang rusak. Gunung dan hutan yang gundul atau tidak akan melihat lagi hijaunya pepohonan.

Penyelamatan Hutan

Begitu pentingnya Konservasi Hutan dan pemeliharaan lingkungan, hingga negara-negara di dunia ini mengadakan pertemuan khusus untuk membahas perubahan iklim.

Jika kita mengikuti berita baik di koran maupun televisi tentang pertemuan tersebut, kita akan mendapatkan informasi betapa mengerikannya efek pemanasan global yang terjadi di dunia akhir-akhir ini. Bahkan menurut sebagian ilmuwan, jika pemanasan itu terus berlanjut, maka es di kutub akan meleleh.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk konservasi hutan adalah tidak menebang hutan, pohon-pohonan banyak ditanam, pasti pemanasan global tersebut bisa dikurangi. Kita semua bertanggungjawab mengatasi persoalan kerusakan lingkungan ini.

Meski pelestarian lingkungan hidup menjadi tanggungjawab semua orang, namun generasi muda lebih memegang peranan. Sebab, generasi muda memiliki kesempatan lebih banyak untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya. Anak sekolah dasar, meskipun usianya masih sangat muda, sudah saatnya dikenalkan dengan masalah pelestarian lingkungan.

Mengenalkan Konservasi Hutan

Pengenalan dini konservasi hutan pada anak diharapkan akan menjadi kesadaran dan penyadaran akan kelestarian lingkungan yang sudah tertanam sejak kecil. Banyak hal sederhana yang bisa ditanamkan pada anak baik di sekolah maupun di rumah. Tentu saja, peran orang tua dan guru juga sangat menentukan.

Contoh sederhana saja, orang tua bisa mengajarkan membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan. Tidak boleh membuang sampah pada sembarang tempat. Ajaklah anak-anak melihat lingkungan yang rusak dan beri pengertian akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan tersebut.

Pada kesempatan lain, ajaklah anak bermain di tempat yang lingkungannya tertata dengan baik. Disitu orang tua bisa memberikan gambaran, betapa enak dan nyaman jika lingkungan dijaga dengan baik.

Pendidikan yang ditanamkan sejak dini kepada anak, diharapkan bisa menjadi kebiasaan yang akan terus dilakukan hingga anak dewasa. Agar pendidikan di rumah benar-benar diterima dengan baik oleh anak, dibutuhkan kerjasama yang baik dari pihak sekolah. Sebab, sering anak lebih mendengar ucapan guru dibanding orang tua sendiri. Guru dianggap sebagai sosok yang harus ditiru anak.

Saat ini pemerintah sudah mengenalkan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sebagai mata pelajaran muatan lokal(mulok), sehingga anak akan lebih memberikan perhatian terhadap konservasi hutan dan perhatian terhadap lingkungannya. Dengan cara ini, anak akan dipaksa belajar menghargai dan menjaga lingkungan hidup yang ada.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Uniknya Huruf Jawa dan Pelestariannya
  • Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar
  • Contoh Pidato Bahasa Inggris dan Artinya
  • NISN Siswa Nasional—Sistem Setralisasi Data
  • Contoh Paragraf Argumentasi
  • Pengertian Hutan Lindung dan Jenis Hutan Lainnya
  • BSE Depdiknas - Buku Gratis dari Diknas
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA