Sang Ahli, Konsultasi Agama Islam Yang Tepat
Masalah. Itulah yang sering membelit kita dalam kehidupan dan akan membuat kita bertanya-tanya solusinya. Siapa yang ingin punya masalah, tentu tak akan pernah ada yang mau. Pun bila ditanya tentang kebebasan dari semua masalah, tentu tak satu pun yang lepas dari masalah. Rasanya hidup dengan masalah, baru bisa dikatakan hidup yang lengkap.
Sama halnya bila hal itu dikaitkan dengan agama Islam. Itu sebabnya konsultasi agama Islam ini sangat penting dilakukan. Tidak sembarang tempat dan sembarang orang bisa diajak untuk konsultasi. Tentu saja harus dipilih orang yang ahli dalam bidangnya.
Misal saja kita bermasalah tentang fiqih, tentu yang harus kita datangi adalah ustadz fiqih bukan ustadz yang ahli dalam bahasa, meski hampir semua ustadz memiliki pengetahuan tentang fiqih, namun alangkah baiknya jika mendatangi sang ahli.
Kebenaran ajaran yang disampaikan tentu menjadi tanggung jawab konsultan. Biasanya di sini adalah sang ustadz atau kyai. Tentu tak serta merta hukum akan dilaksanakan. Tetapi keadaan dan masalah yang dihadapai menjadi sebuah fokus permasalahan. Sampai kepada solusi yang diharapkan tentunya.
1. Sang Ahli, Tempat Konsultasi Tepat
Rasulullah pernah menyarankan untuk menyerahkan segala sesuatu pada ahlinya. Tentu sebagai umat Islam dan sebagai orang berpikir, tentunya ini adalah sebuah petunjuk yang sangat tepat sekali.
Semisal saja jika kita mau bertanya tentang urusan perkayuan, jika kita bertanya hal tersebut kepada tukang ubin, tentu tukang ubin tak pernah bisa menjawab secara tepat.
Jika dijawab pun akan merupakan jawaban apa adanya atau ngawur. Apalagi jika menyangkut tentang tuntunan Islam, tentu tempat yang harus kita pilih adalah sang ahli dalam bidangnya.
Sebagai contoh yang nyata, misalnya sebuah masalah yang membelit Si-A tentang sebuah keyakinan dan adat setempat. Si-A tentunya harus mendapatangi seorang kyai yang lebih paham mengenai masalah iman, tentang hukum adat, atau paham tentang tassawuf.
2. Sumber Masalah dan Keadaan Harus Jelas
Jika sudah menemukan sang ahli atas permasalahan kita, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah harus adanya keterbukaan. Jelas yang di sini yang dimaksud adalah masalah itu sendiri dan keadaan yang sedang menimpa.
Ketidaktahuan pula harus dimengerti oleh sang ahli agar jelas betul masalah yang dihadapi. Misalnya Si-A harus menceritakan secara detil tentang yang dilakukan dalam adat dan keyakinan masyarakat setempat.
3. Solusi
Solusi yang diharapkan tentu akan ada dari sang ahli. Solusi yang sebenarnya harus kembali kepada akidah Islam. Kembali kepada Al Quran dan Hadis. Perluasan pengetahuan biasanya akan diberikan dari sang ahli.
Tentu dari sinilah, sang ahli akan memperinci masalah menjadi sebuah bagian Islam. Menjadi sebuah pelanggaran atau menjadi sebuah kewajiban.
Kadang pula, hukum Islam tak menjatuhkan hukum karena yang empunya masalah tak mengetahui sama sekali. Jadi, ketakutan selama ini untuk berkonsultasi kepada sang ahli seharusnya tak menjadi alasan.
Malah pengetahuan dan pengertian yang luas tentang Islam akan didapat. Misalnya konsultan atau seorang kyai akan membimbing Si-A tentang mengimani sesuatu selain Allah adalah berhukum syirik.
Tentu saja tak serta merta akan dijatuhkan hukum syirik, namun karena kekurangpahaman Si-A akan membuat kelakukan Si-A tak berhukum syirik. Namun seusai berkonsultasi, jika Si-A melakukan perbuatan yang sama, yang dilakukan tentang keyakinan adat setempat sudah berhukum.
4. Tindakan Lanjutan
Tindakan yang harus dijalankan oleh yang empunya masalah. Saran-saran yang harus dijalankan tentu harus sepenuh hati. Tak menutup kemungkinan jika tindakan lanjutan lebih banyak menyangkut kepada perbaikan diri.
Jadi, secara singkat perlu dipertegas bahwa konsultasi agama Islam sangat penting dilakukan oleh umat Islam agar perjalanan kehidupan beragama dapat berjalan sesuai tuntunan Islam.
Ketidaktahuan dan sebagainya jika didiamkan terus akan menjadi sebuah penyakit yang sangat bahaya dalam kehidupan beragama. Atau tanpa dasar yang kuat, menafsirkan sesuatu sesuai akan malah akan menjerumuskan kepada jalan iblis, tentu tak pernah kita harapkan.






